AS akan Gigih Ladeni Gugatan Iran di Mahkamah Internasional

Selasa, 28 Agustus 2018 - 11:41 WIB
AS akan Gigih Ladeni...
AS akan Gigih Ladeni Gugatan Iran di Mahkamah Internasional
A A A
WASHINGTON - Amerika Serikat akan membela dengan penuh gigih di Pengadilan Internasional melawan gugatan Iran di Mahkamah Internasional di Den Haag yang dimulai Selasa (28/8/2018).

Gugatan diajukan Teheran setelah Washington memberlakukan kembali sanksinya sebagai konsekuensi keputusan Presiden Donald Trump yang menarik AS keluar dari kesepakatan nuklir 2015 yang bernama resmi Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) 2015.

"Kami akan dengan gigih mempertahankan klaim-klaim Iran yang tak berdaya minggu ini di Den Haag," kata Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Michael Pompeo.

Dia mengatakan, gugatan Iran di Mahkamah Internasional adalah upaya untuk mengganggu hak kedaulatan Amerika Serikat untuk mengambil tindakan hukum, termasuk pengenaan kembali sanksi yang diperlukan untuk melindungi keamanan nasional Amerika Serikat.

"Proses yang dilembagakan oleh Iran adalah penyalahgunaan pengadilan," ujar Pompeo, seperti dikutip AFP.

Dalam argumen lisan di Den Haag, wakil dari Iran; Mohsen Mohebi, menuduh Washington merencanakan "pencekikan ekonomi" terhadap Teheran.

Pompeo membalas argumen itu dengan mengatakan; "Presiden Trump menarik diri dari JCPOA karena alasan sederhana; gagal menjamin keamanan rakyat Amerika dari risiko yang diciptakan oleh para pemimpin Iran."

JCPOA diteken Iran dengan enam negara kekuatan dunia tahun 2015, yakni AS, Rusia, Inggris, Prancis, Jerman dan China. Kala itu, AS dipimpin Presiden Barack Obama. Sejak Trump berkuasa, dia nekat membuktikan ancamannya untuk menarik AS keluar dari JCPOA.

Dalam JCPOA 2015, Iran bersedia mengekang program nuklirnya. Sebagai imbalannya, sanksi internasional terhadap Teheran dicabut.

Reimposisi sanksi AS telah menambah kesengsaraan ekonomi Iran dan memicu protes massa di berbagai kota di negeri para Mullah itu.

Sanksi Washington menargetkan transaksi keuangan dan impor bahan baku, mobil dan pesawat terbang dan lain-lain.
(mas)
Berita Terkait
Iran Akan Pertimbangkan...
Iran Akan Pertimbangkan Negosiasi Langsung dengan Amerika Serikat
AS, Iran dan Anggota...
AS, Iran dan Anggota JCPOA Bakal Bertemu di Wina Minggu Depan
AS Ancam Sanksi Negara...
AS Ancam Sanksi Negara yang Tolak Klausul Snapback Diaktifkan
Lagi, Presiden Iran...
Lagi, Presiden Iran Ajukan Syarat Duduk Satu Meja dengan AS
Rouhani Sebut Iran Dapat...
Rouhani Sebut Iran Dapat Perkaya Uranium Hingga 90%
Iran Tolak Pertemuan...
Iran Tolak Pertemuan dengan AS di Wina
Berita Terkini
Uang Senilai Rp185 Miliar...
Uang Senilai Rp185 Miliar dan 40 Kg Emas Disita, Lagi-lagi Terkait Korupsi Wakil Menteri
7 menit yang lalu
Daftar Teroris Indonesia...
Daftar Teroris Indonesia yang Pernah Diburu Interpol, Nomor 1 Buron Internasional Bertahun-tahun
55 menit yang lalu
Laut Merah Memanas,...
Laut Merah Memanas, Houthi Yaman Serang 2 Kapal Tanker Minyak Arab Saudi
1 jam yang lalu
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Kemenangan Besar bagi Riyadh
2 jam yang lalu
AS Ancam Malaysia setelah...
AS Ancam Malaysia setelah Anwar Ibrahim Ingin Usir Seluruh Warga Israel
2 jam yang lalu
Jenderal Tertinggi AS...
Jenderal Tertinggi AS Ungkap Jet Tempur F-16 Ukraina Tembak Jatuh Su-35 Rusia dalam Duel Langit
3 jam yang lalu
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved