Tuding AS Rencanakan Kudeta Ekonomi, Erdogan: Kami Tidak Akan Menyerah

Sabtu, 18 Agustus 2018 - 23:33 WIB
Tuding AS Rencanakan...
Tuding AS Rencanakan Kudeta Ekonomi, Erdogan: Kami Tidak Akan Menyerah
A A A
ANKARA - Presiden Turki Recep Tayyep Erdogan memperingatkan konsekuensi jangka panjang jika Amerika Serikat (AS) terus tidak menghargai kedaulatan Ankara di tengah memburuknya hubungan bilateral

Berbicara di Kongres Partai Keadilan dan Pembangunan (AK) yang berkuasa di Ankara, Presiden Recep Tayyip Erdogan secara khusus menyebut ada yang mengancam Turki dengan ekonomi, sanksi, nilai tukar, bunga dan inflasi."

Pernyataan itu muncul dengan jelas merujuk ke AS di tengah perselisihan mengenai sanksi yang dijatuhkan oleh Washington sehubungan dengan penahanan pastor Amerika, Andrew Brunson.

"Kami mengatakan kepada mereka: kami telah melihat permainan Anda, dan kami menantang Anda. Kami tidak dan tidak akan menyerah kepada mereka yang bertindak seperti mitra strategis tetapi menjadikan kami target strategis," Erdogan menggarisbawahi seperti dikutip dari Sputnik, Sabtu (18/8/2018).

Ia bersikeras bahwa menggunakan nilai tukar, AS mencoba untuk mengadakan kudeta ekonomi di Turki dan menjeratnya.

"Anda tidak akan mencegah pencapaian tujuan kami," kata Erdogan, menambahkan bahwa Turki tidak akan pernah tunduk di hadapan mereka yang mengatur tatanan mereka sendiri dengan mengeksploitasi dunia.

Sebelumnya, Presiden Turki mengumumkan bahwa negaranya akan memboikot barang elektronik AS dan blokade ekonomi, yang dihadapi negaranya, sebenarnya merupakan kelanjutan dari upaya kudeta pada Juli 2016. Menurutnya, tidak ada alasan ekonomi di balik devaluasi lira Turki baru-baru ini.

"Apa yang terjadi pada lira tidak ada hubungannya dengan ekonomi dan krisis yang kita hadapi sebelumnya. Ekonomi kita sehat, ia berdiri dan akan berdiri teguh. Nilai tukar akan kembali ke indikator yang wajar dalam waktu dekat," ujarnya.

Pernyataannya datang setelah Menteri Keuangan Turki Berat Albayrak mengatakan awal pekan ini bahwa Ankara siap untuk meluncurkan rencana aksi untuk menanggapi rekor penurunan nilai lira Turki di tengah krisis yang sedang berlangsung dalam hubungan Turki-AS.

Erdogan berbicara setelah Presiden AS Donald Trump mentweet bahwa ia telah mengesahkan dua kali lipat tarif pada impor baja dan aluminium dari Turki. Trump juga memuji dolar yang sangat kuat dengan latar belakang runtuhnya lira Turki.

Nilai tukar lira anjlok lebih dari 16 persen terhadap dolar AS, mencapai titik terendah sepanjang waktu setelah pengumuman Trump.

Washington sebelumnya memberlakukan sanksi terhadap Menteri Kehakiman Turki Abdulhamit Gul dan Menteri Dalam Negeri Suleyman Soylu karena dianggap turut serta dalam penahanan pastor AS, Andrew Brunson, yang dicurigai terkait dengan gerakan Fethullah Gulen. Gulen pada gilirannya dituduh mendalangi kudeta militer 2016 yang gagal di Turki.

Baca: Bukan Sekedar Ancaman, AS Jatuhkan Sanksi kepada Pejabat Turki

Dengan Washington mengklaim bahwa Brunson dipenjara secara tidak sah, Ankara bersumpah untuk membekukan aset Menteri Kehakiman dan Dalam Negeri AS di Turki sebagai pembalasan atas sanksi.

Baca: Balas Sanksi Washington, Turki Bekukan Aset Pejabat AS
(ian)
Berita Terkait
Erdogan: Sanksi Amerika...
Erdogan: Sanksi Amerika Serikat Tidak Menghormati Turki
Erdogan: Turki Kirim...
Erdogan: Turki Kirim Peralatan Medis ke Amerika Serikat
Erdogan: Gaza adalah...
Erdogan: Gaza adalah Tanah Palestina, Amerika Serikat Harus Menerimanya
Ini Penyebab Erdogan...
Ini Penyebab Erdogan Usir dan Persona Non Grata 10 Diplomat Barat
Erdogan Bertemu Pemimpin...
Erdogan Bertemu Pemimpin Hamas, AS Kesal
Erdogan Dilaporkan Bertemu...
Erdogan Dilaporkan Bertemu Pimpinan Hamas Buruan AS
Berita Terkini
Memanas, Kuwait dan...
Memanas, Kuwait dan Bahrain Lancarkan Serangan Udara ke Iran
9 menit yang lalu
Viral Video Trump Pingsan...
Viral Video Trump Pingsan dan Terduduk Lemas saat Mau Masuk Limusin
53 menit yang lalu
Trump Ungkap Iran Sedang...
Trump Ungkap Iran Sedang Bernegosiasi dengan AS, Peringatkan Teheran Tak Boleh Punya Senjata Nuklir
1 jam yang lalu
Jaksa ICC Karim Khan...
Jaksa ICC Karim Khan Dicopot dari Jabatannya atas Tuduhan Pelecehan Seksual Bermotif Politik
3 jam yang lalu
Kebakaran Hutan Paksa...
Kebakaran Hutan Paksa Evakuasi 80.000 Orang di Prancis dan Spanyol
4 jam yang lalu
Iran Desak Warga di...
Iran Desak Warga di Negara-negara Teluk Jaga Jarak 500 Meter dari Akomodasi Rahasia Pasukan AS
4 jam yang lalu
Infografis
Lawan Houthi, AS akan...
Lawan Houthi, AS akan Kerahkan Kapal Induk Nuklir Kedua
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved