Erdogan Bertemu Pemimpin Hamas, AS Kesal

Rabu, 26 Agustus 2020 - 22:58 WIB
loading...
Erdogan Bertemu Pemimpin...
Amerika Serikat (AS) melemparkan kritikan keras kepada Presiden Turki, Tayyip Erdogan karena melakukan pertemuan dengan pemimpin Hamas, Ismael Haniyeh. Foto/Ist
A A A
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) melemparkan kritikan keras kepada Presiden Turki , Tayyip Erdogan karena melakukan pertemuan dengan pemimpin Hamas, Ismael Haniyeh. Pemimpin Hamas itu saat ini menjadi buruan AS dan diketahui dihargai USD 5 juta, atau sekitar Rp. 70 miliar oleh Washington.

Kementerian Luar Negeri AS dalam sebuah pernyataan menuturkan bahwa keputusan Erdogan untuk menerima dan melakukan pertemuan dengan Haniyeh akan merugikan Turki. ( Baca juga: Nizhamul Mulk, Pemimpin Sekaligus Bapak )

Seperti diketahui Kementerian Luar Negeri AS menunjuk Haniyeh, sebagai teroris pada tahun 2018. Hamas, yang mendominasi Jalur Gaza, menganjurkan juga telah ditetapkan sebagai kelompok teroris oleh AS dan beberapa negara Barat lainnya.

"Langkah lanjutan Erdogan terhadap organisasi teroris ini hanya berfungsi untuk mengisolasi Turki dari komunitas internasional, merugikan kepentingan rakyat Palestina dan memotong upaya global untuk mencegah serangan teroris yang diluncurkan dari Gaza," ucap Kementerian Luar Negeri AS. ( Baca juga: AS dan China Masih Bersitegang, Menko Luhut Pilih Siapa? )

Dalam pernyataanya, seperti dilansir Al Arabiya pada Rabu (26/8/2020), Kementerian Luar Negeri AS mencatat bahwa ini adalah kedua kalinya Erdogan menjadi tuan rumah bagi delegasi Hamas ke Turki. Pertemuan publik pertama dilakukan pada 1 Februari.

"AS sangat keberatan dengan Presiden Turki Erdogan yang menjamu dua pemimpin Hamas di Istanbul pada 22 Agustus. Kami terus meningkatkan keprihatinan kami tentang hubungan pemerintah Turki dengan Hamas di tingkat tertinggi," ujarnya.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Diplomat AS Ingin Ubah...
Diplomat AS Ingin Ubah Taiwan Jadi Sarang Lebah Drone
Trump Klaim Iran Setujui...
Trump Klaim Iran Setujui Hampir Semua yang Diinginkan AS Selama Negosiasi
Israel Ternyata Coba...
Israel Ternyata Coba Habisi 2 Negosiator Utama Iran, Ini yang Dilakukan AS
Iran Peringatkan AS...
Iran Peringatkan AS dan Israel Jangan Serang Prosesi Pemakaman Khamenei!
Komika Turki Ditangkap...
Komika Turki Ditangkap atas Tuduhan Menghina Islam dan Erdogan
Jerman Berani Menolak...
Jerman Berani Menolak Loyal pada AS: 'Sesama Anggota NATO Jangan Mendikte!'
Krisis Keuangan, PBB...
Krisis Keuangan, PBB Terancam Bangkrut
Gempa Venezuela: Korban...
Gempa Venezuela: Korban Tewas Bertambah Jadi 1.719 Orang, Ribuan Masih Hilang
Trump Klaim Iran Setujui...
Trump Klaim Iran Setujui Hampir Seluruh Tuntutan AS untuk Berdamai
Rekomendasi
Argentina Dipaksa Cape...
Argentina Dipaksa Cape Verde Main 120 Menit
Berapa Kali Berhubungan...
Berapa Kali Berhubungan Seks agar Cepat Hamil? Dokter Bagikan Tipsnya
2 Brigjen Naik Jadi...
2 Brigjen Naik Jadi Irjen Pol usai Dapat Promosi Jabatan pada Juni 2026, Ini Nama dan Profilnya
Berita Terkini
Akankah Pemimpin Tertinggi...
Akankah Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei Hadiri Pemakaman Ayahnya?
Prancis Kerahkan Kapal...
Prancis Kerahkan Kapal Pemburu Ranjau di Selat Hormuz
Iran dan Oman Selesaikan...
Iran dan Oman Selesaikan Kesepakatan Hormuz, Tanpa Peran AS pada Masa Depan Selat
Wakil Menlu Arab Saudi...
Wakil Menlu Arab Saudi dan Keluarga Nasrallah Hadiri Pemakaman Khamenei
IAEA Yakin Persediaan...
IAEA Yakin Persediaan Uranium yang Diperkaya Masih Tersimpan di Fasilitas Nuklir Iran
1.022 Bayi Termasuk...
1.022 Bayi Termasuk dari 21.500 Anak yang Tewas Selama Genosida 1.000 Hari di Gaza
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved