Harvard dan Lebih dari 150 Universitas AS Gugat Pemerintahan Trump

Rabu, 23 April 2025 - 12:33 WIB
loading...
Harvard dan Lebih dari...
Presiden AS Donald Trump digugat banyak universitas di negara itu. Foto/fox news
A A A
WASHINGTON - Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan mereka akan menanggapi gugatan Harvard terhadap mereka di pengadilan setelah universitas Ivy League tersebut mengajukan gugatan pada Senin (21/4/2025) yang menentang pembekuan dana federal senilai USD2,2 miliar.

Gugatan Harvard menandai eskalasi dalam perjuangan Harvard untuk mempertahankan otonomi akademis dalam menghadapi tuntutan pemerintahan Presiden AS Donald Trump.

Dalam surat kepada komunitas Harvard, Presiden universitas Alan M. Garber mengatakan, "Tuntutan ilegal pemerintahan tersebut akan memaksakan kendali yang belum pernah terjadi sebelumnya dan tidak pantas atas universitas."

Garber juga mengatakan, “Ancaman pemerintahan Trump akan memiliki konsekuensi nyata yang nyata bagi para pasien, mahasiswa, fakultas, staf, peneliti, dan kedudukan pendidikan tinggi Amerika di dunia."

Dalam pengaduannya untuk bantuan deklaratif dan perintah, universitas tersebut mengatakan dalam beberapa jam setelah menerima pembekuan dana, universitas tersebut mulai menerima perintah penghentian kerja yang "membahayakan penelitian medis, ilmiah, teknologi, dan lainnya yang vital", serta berita pemerintah berencana menarik dana tambahan sebesar USD1 miliar untuk penelitian kesehatan.

Pengaduan tersebut juga mengatakan pemerintah telah mengancam menghentikan pendanaan federal sebesar USD8,7 miliar untuk lima rumah sakit di Boston, "entitas perusahaan independen" yang "tidak berada di bawah kendali Harvard", menyebutnya sebagai keputusan yang sewenang-wenang.

Yang lebih penting, dikatakan, “Pemerintah tidak—dan tidak dapat—mengidentifikasi hubungan rasional apa pun antara masalah antisemitisme dan penelitian medis, ilmiah, teknologi, dan lainnya yang telah dibekukan yang bertujuan menyelamatkan nyawa orang Amerika, mendorong keberhasilan Amerika, menjaga keamanan Amerika, dan mempertahankan posisi Amerika sebagai pemimpin global dalam inovasi."

Penelitian medis yang dikatakan terancam termasuk meningkatkan prospek anak-anak yang selamat dari kanker, memahami pada tingkat molekuler bagaimana kanker menyebar ke seluruh tubuh, dan memprediksi penyebaran wabah penyakit menular.

Juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan pada hari Selasa bahwa lembaga penelitian elit tersebut telah menempatkan dirinya dalam posisi kehilangan dana federal.

150 Universitas Memprotes Campur Tangan Pemerintah


Sikap Harvard tampaknya telah menggerakkan universitas lain untuk bertindak karena lebih dari 150 presiden perguruan tinggi dan universitas AS ikut menandatangani surat yang mengecam "kelebihan jangkauan pemerintah yang belum pernah terjadi sebelumnya dan campur tangan politik yang kini membahayakan pendidikan tinggi Amerika" oleh pemerintahan Trump.

Surat tersebut mungkin merupakan tanda terbesar sejauh ini bahwa lembaga pendidikan AS bersatu menghadapi serangan pemerintah terhadap independensi mereka.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Wabah Flu Serang Pangkalan...
Wabah Flu Serang Pangkalan AS, 159 Tentara Jatuh Sakit
Israel Bunuh Jurnalis...
Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera dalam Serangan Udara di Gaza, Menuduhnya Milisi Hamas
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG Indonesia
Marahnya Warga Israel...
Marahnya Warga Israel atas Kesepakatan AS-Iran: Kami Dikhianati Trump, Ini Kesalahan Besar
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, Militer AS Waspada
Trump Klaim Kesepakatan...
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Selamatkan Dunia dari Bencana Ekonomi
Delegasi Iran Berangkat...
Delegasi Iran Berangkat ke Swiss Negosiasi dengan AS, Perang Bakal Berakhir?
Kisah Anjing Lucu Curi...
Kisah Anjing Lucu Curi Perhatian selama Piala Dunia 2026, Punya Arti Spesial buat Pemiliknya
Rekomendasi
HUT ke-499 Jakarta,...
HUT ke-499 Jakarta, Transportasi Umum dan Tempat Wisata Gratis juga Berlaku bagi Warga KTP Non-DKI
Dukung Pendanaan UMKM,...
Dukung Pendanaan UMKM, Easycash Perkuat Tata Kelola dan Manajemen Risiko
BMKG Deteksi Siklon...
BMKG Deteksi Siklon Tropis Mekkhala, Ingatkan Potensi Hujan Lebat
Berita Terkini
Meski IRGC Tutup Selat...
Meski IRGC Tutup Selat Hormuz, Perundingan Damai AS dan Iran Digelar di Swiss
Wabah Flu Serang Pangkalan...
Wabah Flu Serang Pangkalan AS, 159 Tentara Jatuh Sakit
Raja Charles Inggris...
Raja Charles Inggris Akan Ungkap Tagihan Pajak Pribadinya, Berapa Besar?
Pilot Australia Terbangkan...
Pilot Australia Terbangkan 2 Buronan Paling Dicari ke Indonesia via Penerbangan Gelap
Israel Bunuh Jurnalis...
Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera dalam Serangan Udara di Gaza, Menuduhnya Milisi Hamas
India Gempar, Seorang...
India Gempar, Seorang Ibu Diperkosa Beramai-ramai di Depan Anaknya
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved