AS Siap Perang Dingin Habis-habisan dengan China

Kamis, 15 November 2018 - 00:07 WIB
AS Siap Perang Dingin...
AS Siap Perang Dingin Habis-habisan dengan China
A A A
SINGAPURA - Amerika Serikat (AS) menyuarakan sikap konfrontatif dengan menyatakan siap untuk Perang Dingin habis-habisan dengan China. Hal itu bisa dihindari jika Beijing tunduk pada semua tuntutan Washington.

Sikap konfrontatif tersebut disuarakan Wakil Presiden Mike Pence selama penerbangan di Pesawat Air Force Two ke Asia. Retorika Pence diungkap jurnalis Josh Rogin dalam artikel opini di Washington Post.

Pence mengharapkan Beijing untuk melakukan perubahan dramatis dalam semua kebijakannya untuk mengakomodasi tuntutan Washington. Menurut Pence, AS sedang dipersiapkan untuk permusuhan yang berkepanjangan dengan China.

Washington menginginkan Beijing untuk menawarkan konsesi pada berbagai masalah, mulai dari perlindungan hak kekayaan intelektual hingga klaim teritorial di Laut China Selatan.

"Jika Washington tidak puas, akan menjadi Perang Dingin habis-habisan," tulis Rogin dalam artikelnya.

Pence menyatakan sikap akhir Washington akan bergantung pada KTT G-20 di Argentina pada 30 November mendatang, di mana Presiden Donald Trump akan bertemu dengan Presiden Xi Jinping. "Saya pikir banyak hal akan bergantung di Argentina," kata Pence.

"Jika China gagal secara mendasar mengubah perilakunya, Beijing akan menghadapi Perang Dingin habis-habisan dengan Washington dan mitranya," ujar Pence kepada Washington Post, Rabu (14/11/2018).

"Trump meninggalkan pintu terbuka untuk kesepakatan dengan Xi Jinping di Argentina, tetapi hanya jika Beijing bersedia melakukan perubahan besar yang dituntut Amerika Serikat dalam kegiatan ekonomi, militer dan politik. Ini adalah yang terbaik di China (jika bukan yang terakhir) kesempatan untuk menghindari skenario Perang Dingin dengan Amerika Serikat," papar Pence.

Pence mengatakan AS dalam posisi yang kuat untuk potensi eskalasi perang dagang yang telah dilepaskan China. Dia menambahkan bahwa AS tidak berniat menyerahkan pengaruhnya di Asia kepada China dan tidak akan mundur jika Beijing memilih melanjutkan kebijakannya saat ini.

"Kalau begitu, baiklah," kata Pence. "Kami di sini untuk tinggal," ujarnya.

Washington telah meningkatkan tekanan terhadap Beijing dalam beberapa tahun terakhir mengenakan tarif atas produk-produk China dan belakangan ini menuduh China ikut campur dalam politik domestik AS. Sedangkan Beijing tidak memiliki niat untuk menyerah.
(mas)
Berita Terkait
Dekati Kepulauan Paracel,...
Dekati Kepulauan Paracel, China Kirim Peringatan ke Kapal Berpeluru Kendali AS
Kirim Kapal Perang Berpeluru...
Kirim Kapal Perang Berpeluru Kendali, AS Tantang Klaim China di LCS
AS Sangkal Kapal Perangnya...
AS Sangkal Kapal Perangnya Diusir China di Laut China Selatan
Kapal Induk AS Gelar...
Kapal Induk AS Gelar Latihan di Laut China Selatan
AS: Undang-undang Maritim...
AS: Undang-undang Maritim Baru China Langgar Perjanjian Internasional
Pentagon Prihatin China...
Pentagon Prihatin China Gelar Latihan Militer di LCS
Berita Terkini
Mengapa Pentagon Diam-diam...
Mengapa Pentagon Diam-diam Ubah Jumlah Tentara yang Terluka dan Tewas Akibat Perang Iran?
1 jam yang lalu
Eropa Bagai Neraka Akibat...
Eropa Bagai Neraka Akibat Kebakaran Hutan dan Gelombang Panas, Ini 5 Faktanya
2 jam yang lalu
Putin Klaim Armada Kapal...
Putin Klaim Armada Kapal Pemecah Es Rusia Tak Memiliki Pesaing
3 jam yang lalu
Houthi dan Milisi Irak...
Houthi dan Milisi Irak Kompak Serang Arab Saudi, Riyadh: Agresor Itu Didukung Iran
5 jam yang lalu
Dunia Harus Alihkan...
Dunia Harus Alihkan Perhatian ke Tepi Barat! Israel Terus Caplok Tanah Warga Palestina
7 jam yang lalu
10 Raja Terkaya di Dunia,...
10 Raja Terkaya di Dunia, Nomor 1 Punya Harta Tembus Rp700 Triliun
7 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved