Saudi Cs Akui Serangannya Tewaskan 40 Anak-anak di Yaman

Minggu, 02 September 2018 - 06:41 WIB
Saudi Cs Akui Serangannya...
Saudi Cs Akui Serangannya Tewaskan 40 Anak-anak di Yaman
A A A
RIYADH - Koalisi yang dipimpin Arab Saudi di Yaman mengakui serangan udara yang menewaskan puluhan orang, termasuk anak-anak di sebuah bus. Koalisi Arab mengatakan serangan itu tidak dapat dibenarkan dan berjanji untuk meminta pertanggung jawaban siapa pun yang berkontribusi terhadap kesalahan itu.

Pengakuan langka ini mengikuti tekanan internasional, termasuk dari sekutu, untuk berbuat lebih banyak membatasi korban sipil dalam perang saudara 3,5 tahun. Perang di Yaman telah menewaskan lebih dari 10.000 orang dan mendorong negara yang sudah miskin itu ke jurang kelaparan.

Koalisi Arab mengatakan pada saat serangan udara 9 Agustus di sebuah pasar di Provinsi Saada menargetkan peluncur rudal yang digunakan untuk menyerang Arab Saudi selatan sehari sebelumnya. Koalisi Arab menuduh Houthi menggunakan anak-anak sebagai perisai manusia.

Tim Penilai Insiden Bersama (JIAT), sebuah badan investigasi yang dibentuk oleh koalisi Arab, mengatakan bahwa serangan itu didasarkan pada informasi intelijen yang menunjukkan bus itu membawa pemimpin Houthi, target militer yang sah. Tetapi penundaan dalam melaksanakan penyerangan dan penerimaan perintah tidak menyerang harus diselidiki lebih lanjut.

"Ada penundaan yang jelas dalam mempersiapkan jet tempur pada waktu dan tempat yang sesuai, sehingga kehilangan (peluang) untuk menargetkan bus ini sebagai target militer di area terbuka untuk menghindari kerusakan tambahan," kata penasihat hukum JIAT, Mansour Ahmed al-Mansour kepada wartawan di Ibu Kota Saudi.

"Tim percaya bahwa pasukan koalisi harus segera meninjau penerapan aturan keterlibatan mereka untuk memastikan kepatuhan," tambahnya seperti dikutip dari Reuters, Minggu (2/9/2018).

Koalisi kemudian mengumumkan bahwa mereka menerima temuan tersebut dan berjanji untuk meminta pertanggungjawaban siapa pun yang terbukti telah melakukan kesalahan.

"Komando Pasukan Gabungan Koalisi menyatakan penyesalan atas kesalahan itu, menyampaikan simpati, belasungkawa dan solidaritas kepada keluarga korban," kata pernyataan yang disiarkan oleh kantor berita Saudi, SPA.

Koalisi mengatakan akan berkoordinasi dengan pemerintah Yaman untuk memberi kompensasi kepada korban dan akan terus meninjau kembali aturan keterlibatan untuk mencegah terulangnya insiden semacam itu.

Pekan lalu, sebuah panel ahli HAM PBB mengatakan bahwa beberapa serangan udara koalisi mungkin merupakan kejahatan perang. Di Washington, Menteri Pertahanan Jim Mattis mengatakan dukungan AS untuk koalisi yang dipimpin Saudi itu tidak tanpa syarat, tetapi menyarankan Amerika Serikat akan terus mendukung aliansi karena bekerja untuk mengurangi kejatuhan pada warga sipil.
(ian)
Berita Terkait
Gencatan Senjata Berakhir!...
Gencatan Senjata Berakhir! Perang Houthi dan Arab Saudi Bisa Pecah Kapan Saja
Yaman Umumkan Pembentukan...
Yaman Umumkan Pembentukan Pemerintahan Baru
Arab Saudi Ancam STC...
Arab Saudi Ancam STC yang Ingin Menguasai Hadramaut
Balas Dendam, Arab Saudi...
Balas Dendam, Arab Saudi Mengamuk di Yaman
Saudi Berhasil Bersihkan...
Saudi Berhasil Bersihkan 400.000 Ranjau Darat di Yaman
Yaman Terpecah Belah,...
Yaman Terpecah Belah, Akankah Intervensi Arab Saudi dan UEA Sukses?
Berita Terkini
Pertahanan Udara AS...
Pertahanan Udara AS Kewalahan Hadapi Rudal-rudal Iran yang Kian Canggih
20 menit yang lalu
Waspada! AS Rencanakan...
Waspada! AS Rencanakan Perang yang Lebih Luas dengan Iran
47 menit yang lalu
Saat Banyak Orang Bermigrasi...
Saat Banyak Orang Bermigrasi ke Berlin, tapi 288.000 Warga Jerman Justru Pilih Tinggalkan Negaranya
3 jam yang lalu
Zelensky Ditekan untuk...
Zelensky Ditekan untuk Pecat Jenderal Tertinggi Ukraina di Tengah Perang Melawan Rusia
4 jam yang lalu
Khalil al-Hayya Jadi...
Khalil al-Hayya Jadi Pemimpin Hamas, Perjuangan Gaza Makin Konfrontatif atau Pragmatis?
4 jam yang lalu
Profil Sheikh Miqdad,...
Profil Sheikh Miqdad, Ulama Palestina yang Ditangkap Pasukan Indonesia dan Dikhawatirkan Diserahkan ke Israel
5 jam yang lalu
Infografis
Gejala HMPV pada Anak,...
Gejala HMPV pada Anak, Penyakit yang Mewabah di China
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved