Yacht Sitaan Indonesia Bakal Dijual, Buronan 1MDB Serang Mahathir

Minggu, 12 Agustus 2018 - 11:51 WIB
Yacht Sitaan Indonesia...
Yacht Sitaan Indonesia Bakal Dijual, Buronan 1MDB Serang Mahathir
A A A
PETALING JAYA - Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad sekali lagi menunjukkan bahwa proses hukum yang tepat tidak memiliki tempat di rezimnya. Hal itu dikatakan juru bicara pengusaha yang juga buronan kasus 1MDB, Jho Taek Low atau Jho Low.

Sebelumnya, Mahathir mengatakan, kapal pesiar mewah (superyacht) Equanimity yang bernilai USD250 juta akan dijual sesegera mungkin kepada penawar tertinggi. Itu dilakukan untuk mengembalikan uang curian yang digunakan untuk membeli superyacht tersebut.

Mahathir mengatakan Departemen Kehakiman AS (DoJ) telah meyakinkan Malaysia bahwa kapal pesiar itu milik Jho Low, dibeli menggunakan uang yang dicuri dari 1Malaysia Development Berhad (1MDB).

Baca: AS Konfirmasi Yacht Sitaan Indonesia Dibeli Pakai Uang Korupsi 1MDB

Menanggapi pernyataan itu, juru bicara Jho Low mengatakan bahwa kliennya telah dinyatakan bersalah oleh rezim Mahathir sebelum ada bukti yang telah dikeluarkan pengadilan AS. Menurutnya, AS belum membuktikan apa-apa.

"Yang benar adalah ini: AS mengajukan tuduhan yang tidak terbukti dalam pengaduan pidana sipil lebih dari setahun lalu - kemudian menghentikan proses sebelum pihak mana pun memiliki kesempatan yang berarti untuk merespons," ujarnya.

"Tuduhan itu telah memantul di seluruh dunia selama lebih dari setahun, diulang ribuan kali," kata jurubicara itu dalam sebuah pernyataan yang dirilis melalui pengacaranya seperti dikutip dari Straits Times, Minggu (12/8/2018).

Bagaimanapun, juru bicara Jho Low menunjukkan bahwa tim hukum yang ditunjuk oleh Jaksa Agung Malaysia mengatakan memakan waktu hingga sembilan bulan untuk mengidentifikasi pemilik Equanimity melalui proses pengadilan Malaysia.

"Mahathir sekarang tampaknya mengatakan tidak akan ada proses seperti itu. Mahathir berpendapat bahwa AS setuju Malaysia dapat mempertahankan kapal itu," ujar juru bicara Jho Low.

"Tetapi AS mengatakan sebaliknya dalam pengajuan pengadilan. Mahathir tidak mematuhi putusan pengadilan AS atau Indonesia; ia mengabaikan hukum semata-mata untuk tujuan politik," tegasnya.

Juru bicara Jho Low menambahkan bahwa pengambilan ilegal kapal pesiar membuatnya mustahil untuk dijual dengan nilai wajar karena pertanyaan hukum yang masih terbuka dan dampak hukum bagi pemilik baru.

Juru bicara itu mengklaim bahwa rezim Mahathir belum menjelaskan fakta bahwa sementara AS telah menyatakan dalam pengajuan pengadilan itu tidak memiliki pengetahuan tentang penyitaan superyacht, Jaksa Agung Malaysia mengatakan hal itu dilakukan setelah negosiasi sensitif dan halus dengan AS.

"Sudah jelas bahwa pemerintah Malaysia berbohong dan memasukkan kata-kata ke mulut AS," tambah juru bicara Jho Low.

"Salah saji yang berulang-ulang ini oleh Malaysia memalukan AS, yang telah menekankan bahwa pihaknya tidak terlibat dalam penyitaan ilegal atas kapal itu dan akan memperbarui pengadilan AS pada 17 Agustus," tukasnya.
(ian)
Berita Terkait
Ratusan Tas Mewah Milik...
Ratusan Tas Mewah Milik Istri Najib Rusak di Tangan Polisi yang Menyitanya
Tok! Eks PM Malaysia...
Tok! Eks PM Malaysia Najib Razak Divonis Bebas
Korupsi, Seorang Sheikh...
Korupsi, Seorang Sheikh Sekaligus Putra Eks PM Kuwait Diburu
Najib Kembali Kampanye...
Najib Kembali Kampanye untuk Partainya: Apa yang Membuat Malu?
Duh, Vonis untuk Istri...
Duh, Vonis untuk Istri Najib Razak Bocor
Divonis 12 Tahun, Najib...
Divonis 12 Tahun, Najib Razak Tamat
Berita Terkini
Iran Nyatakan Pangkalan...
Iran Nyatakan Pangkalan Inggris Target Sah, Tentara London Siaga 24 Jam
37 menit yang lalu
Jet Tempur Siluman Su-57...
Jet Tempur Siluman Su-57 Rusia Seharga Rp2 Triliun Jatuh, Bukan akibat Ditembak Ukraina
1 jam yang lalu
Trump: Syarat Arab Saudi...
Trump: Syarat Arab Saudi Miliki Program Nuklir Harus Akui Negara Israel
1 jam yang lalu
Getol Kritik Netanyahu,...
Getol Kritik Netanyahu, Wali Kota New York Mamdani dan Istri Terima Ancaman Pembunuhan
7 jam yang lalu
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
11 jam yang lalu
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
12 jam yang lalu
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved