Iran Klaim Rudalnya Bisa Jangkau 700 Km, Kapal AS Terancam

Rabu, 17 Oktober 2018 - 01:16 WIB
Iran Klaim Rudalnya...
Iran Klaim Rudalnya Bisa Jangkau 700 Km, Kapal AS Terancam
A A A
TEHERAN - Iran mengklaim telah memperluas jangkauan rudal balistik darat-ke-laut menjadi 700 km (435 mil). Dengan jangkauan sejauh itu, rudal tersebut akan membuat kapal militer Amerika Serikat (AS) yang beroperasi di Selat Hormuz terancam.

Klaim Teheran ini disampaikan Kepala Divisi Dirgantara Garda Revolusi Iran, Amirali Hajizadeh, yang dilansir kantor berita Fars hari Selasa. Pernyataan itu muncul di saat Teheran dan Washington sedang bersitegang.

Presiden AS Donald Trump pada Mei lalu menarik diri Washington dari perjanjian internasional mengenai program nuklir Iran 2015. Keputusan itu disertai dengan pemberlakukan kembali sanksi-sanksi Washington terhadap Teheran.

Perjanjian nuklir Iran dianggap pemerintah Trump sebagai kesepakatan cacat karena tidak termasuk pembatasan terhadap pengembangan rudal balistik Iran.

Iran, yang mengatakan program rudalnya adalah murni defensif, telah mengancam akan mengganggu pengiriman minyak melalui Selat Hormuz di Teluk jika Amerika Serikat berusaha mematikan ekspor minyak Iran.

"Kami telah berhasil membuat rudal balistik darat-ke-laut, rudal yang dapat menghantam kapal dari (jarak) 700 km," kata Hajizadeh, yang juga dilansir Reuters, Rabu (17/10/2018).

Hajizadeh mengatakan, Garda Revolusi fokus untuk memperluas jangkauan rudal darat-ke-laut setelah Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei memprediksi militer Iran sanggup menyerang kapal AS dengan proyektil balistik.

Dia tidak memberikan rincian tentang jangkauan rudal sebelumnya. Pada tahun 2008, Iran menampilkan rudal darat-ke-laut yang diklaim dapat melakukan perjalanan sekitar 290 km (180 mil).

Pada hari Senin, utusan khusus AS di Iran, Brian Hook, mengatakan bahwa program rudal balistik Tehran memperburuk ketegangan di Yaman, Irak dan Suriah. "Kami mengumpulkan risiko konflik regional jika kami tidak berbuat lebih banyak untuk mencegah proliferasi rudal Iran di Timur Tengah," kata Hook.

Pemerintah Republik Islam telah mengesampingkan perundingan dengan Washington mengenai kemampuan militernya dan menolak pernyataan AS bahwa kegiatannya di Timur Tengah memicu situasi yang tidak stabil.

Hajizadeh mengatakan beberapa rudal jarak pendek Iran telah digunakan selama dua tahun terakhir dalam perang saudara Suriah, di mana pasukan Iran telah berjuang untuk mendukung Presiden Bashar al-Assad melawan pemberontak dan gerilyawan.

Dia juga mengatakan Iran drone telah melakukan 700 serangan terhadap posisi militan Islamic Stat atau ISIS di Suriah.

Garda Revolusi Iran telah mengirim senjata dan ribuan tentara ke Suriah untuk membantu menopang Assad selama konflik yang sudah berjalan lebih dari tujuh tahun di negara tersebut.
(mas)
Berita Terkait
Pasukan AS Tewaskan...
Pasukan AS Tewaskan Dua Pentolan ISIS dalam Serangan di Suriah
Pangkalannya di Suriah...
Pangkalannya di Suriah Diserang, AS Perpanjang Operasi Kapal Induk
Pemimpin ISIS Abu al-Hasan...
Pemimpin ISIS Abu al-Hasan Tewas dalam Pertempuran
AS Bantah Berencana...
AS Bantah Berencana Menarik Diri dari Suriah dan Akhiri Pendudukan
Panglima Militer AS...
Panglima Militer AS Mendadak Kunjungi Pasukan di Suriah
Pasukan AS Klaim Tewaskan...
Pasukan AS Klaim Tewaskan Pemimpin ISIS di Suriah
Berita Terkini
350 Pegawai Pemerintah...
350 Pegawai Pemerintah Iran Tewas akibat Serangan AS dan Israel
2 jam yang lalu
Israel Akui Pesawat...
Israel Akui Pesawat Pembom AS Gunakan Pangkalan Udaranya untuk Serang Iran
3 jam yang lalu
600 Eks Pejabat Israel...
600 Eks Pejabat Israel Desak Trump Tekan Netanyahu
4 jam yang lalu
Ukraina Ledakkan Kapal...
Ukraina Ledakkan Kapal Dagang Iran di Laut Kaspia, Rusia Peringatkan Ancaman Kyiv
4 jam yang lalu
Delegasi Hamas ke Mesir...
Delegasi Hamas ke Mesir untuk Pembicaraan Fase Selanjutnya Gencatan Senjata Gaza
5 jam yang lalu
Israel Perluas Zona...
Israel Perluas Zona Kuning, Paksa Ribuan Warga Gaza Mengungsi Lagi
6 jam yang lalu
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved