Batik Berhasil Memikat Jamaah Negara Lain

Jum'at, 24 Agustus 2018 - 12:05 WIB
Batik Berhasil Memikat...
Batik Berhasil Memikat Jamaah Negara Lain
A A A
Ada sesuatu yang berbeda yang dipakai sebagian jamaah Indonesia saat mabit dan melontar jumrah di Mina. Dalam rombongan besar, mereka berjalan mengenakan pakaian batik. Jamaah laki-laki mengenakan baju batik lengan panjang dipadu dengan kain sarung dan peci hitam.

Sedangkan jamaah perempuan mengenakan baju gamis berbahan kain batik dipadu dengan kerudung. Berdasarkan pantauan langsung di Tanah Suci, selama fase lontar jumrah di Mina, jamaah memang sudah tidak mengenakan pakaian ihram lagi.

Mereka bebas memakai pakaian sesuai daerah masing-masing. Menariknya, jamaah setiap daerah pada hari dan jam yang sama keluar bersamaan mengenakan batik berbedabeda sesuai daerah asal.
Seperti batik dengan motif gajah dari Lampung, batik Papua dengan motif burung cenderawasih, batik dengan motif Dayak dari Kalimantan, batik Bogor dengan motif kujang, batik gentong dari Madura, hingga batik Bali dan Lombok pun ada.

Tentu ini menjadi pemandangan indah, sebab keberagaman jamaah haji Indonesia ditunjukkan ke dunia melalui pakain batik khas daerah masing-masing. “Awalnya baju batik ini diminta sebagai penanda saja, biar mudah dikenal bila ada jamaah tersesat,” kata ujar Slamet Hadi, jamaah asal Kabupaten Lamongan yang mengenakan pakaian batik.

Bukan itu saja, setidaknya melalui batik ini ada pesan yang ingin disampaikan ke dunia luar bahwa Indonesia kaya akan budaya. Selain itu, mengenakan batik ini merupakan bentuk kecintaan akan Tanah Air.

‘’Setidaknya kalau kangen Indonesia, dengan melihat batik minimal rasa kangen bisa jadi terobati,’’ ujarnya. Upaya menduniakan batik Indonesia yang dilakukan jamaah haji Indonesia selama berhaji ini ternyata berhasil mencuri perhatian sejumlah jamaah haji yang berasal dari negara lain.

Banyak yang terpesona dengan pakaian khas Indonesia itu, ada yang meminta berfoto bersama hingga jamaah haji asal Turki yang kagum akan coraknya. Bahkan, mereka mau membayar mahal untuk mendapatkan batik yang dikenakan jamaah asal Lamongan itu.

“Saya tadi ketemu mereka, dia ngajak foto bareng. Terus mereka juga meminta batik yang saya pakai. Karena hanya satu, tidak saya kasih, bahkan dia mau bayar mahal,” ujar Slamet.

Jamaah lainnya, Salim Fahrizal, menilai selain mengenakan pakaian batik dan membawa bendera Merah Putih, dia juga tak sungkan mengedarkan kotak bantuan untuk membantu korban gempa bumi Lombok.

“Selain berhaji, kami hadir untuk mengetuk hati para dermawan jamaah kita membantu korban gempa Lombok. Setidaknya ini ikhtiar kita,” ujar jamaah asal Lombok tersebut.
(don)
Berita Terkait
Begini Suasana Perayaan...
Begini Suasana Perayaan Hari Valentine di Arab Saudi
Punya Bakat dan Keahlian...
Punya Bakat dan Keahlian Unik? Arab Saudi Tarik Pemuda Berbakat dengan Paket Bebas Pajak
Arab Saudi Larang Penggunaan...
Arab Saudi Larang Penggunaan Simbol Negara dan Agama untuk Kepentingan Komersial
Saudi Makin Liberal,...
Saudi Makin Liberal, Band Metal Manggung Habis-habisan di Jeddah
Rayakan Hari Nasional,...
Rayakan Hari Nasional, Saudi Gelar Pesta Kembang Api
3 Alasan Rakyat Arab...
3 Alasan Rakyat Arab Saudi Ikut Berduka dengan Kematian Sleeping Prince
Berita Terkini
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
1 jam yang lalu
Trump Setujui Arab Saudi...
Trump Setujui Arab Saudi Perkaya Uranium, Mungkinkan Riyadh Memiliki Bom Nuklir?
2 jam yang lalu
Gunakan Semut Jadi Hiasan...
Gunakan Semut Jadi Hiasan Makanan, Pemilik Restoran Berbintang Michelin Ini Dipenjara
3 jam yang lalu
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
4 jam yang lalu
Anggaran Perang AS Membengkak,...
Anggaran Perang AS Membengkak, Pakar Militer Ini Sebut Pentagon Kurang Transparan
5 jam yang lalu
Sistem Pertahanan Udara...
Sistem Pertahanan Udara Sudah Diaktifkan, tapi Belum Ada Serangan AS ke Teheran
6 jam yang lalu
Infografis
10 Negara Penguasa Cadangan...
10 Negara Penguasa Cadangan Logam Tanah Jarang Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved