Solidaritas Terhadap Turki, Pakistan Luncurkan Kampanye Beli Lira

Minggu, 19 Agustus 2018 - 04:46 WIB
Solidaritas Terhadap...
Solidaritas Terhadap Turki, Pakistan Luncurkan Kampanye Beli Lira
A A A
KARACHI - Para politisi Pakistan, masyarakat sipil dan aktivis media sosial telah secara resmi meluncurkan kampanye “Beli Lira” tiga hari di seluruh negeri. Kampanye itu sebagai bentuk solidaritas terhadap Turki, yang menghadapi tekanan keuangan menyusul penahanan seorang pastor asal Amerika Serikat (AS).

Banyak warga Pakistan bergegas ke tempat penukaran uang lokal untuk membeli lira Turki di Ibu Kota Islamabad, Karachi, Lahore dan kota-kota lainnya.

Di Islamabad, acara utama diselenggarakan bersama oleh politisi dan aktivis media sosial di Islamabad Press Club.

“Orang Pakistan dan Turki adalah satu bangsa. Turki selalu mendukung Pakistan ... sekarang Turki membutuhkan kami dan kami sangat banyak di sana,” kata Asif Luqman Qazi, putra almarhum mantan pemimpin Jamaat-i-Islami Qazi Hussein Ahmed, seperti dikutip dari Anadolu, Minggu (19/8/2018).

Ia mengatakan pengadaan lira Turki dan produk akan terus berlanjut bahkan setelah puncak dari gerakan itu sedang berlangsung.

Sementara itu seorang anggota parlemen dari Azad Kashmir, Abdul Rasheed Turabi mengatakan: “Kami telah berkumpul di sini untuk mengekspresikan solidaritas dengan pemerintah Turki dan orang-orang Turki."

"Setiap negara memiliki hak untuk mengatur urusannya sesuai dengan hukumnya sendiri. Tidak ada negara yang berhak ikut campur dalam urusan negara lain. Turki memiliki hak untuk membela kedaulatannya,” imbuhnya.

Di Karachi, pedagang, media sosial dan aktivis masyarakat sipil, termasuk wartawan berkumpul di luar Press Club Karachi untuk mengekspresikan solidaritas terhadap Turki.

“Orang Turki tidak boleh menganggap mereka sendirian dalam perang melawan hegemoni. Rakyat Pakistan bersama mereka,” ujar Presiden Asosiasi Pedagang Kecil Karachi, Mahmood Hamid, yang membeli 200 lira Turki dari pertukaran uang lokal di pasar Zainab.

Islamabad telah berada di belakang Ankara, mengakui peran tak ternilai yang berharga terhadap perdamaian dan stabilitas regional dan internasional. Perdana Menteri Imran Khan juga telah menyatakan dukungan untuk Turki melalui tweetnya awal pekan ini.

Upaya solidaritas yang terus berlangsung telah mendorong ribuan orang di seluruh negeri untuk membeli lira Turki, memaksa penukar uang untuk menyediakan mata uang Turki lebih banyak untuk mengatasi permintaan yang terus meningkat.

"Kami menyediakan lira Turki secara darurat karena permintaan untuk mata uang telah meningkat dalam beberapa hari terakhir," kata Khalid Hussain, seorang pejabat di Piracha Money Exchange Karachi.

“Sebelumnya, lira bukan mata uang yang populer di Pakistan, itu sebabnya kami memiliki stok terbatas. Namun permintaan untuk lira Turki mencatat peningkatan mendadak dalam beberapa hari terakhir,” jelasnya.

Minggu lalu, satu lira dijual seharga 21 rupee Pakistan di Pakistan. Saat ini, satu lira dijual seharga 25 rupee, menurut Hussain, yang menambahkan bahwa di pasar gelap, harganya lebih tinggi, naik menjadi 28 rupee.

Turki dan Amerika Serikat (AS) saat ini mengalami hubungan yang berbatu setelah Washington memberlakukan sanksi terhadap dua menteri pemerintah karena tidak melepaskan pastor Amerika, Andrew Brunson, yang menghadapi tuduhan terkait terorisme di Turki.

Pada 10 Agustus, Presiden Donald Trump menggenjot serangannya ke Turki dengan menggandakan tarif AS atas impor aluminium dan baja Turki.

Rabu lalu, sebagai pembalasan, Turki meningkatkan tarif pada beberapa produk asal AS, termasuk alkohol dan produk tembakau dan mobil.
(ian)
Berita Terkait
Turki: Sanksi AS Tak...
Turki: Sanksi AS Tak Pengaruhi Kesepakatan Helikopter dengan Pakistan
Amerika Serikat Dipecundangi...
Amerika Serikat Dipecundangi Turki 2-3
Erdogan: Sanksi Amerika...
Erdogan: Sanksi Amerika Serikat Tidak Menghormati Turki
Erdogan: Turki Kirim...
Erdogan: Turki Kirim Peralatan Medis ke Amerika Serikat
9 Negara Sekutu Utama...
9 Negara Sekutu Utama Amerika Serikat di Timur Tengah
Erdogan: Gaza adalah...
Erdogan: Gaza adalah Tanah Palestina, Amerika Serikat Harus Menerimanya
Berita Terkini
AS Luncurkan Serangan...
AS Luncurkan Serangan Hari Ke-12, Iran Siap Terapkan Doktrin 'Mata Ganti Mata'
6 menit yang lalu
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Israel Ketakutan
45 menit yang lalu
Malaysia Tak Takut Ancaman...
Malaysia Tak Takut Ancaman AS, PM Anwar Ibrahim Tetap Akan Usir Seluruh Warga Israel
1 jam yang lalu
Viral, Beruang Besar...
Viral, Beruang Besar Ini Nangkring di Atas Tiang Listrik
2 jam yang lalu
Uang Senilai Rp185 Miliar...
Uang Senilai Rp185 Miliar dan 40 Kg Emas Disita, Lagi-lagi Terkait Korupsi Wakil Menteri
2 jam yang lalu
Daftar Teroris Indonesia...
Daftar Teroris Indonesia yang Pernah Diburu Interpol, Nomor 1 Buron Internasional Bertahun-tahun
3 jam yang lalu
Infografis
Penjualan Mobil Murah...
Penjualan Mobil Murah LCGC Anjlok, Daya Beli Kelas Menengah Terancam?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved