Murka, Maduro Bersumpah Hukum Maksimal Pelaku Serangan Drone

Minggu, 05 Agustus 2018 - 22:52 WIB
Murka, Maduro Bersumpah...
Murka, Maduro Bersumpah Hukum Maksimal Pelaku Serangan Drone
A A A
CARACAS - Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, murka karena serangan pesawat tak berawak (drone). Ia pun bersumpah akan menjatuhkan hukuman maksimal kepada pelaku apa yang dikatakannya sebagai upaya pembunuhan terhadapnya.

"Saya baik-baik saja, saya hidup, dan setelah serangan ini saya bertekad untuk mengikuti jalan revolusi," katanya.

"Keadilan! Hukuman maksimum! Dan tidak akan ada pengampunan!" tegasnya seperti dikutip dari BBC, Minggu (5/6/2018).

Pemimpin berusia 55 tahun itu pun menyalahkan Kolombia atas serangan tersebut tanpa memberikan bukti. Kolombia pun menyebut tuduhan tersebut tidak berdasar.

Pemerintah Venezuela juga menuding kelompok oposisi berada di balik serangan itu.

"Setelah kehilangan suara, mereka gagal lagi," kata Menteri Komunikasi Jorge Rodriguez.

Dia mengacu pada pemilihan presiden bulan Mei lalu, di mana Maduro terpilih kembali untuk masa jabatan enam tahun.

Hal ini menimbulkan kekhawatiran akan adanya tindakan keras baru. Banyak pemimpin oposisi telah meninggalkan negara itu dengan alasan pelecehan oleh pemerintah. Dilaporkan ada lebih dari 200 tahanan politik di penjara negara itu.

Namun, Hasler Inglesias, seorang pemimpin pemuda oposisi Partai Populer Voluntad, mengatakan: "Sulit untuk percaya bahwa oposisi akan melakukan upaya itu ketika mereka tidak pernah melakukan upaya dengan cara ini dalam 20 tahun."

Insiden itu terjadi saat Maduro tengah berpidato dalam sebuah acara yang menandai ulang tahun ke-81 tentara nasional. Tiba-tiba ledakan terdengar dan dalam cuplikan video pidatonya memperlihatkan Maduro tiba-tiba melihat ke atas dan lusinan tentara Venezuela melarikan diri.

"Dua drone bermuatan bahan peledak meledak di dekat panggung presiden" kata Rodriguez.

Tujuh tentara terluka, dan beberapa orang kemudian ditangkap, kata pihak berwenang Venezuela.
(ian)
Berita Terkait
Aksi Solidaritas untuk...
Aksi Solidaritas untuk Venezuela di Depan Kedubes AS di Jakarta
Diam-diam, Sekutu Maduro...
Diam-diam, Sekutu Maduro dan Guaido Lakukan Pembicaraan Rahasia
Negara Ini Kaya Minyak,...
Negara Ini Kaya Minyak, tapi Rakyatnya Miskin dan Menderita
Terlalu Sering Menjilat,...
Terlalu Sering Menjilat, AS Kecam Pemenang Nobel Venezuela sebagai Perusak
Mahkamah Agung Inggris...
Mahkamah Agung Inggris Tolak Klaim Maduro Atas Emas Venezuela
Venezuela Tukar Emas...
Venezuela Tukar Emas dengan Dolar, Dibantu UEA, Mali dan Pesawat Rusia
Berita Terkini
Uang Senilai Rp185 Miliar...
Uang Senilai Rp185 Miliar dan 40 Kg Emas Disita, Lagi-lagi Terkait Korupsi Wakil Menteri
17 menit yang lalu
Daftar Teroris Indonesia...
Daftar Teroris Indonesia yang Pernah Diburu Interpol, Nomor 1 Buron Internasional Bertahun-tahun
1 jam yang lalu
Laut Merah Memanas,...
Laut Merah Memanas, Houthi Yaman Serang 2 Kapal Tanker Minyak Arab Saudi
1 jam yang lalu
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Kemenangan Besar bagi Riyadh
2 jam yang lalu
AS Ancam Malaysia setelah...
AS Ancam Malaysia setelah Anwar Ibrahim Ingin Usir Seluruh Warga Israel
3 jam yang lalu
Jenderal Tertinggi AS...
Jenderal Tertinggi AS Ungkap Jet Tempur F-16 Ukraina Tembak Jatuh Su-35 Rusia dalam Duel Langit
3 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Mojtaba Khamenei...
4 Alasan Mojtaba Khamenei Bersumpah Ingin Balas Dendam Kematian Ayahnya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved