Rusia ingin PBB Menekan Amerika Serikat dalam Masalah Ini

Minggu, 04 September 2022 - 00:01 WIB
loading...
Rusia ingin PBB Menekan Amerika Serikat dalam Masalah Ini
Aula Majelis Umum PBB kosong sebelum dimulainya acara SDG Moment sebagai bagian dari Debat Umum Majelis Umum PBB sesi ke-76 di kantor pusat Perserikatan Bangsa-Bangsa, di New York, AS, 20 September 2021. Foto/John Angelillo/REUTERS
A A A
NEW YORK - Perwakilan tetap Rusia di PBB, Vassily Nebenzia, meminta organisasi tersebut membujuk Amerika Serikat (AS) agar memberikan visa bagi anggota delegasi Moskow ke Majelis Umum PBB.

Mereka menuju ke New York untuk menghadiri debat umum tingkat tinggi yang akan diadakan antara 20 dan 26 September.

Permintaan itu dibuat dalam surat yang diteruskan Nebenzia kepada Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres pada Jumat. Dokumen tersebut telah dilihat oleh media Rusia dan Barat.

Dalam pesannya, utusan itu menunjukkan, dengan kurang dari tiga pekan tersisa sebelum Majelis Umum, tidak ada satu pun anggota delegasi Rusia yang menerima visa masuk dari AS.

Baca juga: Rusia Keluarkan Peringatan Embargo Minyak pada Anggota G7

Pihak Rusia, yang dipimpin Menteri Luar Negeri (Menlu) Sergey Lavrov, telah mengajukan aplikasi yang relevan untuk menghadiri acara tersebut ke kedutaan Amerika di Moskow, menurut diplomat tersebut.

“Ini bahkan lebih mengkhawatirkan karena, selama beberapa bulan terakhir, otoritas AS terus-menerus menolak untuk memberikan visa masuk kepada sejumlah delegasi Rusia yang ditugaskan untuk mengambil bagian dalam acara resmi PBB,” papar bunyi surat itu, seperti dikutip media.

Awal pekan ini, Nebenzia menunjukkan Menteri Dalam Negeri Rusia Vladimir Kolokoltsev dan delegasinya tidak dapat menghadiri pertemuan kepala kepolisian PBB karena AS menolak memberi mereka visa.

Baca juga: Presiden Belarusia Ungkap Kabar Gembira: Konflik Ukraina Segera Berakhir

Utusan Rusia itu mengutip perjanjian 1947 antara PBB dan AS, yang menyatakan “visa akan diberikan tanpa biaya dan secepat mungkin… terlepas dari hubungan yang ada antara pemerintah orang-orang yang dimaksud… dan pemerintah AS.”
Halaman :
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2730 seconds (11.252#12.26)