Kenang Bom Nagasaki, Sekjen PBB Desak Semua Negara Lucuti Senjata Nuklir

Jum'at, 10 Agustus 2018 - 03:56 WIB
Kenang Bom Nagasaki,...
Kenang Bom Nagasaki, Sekjen PBB Desak Semua Negara Lucuti Senjata Nuklir
A A A
NAGASAKI - Sekjen PBB Antonio Guterres mendesak semua negara berkomitmen untuk melucuti senjata nuklir. Desakan itu disampaikan saat dia mengikuti upcara mengenang 73 tahun tragedi dijatuhkannya bom atom di Nagasaki, Jepang.

Guterres mengatakan, penjatuhan bom atom di Hiroshima dan Nagasaki pada 6 dan 9 Agustus 1945 oleh Amerika Serikat (AS) jangan sampai terulang.

Dia mengaku khawatir tentang lambannya dunia untuk denuklirisasi. Pasalnya, ada negara-negara yang sedang memodernisasi persenjataan nuklirnya.

Guterres tak menyebut negara yang dia maksud. Namun, AS diketahui sedang memodernisasi persenjataan nuklir seperti arahan Presiden Donald Trump.

"Proses perlucutan senjata telah melambat dan bahkan terhenti," kata Guterres kepada publik yang menghadiri upacara di taman perdamaian Nagasaki.

"Di sini, di Nagasaki, saya meminta semua negara untuk berkomitmen pada perlucutan senjata nuklir dan mulai membuat kemajuan yang terlihat sebagai masalah yang mendesak," lanjut dia, seperti dikutip CBS News, Jumat (10/8/2018).

Guterres menambahkan bahwa negara-negara bersenjata nuklir harus memimpin perlucutan senjata mengerikan itu. "Mari kita semua berkomitmen untuk menjadikan Nagasaki tempat terakhir di Bumi yang menderita kehancuran nuklir," katanya.

Lebih dari 5.000 warga, termasuk korban bom atom Nagasaki, dan perwakilan dari sekitar 70 negara mengenang para korban ketika mereka mengheningkan cipta satu menit pada pukul 11.02 pagi waktu setempat. Jam itu merupakan waktu saat bom plutonium menghantam kota di Jepang tersebut.

Kaisar Akihito bergabung dalam doa sunyi dari Tokyo bersama istrinya, Michiko, ketika mereka memantau upacara di televisi.

Pemboman Nagasaki di Jepang pada 9 Agustus 1945, menewaskan sekitar 70.000 orang. Tragedi itu berselang tiga hari setelah bom atom dijatuhkan di Hiroshima yang menewaskan 140.000 orang. Serangan dua bom oleh AS itu membuat Jepang menyerah dan sekaligus menjadi akhir dari Perang Dunia II.

Wali Kota Nagasaki Tomihisa Taue mendesak pemerintah Jepang untuk berbuat lebih banyak untuk mewujudkan perlucutan senjata nuklir, terutama di kawasan Asia untuk membantu mencapai Semenanjung Korea yang bebas nuklir. Dia mengatakan warga kota-kota yang dibom dengan bom atom berharap melihat program senjata Korea Utara dibekukan.
(mas)
Berita Terkait
Negara yang Pernah Keluar...
Negara yang Pernah Keluar dari PBB, Nomor 1 Soroti Dominasi Barat
Biden Dukung Jepang...
Biden Dukung Jepang Jadi Anggota Tetap Dewan Keamanan PBB
Rusia ingin PBB Menekan...
Rusia ingin PBB Menekan Amerika Serikat dalam Masalah Ini
Presiden Iran Ebrahim...
Presiden Iran Ebrahim Raisi Terbang ke New York, Dilepas Barisan Militer
Apakah Jepang Takut...
Apakah Jepang Takut dengan AS hingga Tak Mau Akui Negara Palestina?
Mobil Buatan Amerika...
Mobil Buatan Amerika Serikat Dapat Ujian Besar di Pasar Jepang
Berita Terkini
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
1 jam yang lalu
Minyak Mentah Brent...
Minyak Mentah Brent Tembus USD100 setelah Kapal Tanker Diserang di Laut Merah
2 jam yang lalu
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
3 jam yang lalu
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
3 jam yang lalu
Ini Sosok Pangeran Arab...
Ini Sosok Pangeran Arab Saudi yang Tewas di Hotel Mewah usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
3 jam yang lalu
IRGC: Serangan Rudal...
IRGC: Serangan Rudal Iran Hancurkan Sistem Pertahanan THAAD, Patriot, dan C-RAM Amerika di Yordania
5 jam yang lalu
Infografis
Ancam Hancurkan Separuh...
Ancam Hancurkan Separuh Dunia, Ini Kekuatan Sebenarnya Senjata Nuklir Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved