Putra Mahkota Saudi Lolos dari Tuduhan Dalang Pembunuhan Khashoggi

Jum'at, 16 November 2018 - 01:20 WIB
Putra Mahkota Saudi...
Putra Mahkota Saudi Lolos dari Tuduhan Dalang Pembunuhan Khashoggi
A A A
RIYADH - Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (MBS) dinyatakan bukan orang yang memerintahkan pembunuhan terhadap jurnalis Jamal Khashoggi. Jaksa Penuntut Umum di negara tersebut menyimpulkan bahwa operasi pembunuhan diperintahkan oleh seorang perwira intelijen.

Lolosnya MBS dari tuduhan sebagai dalang penghilangan jurnalis pengkritik rezim Saudi itu sudah diprediksi sejak awal. Terlebih, sejak awal kasus ini muncul, Menteri Luar Negeri Adel al-Jubeir sudah menegaskan bahwa putra Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud itu tak terlibat.

Juru bicara sekaligus Jaksa Penuntut Umum Shalaan bin Rajih Shalaan mengatakan perwira intelijen menjalankan operasi untuk membujuk sang jurnalis pembangkang untuk pulang ke kerajaan.

Khashoggi, kata dia, diberi suntikan mematikan setelah terlibat kontak fisik di Konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober 2018.

Pada konferensi pers di Riyadh pada hari Kamis, Shalaan mengatakan mayat Khashoggi dipotong-potong di dalam konsulat setelah kematiannya.

Potongan tubuh korban kemudian diserahkan kepada "kolaborator" lokal di luar lokasi kejadian.

"Penyelidikan telah mengungkapkan bahwa orang yang memerintahkan pembunuhan itu adalah kepala tim perunding yang dikirim ke Istanbul oleh wakil kepala intelijen Jenderal Ahmed al-Assiri untuk memaksa Khashoggi kembali ke Arab Saudi dari pengasingannya sendiri," katanya, seperti dikutip BBC, Jumat (16/11/2018).

"(Putra Mahkota) tidak tahu tentang hal itu," klaim Shalaan.

MBS yang menjadi penguasa de facto Arab Saudi, pernah membantah terlibat dalam peran apa pun terkait pembunuhan Khashoggi. Dia menyebut operasi pembunuhan itu sebagai "kejahatan keji yang tidak bisa dibenarkan".

Ada 21 orang yang ditangkap terkait kasus pembunuhan tersebut. Jenderal Assiri dan Qahtani telah dipecat atas kasus itu.

Shalaan mengatakan Qahtani telah dilarang bepergian dan tetap diselidiki, tetapi dia tidak mengatakan apa yang terjadi pada Jenderal Assiri.

Shalaan telah menuntut 11 orang atas pembunuhan itu, lima di antaranya dituntut hukuman mati.
(mas)
Berita Terkait
Tunangan Khashoggi Peringatkan...
Tunangan Khashoggi Peringatkan Biden: Jangan Letakkan Minyak di Atas Prinsip
Anggota Dewan Kota Usulkan...
Anggota Dewan Kota Usulkan Nama Jalan Kedubes Saudi Diganti jadi Khashoggi
Jamal Khashoggi, Jurnalis...
Jamal Khashoggi, Jurnalis Arab Saudi yang Dibunuh Secara Misterius
New York Times: Pembunuh...
New York Times: Pembunuh Khashoggi Terima Pelatihan Paramiliter di AS
Istri Khashoggi Desak...
Istri Khashoggi Desak Turki Serahkan Bukti Pembunuhan Suaminya
Putra Mahkota Arab Saudi...
Putra Mahkota Arab Saudi Tiba di Turki, Kasus Khashoggi Ditutup?
Berita Terkini
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
30 menit yang lalu
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
2 jam yang lalu
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
2 jam yang lalu
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
4 jam yang lalu
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
4 jam yang lalu
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
5 jam yang lalu
Infografis
Daftar Juara Liga Indonesia...
Daftar Juara Liga Indonesia dari Masa ke Masa: Persib Ukir Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved