Sistem Rudal S-300 Rusia akan Menutup Wilayah Udara Suriah

Selasa, 25 September 2018 - 16:22 WIB
Sistem Rudal S-300 Rusia...
Sistem Rudal S-300 Rusia akan Menutup Wilayah Udara Suriah
A A A
MOSKOW - Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan negara manapun memiliki hak mutlak untuk memberikan bantuan pertahanan kepada mitranya. Pernyataan ini merespons keputusan militer Moskow yang akan memasok sistem rudal pertahanan S-300 kepada Suriah usai insiden jatuhnya pesawat Il-20 Moskow.

Pernyataan itu disampaikan Direktur Departemen Nonproliferasi dan Pengawasan Senjata Kementerian Luar Negeri Rusia, Vladimir Ermakov, Selasa (25/9/2018).

Menurutnya, pasokan S-300 Rusia ke rezim Damaskus akan dapat menutup wilayah udara Suriah jika diperlukan. Menurutnya, permintaan agar Moskow tidak mengirim S-300 ke Suriah, tidak memiliki efek lagi.

"Tidak ada apa pun di bidang pengurangan senjata ofensif strategis, persenjataan rudal dan senjata nuklir, tetapi perjanjian Rusia-Amerika Serikat. Dan situasi saat ini memungkinkan untuk berasumsi bahwa kemungkinan menyimpulkan beberapa perjanjian baru di tahun-tahun mendatang tidak sangat tinggi," kata Ermakov dalam konferensi pers.

Seperti diberitakan sebelumnya, pada hari Senin, Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu mengumumkan bahwa Moskow akan menyediakan sistem pertahanan udara S-300 yang canggih kepada Suriah untuk meningkatkan keamanan prajurit Rusia yang ditempatkan di negara itu. Keputusan itu diambil setelah pesawat Il-20 Rusia ditembak jatuh sistem rudal S-200 Suriah yang sedang merespons serangan empat jet tempur F-16 Israel di Latakia pada 17 September 2018.

Menanggapi pernyataan Penasihat Keamanan Nasional AS, John Bolton, bahwa pengiriman S-300 ke Suriah akan menjadi "eskalasi signifikan" oleh Moskow, Ermakov menyatakan bahwa sistem S-300 dimaksudkan untuk tujuan defensif. Menurutnya, AS memalsukan fakta ketika mengatakan bahwa pasokan Rusia akan melanggar keamanan nasionalnya.

"Sistem ini murni defensif, jadi ketika AS mengatakan bahwa senjata defensif merusak keamanan nasional, itu fudging," katanya.

Selain itu, Ermakov menyatakan bahwa langkah-langkah itu akan mengarah pada stabilisasi, bukan eskalasi.

"Bahkan, tindakan seperti itu akan mengarah pada stabilisasi kawasan, karena kita akan dapat menutup wilayah udara di mana itu diperlukan, dan, pertama-tama, prajurit kami yang memenuhi tugas internasional mereka atas undangan pemerintah Suriah akan dilindungi," Kata Ermakov, seperti dikutip Sputnik.

Bolton sebelumnya memperingatkan Moskow akan bahaya dari memasok sistem rudal S-300 kepada rezim Suriah.

"Kami pikir memperkenalkan S-300 kepada pemerintah Suriah akan menjadi eskalasi signifikan oleh Rusia dan sesuatu yang kami harap, jika laporan pers ini akurat, mereka akan mempertimbangkan kembali (keputusannya)," katanya.

"Tidak boleh ada kesalahpahaman di sini. Pihak yang bertanggung jawab atas serangan di Suriah dan Lebanon dan benar-benar pihak yang bertanggung jawab atas penembakan pesawat Rusia adalah Iran," kata Bolton kepada wartawan.
(mas)
Berita Terkait
Amerika Serikat Tuduh...
Amerika Serikat Tuduh Rusia Mengacau Kawasan Mediterania
Perang Saudara Suriah:...
Perang Saudara Suriah: Kubu yang Bertempur dan 4 Negara Kuat sebagai Beking
Amerika Serikat Dituduh...
Amerika Serikat Dituduh sebagai Pencuri Minyak Suriah, Benarkah?
Rusia: AS Tolak Hadiri...
Rusia: AS Tolak Hadiri Pertemuan Bahas Situasi Suriah
Rusia-AS Dilaporkan...
Rusia-AS Dilaporkan Mulai Patroli Bersama di Suriah
Rusia Sebut Tentara...
Rusia Sebut Tentara AS Coba Hadang Konvoi Militer Mereka di Suriah
Berita Terkini
Iran Sebut Sanksi AS...
Iran Sebut Sanksi AS yang Diperbarui Langgar MoU, Langkah itu Mulai Berlaku Penuh 17 Juli
17 menit yang lalu
Harga Minyak Melonjak...
Harga Minyak Melonjak setelah AS Cabut Izin Umum Penjualan Minyak Iran
1 jam yang lalu
AS Serang Iran dan Cabut...
AS Serang Iran dan Cabut Pengecualian Sanksi Sementara untuk Minyak Iran
2 jam yang lalu
Apa itu Administrasi...
Apa itu Administrasi Gaza yang Baru setelah Pemerintahan Hamas Bubar?
11 jam yang lalu
Hamas Bubarkan Pemerintahannya...
Hamas Bubarkan Pemerintahannya di Gaza, Bagaimana Selanjutnya?
12 jam yang lalu
Desa-desa Kristen Lebanon...
Desa-desa Kristen Lebanon Tolak Klaim Pencaplokan Netanyahu: Sama Sekali Salah
13 jam yang lalu
Infografis
Sistem Pertahanan S-400...
Sistem Pertahanan S-400 India Dihancurkan oleh Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved