China Bilang Masalah Rohingya Tak Boleh Diinternasionalkan

Jum'at, 28 September 2018 - 10:45 WIB
China Bilang Masalah...
China Bilang Masalah Rohingya Tak Boleh Diinternasionalkan
A A A
NEW YORK - Pemerintah China menyatakan masalah Rohingya seharusnya tidak rumit dan tidak boleh diperluas atau "diinternasionalkan". Pernyataan ini muncul di saat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bersiap untuk membentuk badan guna membeberkan bukti pelanggaran hak asasi manusia di Myanmar.

Dewan Hak Asasi Manusia PBB memberikan suara pada Kamis untuk membentuk badan itu. Badan tersebut akan mencari kemungkinan terjadinya genosida di negara bagian Rakhine di Myanmar barat.

China, Filipina, dan Burundi menentang langkah tersebut. Ketiga negara ini mengklaim didukung oleh lebih dari 100 negara.

Selama setahun terakhir, lebih dari 700.000 warga Muslim Rohingya telah melarikan diri dari Myanmar—negara mayoritas Buddha—ke negara tetangga; Bangladesh. Mereka menghindari kekerasan dalam operasi militer sebagai respons terhadap serangan gerilyawan Rohingya terhadap pos-pos polisi di negara tersebut.

PBB telah menyebut tindakan militer Myanmar sebagai "pembersihan etnis". Namun, tuduhan itu ditolak oleh Myanmar yang menyalahkan "teroris" Rohingya sebagai penyebab masalah.

China dikenal memiliki hubungan dekat dengan Myanmar. Beijing telah mendukung apa yang disebut pejabat Myanmar sebagai operasi kontra-pemberontakan yang sah di Rakhine. Beijing juga telah membantu untuk memblokir resolusi tentang krisis Rohingya di Dewan Keamanan PBB.

Berbicara kepada Menteri Luar Negeri Bangladesh Abul Hasan Mahmood Ali dan Menteri untuk Kantor Penasihat Negara Myanmar Kyaw Tint Swe di New York pada hari Kamis, Penasihat Negara China Wang Yi mengatakan bahwa masalah Rakhine adalah masalah yang kompleks dan bersejarah.

"Masalah negara Rakhine pada dasarnya adalah masalah antara Myanmar dan Bangladesh. China tidak menyetujui untuk menyulitkan, memperluas atau menginternasionalkan masalah ini," kata Wang, yang pernyataannya dilansir Kementerian Luar Negeri China, Jumat (28/9/2018).

China berharap bahwa Myanmar dan Bangladesh dapat menemukan resolusi melalui pembicaraan. Beijing bersedia untuk terus membantu menyediakan platform untuk komunikasi keduanya.

"Komunitas internasional, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, juga dapat memainkan peran konstruktif dalam hal ini," kata Wang, seperti dikutip Reuters.

Pernyataan Wang menambahkan bahwa Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres juga menghadiri pertemuan yang diadakan di sela-sela sidang Majelis Umum PBB tersebut.
(mas)
Berita Terkait
Bangladesh Minta Bantuan...
Bangladesh Minta Bantuan China Pulangkan Pengungsi Rohingya ke Myanmar
Bangladesh Pindahkan...
Bangladesh Pindahkan Ratusan Pengungsi Rohingya ke Pulau Terpencil
7 Fakta Coxs Bazar Kamp...
7 Fakta Coxs Bazar Kamp Pengungsi Terbesar di Dunia, Hidup Tanpa Status Kewarganegaraan di Negara Orang
Peringati Eksodus ke...
Peringati Eksodus ke Bangladesh, Pengungsi Rohingya Lakukan Aksi Bungkam
Tentara Myanmar Akui...
Tentara Myanmar Akui Pembunuhan Massal dan Pemerkosaan pada Rohingya
1.600 Rohingya Dipindah...
1.600 Rohingya Dipindah ke Pulau Terpencil, Ada yang Mengaku Dipaksa
Berita Terkini
Pentagon Mengungkap...
Pentagon Mengungkap Kumpulan Data UFO Baru, Apakah Banyak Kejutan?
16 menit yang lalu
Koridor Dagang Ankara...
Koridor Dagang Ankara dan Riyadh Buat Israel Ketar-ketir, Ini 3 Pemicunya
1 jam yang lalu
Jenazah Ayatollah Khamenei...
Jenazah Ayatollah Khamenei Akan Dimakamkan pada 9 Juli
5 jam yang lalu
PM Pakistan: Perjanjian...
PM Pakistan: Perjanjian Damai Iran dan AS Terwujud dalam 24 Jam Mendatang
6 jam yang lalu
3 Alasan Provinsi Alberta...
3 Alasan Provinsi Alberta Ingin Tinggalkan Kanada dan Bergabung dengan AS
6 jam yang lalu
Pasukan Elite AS Siapkan...
Pasukan Elite AS Siapkan Skenario Caplok Uranium Iran, tapi Kenapa Tidak Dilaksanakan?
8 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved