Raja Salman Telepon Erdogan Bahas Hilangnya Jamal Khashoggi

Senin, 15 Oktober 2018 - 08:25 WIB
Raja Salman Telepon...
Raja Salman Telepon Erdogan Bahas Hilangnya Jamal Khashoggi
A A A
RIYADH - Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud dari Arab Saudi menelepon Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Mereka membahas hilangnya wartawan pengkritik kerajaan, Jamal Khashoggi di Konsulat Saudi di Istanbul.

Dalam percakapan telepon tersebut, Raja Salman berterima kasih kepada Presiden Turki karena menyambut usulan kerajaan untuk membentuk kelompok kerja bersama guna membahas kasus Khashoggi.

Raja yang dijuluki Penjaga Dua Masjid Suci ini, seperti dikutip SPA, Senin (15/10/2018), menegaskan bahwa kasus tersebut tidak akan merusakan hubungan Riyadh adan Ankara.Baca juga: Kasus Khashoggi, Saudi Ancam Balas jika Disanksi AS
Sementara itu, Presiden Erdogan menyampaikan bahwa dia menghargai hubungan persaudaraan kedua negara yang terhormat dan bersejarah. Dia menyatakan kesungguhannya untuk memperkuat hubungan kedua negara dan mengembangkannya.

Jamal Khashoggi adalah wartawan Saudi untuk Washington Post. Sudah setahun terakhir, dia tinggal di pengasingan di Amerika Serikat dan gencar mengkritik kebijakan kerajaan. Beberapa kritik kerasnya antara lain soal blokade Qatar dan perang di Yaman.Dia memasuki Konsulat Arab Saudi di Istanbul pada 2 Oktober 2018 untuk mendapatkan dokumen yang menyatakan bahwa dia menceraikan mantan istrinya karena akan menikah dengan perempuan Turki. Sejak masuk konsulat dia belum terlihat lagi.
Sumber-sumber pemerintah Turki mengutip investigator polisi mengatakan kepada media bahwa mereka yakin wartawan itu dibunuh dan dimutilasi tim algojo Riyadh di dalam konsulat. Mereka menggambarkannya sebagai "pembunuhan terencana".

Namun, para pejabat Arab Saudi membantah klaim tersebut. Mereka bersikeras bahwa Khashoggi sudah meninggalkan gedung konsulat tak lama setelah masuk.

Menteri Dalam Negeri Pangeran Abdulaziz bin Saud bin Nayef bin Abdulaziz membantah bahwa kerajaan memerintahkan pembunuhan terhadap wartawan tersebut. Dia menyatakan, tuduhan "pembunuhan terencana" merupakan kebohongan untuk menyudutkan kerajaan.

Sementara itu, Mesir mengaku mengikuti kasus hilangnya Khashoggi dengan keprihatinan. Kairo menyerukan penyelidikan transparan atas masalah ini.

"Mesir menekankan pentingnya mengungkapkan kebenaran tentang apa yang terjadi dalam penyelidikan transparan," kata kementerian luar negeri setempat dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip Al Jazeera.

Kairo memperingatkan terhadap mereka yang berusaha mengeksploitasi insiden itu secara politik terhadap Arab Saudi dan menekankan dukungannya kepada Riyadh untuk menghadapi situasi tersebut.
(mas)
Berita Terkait
Putra Mahkota Arab Saudi...
Putra Mahkota Arab Saudi Tiba di Turki, Kasus Khashoggi Ditutup?
Pernah Seteru soal Khashoggi,...
Pernah Seteru soal Khashoggi, Erdogan Hendak Kunjungi Arab Saudi
Tunangan Khashoggi Peringatkan...
Tunangan Khashoggi Peringatkan Biden: Jangan Letakkan Minyak di Atas Prinsip
Anggota Dewan Kota Usulkan...
Anggota Dewan Kota Usulkan Nama Jalan Kedubes Saudi Diganti jadi Khashoggi
Jamal Khashoggi, Jurnalis...
Jamal Khashoggi, Jurnalis Arab Saudi yang Dibunuh Secara Misterius
New York Times: Pembunuh...
New York Times: Pembunuh Khashoggi Terima Pelatihan Paramiliter di AS
Berita Terkini
Rentetan Penembakan...
Rentetan Penembakan Guncang Israel, 1 Tewas, 5 Luka
8 menit yang lalu
Israel Marah usai Diserang...
Israel Marah usai Diserang Rudal Iran: Teheran Harus Terbakar!
31 menit yang lalu
Iran Merudal Israel,...
Iran Merudal Israel, Trump Cegah Zionis Balas Serangan
53 menit yang lalu
Iran Tembakkan Rentetan...
Iran Tembakkan Rentetan Rudal ke Israel, Janjikan Serangan Lebih Dahsyat
1 jam yang lalu
Siapa Han Seong-sook?...
Siapa Han Seong-sook? PM Korea Selatan Perempuan Pimpin Transformasi AI
3 jam yang lalu
5 Tradisi Unik di Dunia,...
5 Tradisi Unik di Dunia, Salah Satunya Melempar Bayi di India
5 jam yang lalu
Infografis
Karier Militer Mayjen...
Karier Militer Mayjen Sineenat Wongvajirapakdi, Selir Istimewa Raja Thailand
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved