Pasukan AS Klaim Tewaskan Pemimpin ISIS di Suriah
Rabu, 05 April 2023 - 08:03 WIB
loading...
Pasukan AS Klaim Tewaskan Pemimpin ISIS di Suriah. FOTO/Reuters
A
A
A
DAMASKUS - Amerika Serikat (AS) melakukan operasi militer yang menewaskan seorang pemimpin senior Daesh ( ISIS ) di Suriah pada awal pekan ini. Komando Pusat AS (CENTCOM) mengungkapkan hal itu pada Selasa (4/4/2023).
Ini menjadi pukulan terbaru bagi kelompok yang pernah menimbulkan ketakutan di Timur Tengah tersebut. “Khalid 'Aydd Ahmad Al-Jabouri bertanggung jawab atas perencanaan serangan Daesh di Eropa dan mengembangkan struktur kepemimpinan untuk kelompok tersebut,” sebut pernyataan CENTCOM, seperti dikutip dari Reuters.
Baca juga: Pejabat Militer Sebut 500 Personel ISIS Masih Aktif di Irak
Daesh menguasai sebagian wilayah Irak dan Suriah pada puncak kekuasaannya pada 2014, sebelum dipukul mundur di kedua negara. Kelompok tersebut diperkirakan memiliki 5.000 hingga 7.000 anggota dan pendukung tersebar antara Suriah dan Irak, kira-kira setengah dari mereka adalah pejuang, kata sebuah laporan PBB pada Februari.
“Tidak ada warga sipil yang tewas atau terluka dalam serangan ini,” kata CENTCOM. Dilaporkan pula bahwa kelompok tersebut terus menjadi ancaman bagi wilayah tersebut dan sekitarnya.
“Meskipun terdegradasi, kelompok tersebut tetap dapat melakukan operasi di kawasan dengan keinginan untuk menyerang di luar Timur Tengah,” kata pernyataan tersebut.
Ia menambahkan bahwa kematian Al-Jabouri akan “sementara mengganggu kemampuan kelompok tersebut untuk merencanakan serangan eksternal.”
Ini menjadi pukulan terbaru bagi kelompok yang pernah menimbulkan ketakutan di Timur Tengah tersebut. “Khalid 'Aydd Ahmad Al-Jabouri bertanggung jawab atas perencanaan serangan Daesh di Eropa dan mengembangkan struktur kepemimpinan untuk kelompok tersebut,” sebut pernyataan CENTCOM, seperti dikutip dari Reuters.
Baca juga: Pejabat Militer Sebut 500 Personel ISIS Masih Aktif di Irak
Daesh menguasai sebagian wilayah Irak dan Suriah pada puncak kekuasaannya pada 2014, sebelum dipukul mundur di kedua negara. Kelompok tersebut diperkirakan memiliki 5.000 hingga 7.000 anggota dan pendukung tersebar antara Suriah dan Irak, kira-kira setengah dari mereka adalah pejuang, kata sebuah laporan PBB pada Februari.
“Tidak ada warga sipil yang tewas atau terluka dalam serangan ini,” kata CENTCOM. Dilaporkan pula bahwa kelompok tersebut terus menjadi ancaman bagi wilayah tersebut dan sekitarnya.
“Meskipun terdegradasi, kelompok tersebut tetap dapat melakukan operasi di kawasan dengan keinginan untuk menyerang di luar Timur Tengah,” kata pernyataan tersebut.
Ia menambahkan bahwa kematian Al-Jabouri akan “sementara mengganggu kemampuan kelompok tersebut untuk merencanakan serangan eksternal.”
Lihat Juga :