S-300 Rusia Diangkut Pesawat Terbesar di Dunia ke Suriah

Selasa, 02 Oktober 2018 - 07:50 WIB
S-300 Rusia Diangkut...
S-300 Rusia Diangkut Pesawat Terbesar di Dunia ke Suriah
A A A
DAMASKUS - Rusia selama seminggu terakhir telah mengirimkan sistem rudal anti-pesawat canggihnya, S-300, ke Suriah. Senjata pertahanan itu diangkut Antonov An-124, yang dinyatakan sebagai pesawat angkut militer terbesar di dunia.

Dari segi ukuran, Antonov An-124 Ruslan atau dikenal sebagai Condor, dianggap sebagai pesawat angkut militer terbesar kedua setelah Antonov An-225 Mriya. Pesawat Mriya buatan Rusia adalah pesawat terberat yang pernah dibuat dan memiliki lebar sayap pesawat terbesar, yakni 88,4 meter (290 kaki). Dengan berat kosong 314 ton, pesawat Mriya hanya dibuat satu unit saja.Sedangkan pesawat Ruslan memiliki berat 192 ton dan memiliki lebar sayap 73,3 meter (240 kaki).

Kedua pesawat itu, yang digunakan oleh Angkatan Udara Rusia serta beberapa operator kargo, ditemukan oleh para penggemar pesawat yang melacak pergerakan pesawat (juga dikenal sebagai aircraft spotters), di rute Rusia-Suriah selama beberapa hari terakhir.

Rusia mengatakan pihaknya mulai memasok sistem pertahanan udara S-300 ke Suriah pada hari Jumat lalu, meski ada protes dari Israel. Menurut laporan Ynet yang dilansir Times of Israel, Selasa (2/10/2018), pesawat Ruslan pertama terlihat tiba di Pangkalan Udara Khmeimim di dekat Latakia, Suriah pada Kamis malam.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov dalam konferensi pers di sela-sela Sidang Ke-73 Majelis Umum PBB mengumumkan pengiriman senjata pertahanan tersebut. "Sistem anti-pesawat akan dikhususkan untuk memastikan 100 persen keselamatan dan keamanan orang-orang kami di Suriah," katanya.

Keputusan Moskow untuk memasok sistem itu ke Suriah telah menimbulkan kekhawatiran di pihak Tel Aviv. Seorang pejabat senior Israel mengatakan pada Sabtu lalu bahwa kepemilikan S-300 Suriah merupakan tantangan serius bagi negara mayoritas Yahudi itu. Namun, kata dia, Israel sedang mengupayakan cara untuk mencegah penempatan sistem itu menjadi ancaman besar bagi keamanan negara.

“S-300 adalah tantangan rumit bagi negara Israel. Kami berurusan dengan (keputusan), dengan cara yang berbeda, tidak harus dengan mencegah pengiriman (sistem anti-pesawat)," kata pejabat yang berbicara dalam kondisi anonim tersebut.

Pejabat itu percaya Presiden Rusia Vladimir Putin memahami bahwa ketika Moskow membuat langkah, Israel mencadangkan hak untuk melindungi dirinya sendiri dan mendapat dukungan dari Amerika Serikat.

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu pada hari Jumat mengkritik langkah Rusia sebagai keputusan yang tidak bertanggung jawab. Namun, dia mengatakan bahwa Israel berkomitmen untuk terus mempertahankan saluran deconfliction dengan Moskow dalam operasi militernya di wilayah Suriah.

Berbicara kepada CNN di New York setelah sidang tahunan Majelis Umum PBB, Netanyahu mengatakan bahwa dia sudah berbicara kepada Putin awal bulan ini setelah pasukan Suriah menanggapi serangan udara Israel dengan sistem rudal S-200 secara keliru, yakni menembak jatuh pesawat pengintai militer Il-200 Rusia dan menewaskan 15 tentara Moskow.

"Mari kita lanjutkan deconfliction-nya, tetapi pada saat yang sama, saya mengatakan kepadanya dengan sangat hormat dan sangat jelas bahwa Israel akan melakukannya, akan terus melakukan apa yang harus dilakukan untuk mempertahankan dirinya," katanya.

Dia mengatakan kedua pihak ingin menghindari bentrokan militer di Suriah, namun mencatat bahwa banyak militer dan kelompok lain yang beroperasi di wilayah Suriah, membuat wilayah itu sangat ramai meski di ruang udara yang kecil.

"Melewati kekacauan ini, kami dapat bertahan selama tiga tahun untuk menghindari bentrokan antara antara pasukan Rusia dan Israel," katanya. "Saya pikir ada keinginan dari pihak kami dan pihak Rusia untuk menghindari bentrokan," katanya.
(mas)
Berita Terkait
Serang Bandara Suriah,...
Serang Bandara Suriah, Rusia Minta Klarifikasi Israel
Rusia Desak Israel Hentikan...
Rusia Desak Israel Hentikan Serangan Udara di Suriah
Bombardir Suriah, 8...
Bombardir Suriah, 8 Rudal Israel Rontok Oleh Sistem Pertahanan Rusia
Israel Terus Melancarkan...
Israel Terus Melancarkan Serangan ke Suriah, Rusia Ancam Tel Aviv
4 Alasan Israel Ingin...
4 Alasan Israel Ingin Rusia Pertahankan Pangkalan di Suriah, Salah Satunya Menekan Pengaruh Turki
Kecam Invasi Israel...
Kecam Invasi Israel ke Suriah, Rusia Tarik Aset Militernya
Berita Terkini
Drone Iran Gempur Armada...
Drone Iran Gempur Armada Kelima AS di Bahrain
7 menit yang lalu
Suara Ledakan Terdengar...
Suara Ledakan Terdengar di Bandar Abbas dan Pulau Qeshm, Iran Segera Balas Serangan AS
1 jam yang lalu
Biksu Buddha di China...
Biksu Buddha di China Dilaporkan Ditahan usai Peringati Peristiwa Tiananmen
1 jam yang lalu
Trump Akui AS Balas...
Trump Akui AS Balas Penembakan Helikopter oleh Iran, Meski Awalnya Meremehkan
2 jam yang lalu
AS Serang Iran, Balas...
AS Serang Iran, Balas Jatuhnya Helikopter AH-64 Apache Dekat Selat Hormuz
2 jam yang lalu
9 Negara yang Memiliki...
9 Negara yang Memiliki Anggaran Terbesar Mengembangkan Bom Nuklir
4 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved