Rusia: Lebih dari 1,5 Juta Pengungsi Suriah Pulang ke Rumah
Jum'at, 24 Agustus 2018 - 10:03 WIB
Rusia: Lebih dari 1,5 Juta Pengungsi Suriah Pulang ke Rumah
A
A
A
NEW YORK - Lebih dari 1,5 juta pengungsi Suriah telah kembali ke rumah mereka. Pasalnya, 96% wilayah Suriah telah dibebaskan dari teroris berkat upaya pasukan Suriah yang didukung oleh gugus tugas Rusia.
Hal itu diungkapkan Perwakilan Tetap Rusia untuk PBB, Vasily Nebenzya.
"Lebih dari 1.400 lokasi penduduk di Suriah telah dibebaskan dari teroris dan lebih dari 96% wilayahnya telah berada di bawah kendali pasukan pemerintah dan milisi berkat dukungan dari pasukan bersenjata Rusia," katanya pada pertemuan Dewan Keamanan PBB.
"Akibatnya, lebih dari 1,5 juta pengungsi Suriah telah dapat kembali ke tanah air mereka," imbuhnya.Meski begitu, Nebenzya mengakui ancaman teror masih ada di Suriah terutama dari sisa-sisa anggota ISIS.
"Tidak dapat dikesampingkan bahwa jumlah serangan teroris dapat meningkat, pertama-tama, di zona Idlib. Anggota ISIS menjadi sangat kejam, mereka berusaha menggunakan anak-anak di bawa umum, bahkan di bawah 12 tahun, untuk melakukan serangan teror," tukas diplomat Rusia itu seperti dikutip dari TASS, Jumat (24/8/2018).
Pekan lalu, utusan khusus presiden Rusia untuk Suriah Alexander Lavrentyev dan Wakil Menteri Luar Negeri Sergei Vershinin mengunjungi Suriah, Yordania, Lebanon dan Turki untuk membahas masalah pengungsi Suriah.
Setelah kunjungan itu, Lavrentyev mengatakan bahwa pihak Rusia telah mengundang Turki untuk mengatur pekerjaan rutin untuk mempromosikan proses kembalinya pengungsi Suriah ke tempat-tempat kediaman permanen mereka.
Hal itu diungkapkan Perwakilan Tetap Rusia untuk PBB, Vasily Nebenzya.
"Lebih dari 1.400 lokasi penduduk di Suriah telah dibebaskan dari teroris dan lebih dari 96% wilayahnya telah berada di bawah kendali pasukan pemerintah dan milisi berkat dukungan dari pasukan bersenjata Rusia," katanya pada pertemuan Dewan Keamanan PBB.
"Akibatnya, lebih dari 1,5 juta pengungsi Suriah telah dapat kembali ke tanah air mereka," imbuhnya.Meski begitu, Nebenzya mengakui ancaman teror masih ada di Suriah terutama dari sisa-sisa anggota ISIS.
"Tidak dapat dikesampingkan bahwa jumlah serangan teroris dapat meningkat, pertama-tama, di zona Idlib. Anggota ISIS menjadi sangat kejam, mereka berusaha menggunakan anak-anak di bawa umum, bahkan di bawah 12 tahun, untuk melakukan serangan teror," tukas diplomat Rusia itu seperti dikutip dari TASS, Jumat (24/8/2018).
Pekan lalu, utusan khusus presiden Rusia untuk Suriah Alexander Lavrentyev dan Wakil Menteri Luar Negeri Sergei Vershinin mengunjungi Suriah, Yordania, Lebanon dan Turki untuk membahas masalah pengungsi Suriah.
Setelah kunjungan itu, Lavrentyev mengatakan bahwa pihak Rusia telah mengundang Turki untuk mengatur pekerjaan rutin untuk mempromosikan proses kembalinya pengungsi Suriah ke tempat-tempat kediaman permanen mereka.
(ian)