Saudi Transfer Rp1,5 Triliun ke AS di Tengah Kasus Khashoggi

Jum'at, 19 Oktober 2018 - 05:47 WIB
Saudi Transfer Rp1,5...
Saudi Transfer Rp1,5 Triliun ke AS di Tengah Kasus Khashoggi
A A A
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) diketahui menerima transfer dana USD100 juta atau lebih dari Rp1,5 triliun. Waktu transfer ini bersamaan dengan kunjungan Menteri Luar Negeri Michael Pompeo ke Riyadh, Selasa (16/10/2018), untuk membahas hilangnya wartawan Jamal Khashoggi .

Wartawan Arab Saudi pengkritik rezim kerajaan itu hilang sejak 2 Oktober setelah masuk ke Konsulat Saudi di Istanbul, Turki. Kedatangannya untuk memperoleh dokumen perceraian dengan mantan istrinya karena Khashoggi akan menikah dengan perempuan asal Turki.

Dalam perkembangan terbaru, Presiden Donald Trump akhirnya mengakui wartawan tersebut sudah tewas.

"Ini jelas terlihat seperti itu bagi saya," kata Trump kepada wartawan pada hari Kamis di Pangkalan Angkatan Udara Andrews ketika ditanya apakah Khashoggi sudah tewas. "Sangat menyedihkan," katanya lagi, yang dilansir Reuters, Jumat (19/10/2018).

Transfer dana itu diungkap The New York Times dan Washington Post. Belum jelas tujuan pengiriman dana tersebut. Namun, jumlah itu sama dengan jumlah uang yang dijanjikan Riyadh untuk administrasi Donald Trump guna mendukung upaya stabilisasi di Suriah.

Pemerintah Trump bersikeras bahwa waktu transfer dana sebesar itu dengan kunjungan Menlu Pompeo untuk membahas kasus hilangnya Khashoggi murni kebetulan.

Brett McGurk, utusan AS untuk koalisi anti-Islamic State (ISIS), menegaskan bahwa pembayaran uang oleh Saudi itu tidak memiliki hubungan apa pun dengan pertemuan Pompeo dengan Putra Mahkota Mohammed bin Salman yang membahas dugaan pembunuhan Khashoggi.

"Arab Saudi telah secara terbuka memberikan uang pada bulan Agustus," katanya."Transfer dana spesifik telah lama dalam proses dan tidak ada hubungannya dengan acara lain atau kunjungan menteri," ujarnya mengacu pada kunjungan Menlu Pompeo.

Namun, analis Timur Tengah tak yakin dengan argumen pejabat AS tersebut. "Kemungkinan besar, Saudi ingin Trump tahu bahwa kerja samanya dalam menangani urusan Khashoggi penting bagi raja Saudi," kata Joshua Landis, direktur Pusat Kajian Timur Tengah Universitas Oklahoma, kepada Washington Post.

"Sebagian besar janji keuangannya ke AS akan bergantung pada kerja sama ini," paparnya.
(mas)
Berita Terkait
Diserang Wartawan Soal...
Diserang Wartawan Soal Pembunuhan Khashoggi, Trump Bela MBS di Gedung Putih
Tunangan Khashoggi Peringatkan...
Tunangan Khashoggi Peringatkan Biden: Jangan Letakkan Minyak di Atas Prinsip
Anggota Dewan Kota Usulkan...
Anggota Dewan Kota Usulkan Nama Jalan Kedubes Saudi Diganti jadi Khashoggi
Jamal Khashoggi, Jurnalis...
Jamal Khashoggi, Jurnalis Arab Saudi yang Dibunuh Secara Misterius
Istri Khashoggi Desak...
Istri Khashoggi Desak Turki Serahkan Bukti Pembunuhan Suaminya
New York Times: Pembunuh...
New York Times: Pembunuh Khashoggi Terima Pelatihan Paramiliter di AS
Berita Terkini
600 Eks Pejabat Israel...
600 Eks Pejabat Israel Desak Trump Tekan Netanyahu
46 menit yang lalu
Ukraina Ledakkan Kapal...
Ukraina Ledakkan Kapal Dagang Iran di Laut Kaspia, Rusia Peringatkan Ancaman Kyiv
1 jam yang lalu
Delegasi Hamas ke Mesir...
Delegasi Hamas ke Mesir untuk Pembicaraan Fase Selanjutnya Gencatan Senjata Gaza
2 jam yang lalu
Israel Perluas Zona...
Israel Perluas Zona Kuning, Paksa Ribuan Warga Gaza Mengungsi Lagi
2 jam yang lalu
Penerbangan Netanyahu...
Penerbangan Netanyahu ke AS Melintasi Wilayah Udara Negara-negara Anggota ICC
4 jam yang lalu
Trump Cueki Netanyahu,...
Trump Cueki Netanyahu, Tetap Akan Jual Jet Tempur Siluman F-35 AS ke Turki
5 jam yang lalu
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved