Kasus Khashoggi, Prancis Siap Jatuhkan Sanksi pada Arab Saudi
Kamis, 01 November 2018 - 16:37 WIB
Kasus Khashoggi, Prancis Siap Jatuhkan Sanksi pada Arab Saudi
A
A
A
PARIS - Menteri Luar Negeri Jean Yves Le Drian mengatakan Prancis tidak akan mengesampingkan sanksi apa pun terhadap Arab Saudi jika penyelidikan atas pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi menunjukkan keterlibatan Riyadh.
"Adalah penting bahwa kejahatan ini harus dihukum, bahwa para pelaku diidentifikasi, bahwa kebenaran harus ditegakkan," kata Le Drian kepada radio RTL.
"Dan hari ini, meskipun pihak berwenang Saudi telah mengakui bahwa ada pembunuhan, laporan tersebut tidak ada di sini. Selama mereka yang bertanggung jawab dan keadaan di sekitar pembunuhan tidak dipublikasikan, dirilis dan dievaluasi, kami akan terus untuk menuntut kebenaran," imbuhnya seperti dikutip dari Xinhua, Kamis (1/11/2018).
Jamal Khashoggi, seorang kritikus keras Putra Mahkota Saudi Mohammad bin Salman, menghilang saat berkunjung ke konsulat Saudi di Istanbul, Turki, pada 2 Oktober.
Setelah dua minggu menyangkal, Riyadh mengakui bahwa pria berusia 60 tahun, juga seorang kolumnis Washington Post, terbunuh dalam perkelahian dengan orang-orang yang ditemuinya di konsulat Saudi. Namun Saudi tidak memberikan penjelasan tentang penyebab kematiannya.
Hingga saat ini jenazah Kahshoggi belum ditemukan.
"Dalam hal identifikasi para pelaku, dari transparansi yang akan dibuat bahwa kami akan mengambil sanksi yang diperlukan, dan kami tidak melarang apapun pada sanksi-sanksi ini," kata diplomat utama Prancis itu.
"Pertama, kami akan menjatuhkan sanksi terhadap pihak yang bersalah. Kemudian kami akan memutuskan sanksi terhadap negara (Arab Saudi)," tambahnya tanpa merinci.
Ketika ditanya apakah Paris akan mengindahkan seruan Berlin untuk menangguhkan penjualan senjata sampai kebenaran tentang pembunuhan wartawan itu ditegakkan, menteri Perancis itu mengatakan Jerman telah mengambil inisiatif terlalu dini.
"Kurasa kita harus menunggu penyelidikan untuk menemukan penjahatnya," dia menekankan.
"Adalah penting bahwa kejahatan ini harus dihukum, bahwa para pelaku diidentifikasi, bahwa kebenaran harus ditegakkan," kata Le Drian kepada radio RTL.
"Dan hari ini, meskipun pihak berwenang Saudi telah mengakui bahwa ada pembunuhan, laporan tersebut tidak ada di sini. Selama mereka yang bertanggung jawab dan keadaan di sekitar pembunuhan tidak dipublikasikan, dirilis dan dievaluasi, kami akan terus untuk menuntut kebenaran," imbuhnya seperti dikutip dari Xinhua, Kamis (1/11/2018).
Jamal Khashoggi, seorang kritikus keras Putra Mahkota Saudi Mohammad bin Salman, menghilang saat berkunjung ke konsulat Saudi di Istanbul, Turki, pada 2 Oktober.
Setelah dua minggu menyangkal, Riyadh mengakui bahwa pria berusia 60 tahun, juga seorang kolumnis Washington Post, terbunuh dalam perkelahian dengan orang-orang yang ditemuinya di konsulat Saudi. Namun Saudi tidak memberikan penjelasan tentang penyebab kematiannya.
Hingga saat ini jenazah Kahshoggi belum ditemukan.
"Dalam hal identifikasi para pelaku, dari transparansi yang akan dibuat bahwa kami akan mengambil sanksi yang diperlukan, dan kami tidak melarang apapun pada sanksi-sanksi ini," kata diplomat utama Prancis itu.
"Pertama, kami akan menjatuhkan sanksi terhadap pihak yang bersalah. Kemudian kami akan memutuskan sanksi terhadap negara (Arab Saudi)," tambahnya tanpa merinci.
Ketika ditanya apakah Paris akan mengindahkan seruan Berlin untuk menangguhkan penjualan senjata sampai kebenaran tentang pembunuhan wartawan itu ditegakkan, menteri Perancis itu mengatakan Jerman telah mengambil inisiatif terlalu dini.
"Kurasa kita harus menunggu penyelidikan untuk menemukan penjahatnya," dia menekankan.
(ian)