Trump Stop Bantuan Rp370 Miliar untuk RS Palestina

Minggu, 09 September 2018 - 05:24 WIB
Trump Stop Bantuan Rp370...
Trump Stop Bantuan Rp370 Miliar untuk RS Palestina
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memerintahkan bantuan USD25 juta (Rp370 miliar) yang dialokasikan untuk rumah sakit Palestina di Yerusalem Timur dihentikan. Dia minta bantuan itu dialihkan ke tempat lain.

Perintah Trump itu disampaikan seorang pejabat Departemen Luar Negeri pada hari Sabtu.

Pemimpin Amerika itu sejak beberapa bulan lalu menyerukan peninjauan ulang bantuan AS kepada Palestina. Dia ingin memastikan bahwa dana tersebut dibelanjakan sesuai dengan kepentingan nasional dan memberikan nilai kepada pembayar pajak.

"Sebagai hasil dari tinjauan itu, sesuai arah Presiden, kami akan mengalihkan sekitar USD25 juta yang semula direncanakan untuk Jaringan Rumah Sakit Yerusalem Timur," kata pejabat tersebut yang berbicara dalam kondisi anonim, seperti dikutip Reuters, Minggu (9/9/2018).

"Dana itu akan masuk ke proyek prioritas tinggi di tempat lain," lanjut pejabat tersebut.

Pemotongan atau pengalihan bantuan ini adalah yang terbaru dalam sejumlah tindakan oleh pemerintahan Trump yang telah mengasingkan orang-orang Palestina. Tindakan lain yang membuat Palestina marah adalah pengakuan sepihak AS bahwa Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel dan memindahkan Kedutaan AS dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Langkah itu membalik kebijakan AS yang lama dan memicu kepemimpinan Palestina untuk memboikot upaya perdamaian Washington yang dipimpin oleh Jared Kushner, penasihat senior sekaligus menantu Trump.

Bulan lalu, administrasi Trump mengatakan akan mengalihkan USD200 juta dana dukungan untuk program ekonomi Palestina di Tepi Barat dan Gaza.

Pada akhir Agustus, administrasi Trump juga menghentikan semua pendanaan ke Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA). Keputusan itu semakin memperkuat ketegangan Washington dengan Palestina yang dipimpin Presiden Mahmoud Abbas.

Kementerian Luar Negeri Palestina mengatakan, pemotongan bantuan terbaru oleh pemerintah Trump adalah bagian dari upaya AS untuk melikuidasi Palestina. Menurut kementerian tersebut, tindakan AS akan mengancam kehidupan ribuan warga Palestina dan mata pencaharian ribuan karyawan rumah sakit.

"Eskalasi Amerika yang berbahaya dan tidak adil ini telah melintasi semua garis merah dan dianggap sebagai agresi langsung terhadap rakyat Palestina," katanya.
(mas)
Berita Terkait
3 Alasan Donald Trump...
3 Alasan Donald Trump Mengusir Para Simpatisan Palestina dari Amerika Serikat
5 Alasan Donald Trump...
5 Alasan Donald Trump Tak Akan Pernah Membela Palestina
3 Kebijakan Kontroversial...
3 Kebijakan Kontroversial Donald Trump yang Dianggap Anti-Palestina
Presiden AS Donald Trump...
Presiden AS Donald Trump Dilema, Bela Qatar atau Israel
Alasan Amerika Serikat...
Alasan Amerika Serikat Tak Mengakui Palestina sebagai Negara Merdeka
Donald Trump: Tidak...
Donald Trump: Tidak Ada yang Mengusir Rakyat Palestina dari Gaza
Berita Terkini
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
1 jam yang lalu
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
3 jam yang lalu
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
4 jam yang lalu
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
5 jam yang lalu
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
6 jam yang lalu
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
8 jam yang lalu
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Larang Ondel-ondel Digunakan untuk Ngamen di Jalanan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved