Mahathir Sebut Yahudi 'Hidung Bengkok', Tak Percaya Data Holocaust

Rabu, 03 Oktober 2018 - 00:15 WIB
Mahathir Sebut Yahudi...
Mahathir Sebut Yahudi 'Hidung Bengkok', Tak Percaya Data Holocaust
A A A
LONDON - Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad mengulangi ucapannya pada tahun 1970-an yang menyebut orang Yahudi "berhidung bengkok" (hook-nosed). Dia juga tak percaya dengan data korban Holocaust yang menyatakan 6 juta jiwa orang Yahudi dibantai rezim Nazi.

"Mereka berhidung bengkok," katanya dalam wawancara dengan BBC selama kunjungan ke Inggris, setelah penyiar media itu Zeinab Badawi bertanya mengapa dia menggunakan bahasa tersebut.

Mahathir membela diri ketika ucapannya itu dianggap ofensif."Banyak orang menyebut orang Melayu berhidung gemuk. Kami tidak keberatan, kami tidak pergi berperang untuk itu," katanya.

Dalam bukunya "The Dilema Melayu" yang terbit tahun 1970-an, Mahathir menulis; "Orang-orang Yahudi tidak hanya berhidung bengkok, tetapi memahami uang secara naluriah."

Dua stereotip anti-Semit yang ditulis Mahatahir itu dikenal digunakan oleh Nazi Jerman untuk merendahkan kaum Yahudi.

Mahathir lantas mengklaim konsensus di antara para sejarawan bahwa sekitar 6 juta orang Yahudi terbunuh dalam Holocaust adalah palsu. Menurutnya, konsensus itu menempatkan angka 4 juta jiwa.

Mahathir, yang dikenal sebagai pendukung Palestina, juga menyalahkan Israel atas kesengsaraan yang terjadi di Timur Tengah.

“Jika Anda akan jujur, masalah di Timur Tengah dimulai dengan pembentukan Israel. Itu kebenarannya," ujarnya, seperti dikutip Reuters, Rabu (3/9/2018).

Pekan lalu, Mahathir dalam pidato di Majelis Umum PBB mengklaim bahwa masyarakat internasional akan memberi "ganjaran" kepada Israel karena melakukan pelanggaran hukum internasional. Menurutnya, Israel melakukan tindakan terorisme terhadap Palestina.

Mahathir baru-baru ini memicu kemarahan di Inggris setelah dia diundang untuk berbicara di Pusat Kajian Islam Universitas Oxford dan lembaga pemikir Chatham House. Dia juga mengunjungi Imperial College London.

Surat kabar The Daily Mail melaporkan bahwa tidak ada titik di mana Perdana Menteri Malaysia ditantang atas pandangan dan pernyataannya yang anti-Semit. Kelompok-kelompok Yahudi telah memprotes kunjungan tersebut.

"Ini benar-benar mengerikan bahwa pada saat anti-Semitisme begitu mentah, seorang pria yang bangga menjadi anti-Semit sedang didekati," kata Gideon Falter, ketua Kampanye Anti-Semitisme.

"Tidak termaafkan bahwa dia diundang untuk mengunjungi lembaga pendidikan kami yang paling terkemuka dan berbagi pendapatnya dengan para mahasiswa."
(mas)
Berita Terkait
Jerman Minta Maaf setelah...
Jerman Minta Maaf setelah Menghapus Israel dari Peta
Namibia: Jerman Lakukan...
Namibia: Jerman Lakukan Genosida pada Kami, Nasib Palestina Tak Boleh Diabaikan!
Pria Malaysia Ditangkap...
Pria Malaysia Ditangkap karena Dukung Hubungan Diplomatik dengan Israel
Bantah Klaim Menteri...
Bantah Klaim Menteri Israel, Malaysia: Kami Teguh Dukung Perjuangan Palestina
Jerman Selidiki Pernyataan...
Jerman Selidiki Pernyataan Abbas tentang 50 Holocaust Israel pada Palestina
Ikuti Langkah AS, Jerman...
Ikuti Langkah AS, Jerman Terapkan Kebijakan Anti-Islam dengan Mendeportasi Aktivis Pro-Palestina
Berita Terkini
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
1 jam yang lalu
Anggaran Perang AS Membengkak,...
Anggaran Perang AS Membengkak, Pakar Militer Ini Sebut Pentagon Kurang Transparan
1 jam yang lalu
Sistem Pertahanan Udara...
Sistem Pertahanan Udara Sudah Diaktifkan, tapi Belum Ada Serangan AS ke Teheran
2 jam yang lalu
CIA Akui Agresi AS ke...
CIA Akui Agresi AS ke Iran Gagal Total, Ini 4 Indikatornya
3 jam yang lalu
Terowongan Runtuh Akibat...
Terowongan Runtuh Akibat Ledakan Pipa Gas di India, 12 Orang Tewas
4 jam yang lalu
Presiden Zelensky Pecat...
Presiden Zelensky Pecat Panglima Militer Ukraina, Rusia Untung Besar!
5 jam yang lalu
Infografis
Kapuspen TNI Tegaskan...
Kapuspen TNI Tegaskan Tak Ada Personel Datangi Polda Metro Jaya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved