Uni Eropa Kucurkan Dana Bantuan untuk Iran, AS Kesal

Sabtu, 25 Agustus 2018 - 07:39 WIB
Uni Eropa Kucurkan Dana...
Uni Eropa Kucurkan Dana Bantuan untuk Iran, AS Kesal
A A A
WASHINGTON - Utusan Amerika Serikat (AS) untuk Iran mengkritik keputusan Uni Eropa (UE) memberikan bantuan Rp301 miliar untuk Teheran. Menurutnya, bantuan itu mengirimkan "pesan yang salah pada waktu yang salah". Ia pun meminta Brussels untuk membantu Washington mengakhiri ancaman Iran terhadap stabilitas global.

"Bantuan asing dari pembayar pajak Eropa melanggengkan kemampuan rezim untuk mengabaikan kebutuhan rakyatnya dan menghambat perubahan kebijakan yang berarti," kata Brian Hook, perwakilan khusus AS untuk Iran, dalam sebuah pernyataan.

"Rakyat Iran menghadapi tekanan ekonomi yang sangat nyata yang disebabkan oleh korupsi, salah urus, dan investasi mendalam pemerintah mereka dalam terorisme dan konflik luar negeri," tambahnya.

"Amerika Serikat dan Uni Eropa harus bekerja sama untuk mencari solusi abadi yang benar-benar mendukung rakyat Iran dan mengakhiri ancaman rezim terhadap stabilitas regional dan global," tukasnya seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (25/8/2018).

Keputusan Uni Eropa pada hari Kamis untuk memberikan Rp301 miliar dalam bentuk bantuan ke Iran ditujukan untuk mengimbangi dampak sanksi AS. Negara-negara Eropa mencoba untuk menyelamatkan perjanjian nuklir 2015 yang membatasi ambisi nuklir Teheran.

Presiden Donald Trump menarik AS keluar dari kesepakatan nuklir pada bulan Mei dan memberlakukan kembali sanksi-sanksi terhadap Teheran, bahkan ketika pihak-pihak lain dalam perjanjian tersebut mencoba mencari cara untuk menyelamatkan perjanjian tersebut.

Pendanaan UE adalah bagian dari paket yang lebih luas dari Rp848 miliar yang dialokasikan dalam anggaran UE untuk Iran, yang mengancam akan berhenti mematuhi perjanjian nuklir.

Amerika Serikat sendiri menekan negara lain untuk mematuhi sanksi-sanksinya.

"Lebih banyak uang di tangan para Ayatollah berarti lebih banyak uang untuk melakukan pembunuhan di negara-negara Eropa itu," kata Hook dalam pernyataannya.

Selama kunjungan ke Israel awal pekan ini, Penasihat Keamanan Nasional AS John Bolton mengatakan bahwa kembalinya sanksi AS memiliki efek yang kuat pada ekonomi Iran dan pendapat populer.

Sanksi AS yang dijatuhkan bulan ini menargetkan industri mobil Iran, perdagangan emas dan logam mulia lainnya, serta pembelian dolar AS untuk pembiayaan internasional dan investasi serta hubungan perdagangan. Sanksi yang lebih jauh akan menyusul pada bulan November di sektor perbankan Iran dan ekspor minyak.
(ian)
Berita Terkait
Buntu, Iran Minta Bantuan...
Buntu, Iran Minta Bantuan Eropa Kembalikan AS ke Perjanjian Nuklir
UE: Pembicaraan untuk...
UE: Pembicaraan untuk Hidupkan Kembali Kesepakatan Nuklir Iran Hampir Rampung
Negosiator Pembicaraan...
Negosiator Pembicaraan Nuklir AS, UE dan Iran Gelar Pertemuan Mendadak di Wina
AS dan Eropa Khawatir...
AS dan Eropa Khawatir Israel Sedang Persiapkan Serangan ke Iran
Tim Inspektur IAEA Pertama...
Tim Inspektur IAEA Pertama Kembali ke Iran, Bersiap Mulai Bekerja
Iran Ingatkan Eropa...
Iran Ingatkan Eropa dan AS Tidak Buat Permintaan Aneh Soal Kesepakatan Nuklir
Berita Terkini
Presiden Asosiasi Sepak...
Presiden Asosiasi Sepak Bola Palestina Kecam AS Tunda Visa untuk Acara Piala Dunia
1 jam yang lalu
Militer AS Bangun Pangkalan...
Militer AS Bangun Pangkalan Baru di Dekat Perbatasan Gaza untuk Dukung Rencana Pasca-Perang
2 jam yang lalu
Trump Puji Unggahan...
Trump Puji Unggahan Menlu Iran tentang Kemungkinan Kesepakatan AS-Iran Sangat Positif
3 jam yang lalu
Menlu Iran Ungkap MoU...
Menlu Iran Ungkap MoU dengan AS Mencakup Lebanon dan Blokade Paman Sam
4 jam yang lalu
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
12 jam yang lalu
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
14 jam yang lalu
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved