Rusia Kecewa AS Bocorkan Proposal Kerja Sama Militer di Suriah

Minggu, 05 Agustus 2018 - 11:57 WIB
Rusia Kecewa AS Bocorkan...
Rusia Kecewa AS Bocorkan Proposal Kerja Sama Militer di Suriah
A A A
MOSKOW - Kementerian Pertahanan Rusia mengecam Washington karena membocorkan proposal rahasia dari Moskow tentang cara-cara memperluas kerja sama militer di Suriah. Bocornya propsal rahasia itu membuat Moskow kecewa.

Selain kerja sama militer, proposal yang bocor itu juga mencakup kerja sama terkait penanganan masalah-masalah kemanusiaan di negeri Bashar al-Assad.

Tawaran dari Rusia yang diteruskan melalui saluran komunikasi rahasia antara militer dari kedua negara, pada awalnya dilaporkan oleh Reuters. Kantor berita itu mengklaim memperoleh bocoran memo proposal tersebut pemerintah AS.

Kementerian Pertahanan Rusia mengonfirmasi bahwa proposal kerja sama militer dikirim oleh Kepala Staf Umum Rusia, Jenderal Valery Gerasimov, kepada ketua Kepala Staf Gabungan AS, Jenderal Joseph Dunford, pada pertengahan tahun Juli 2018.

"Ketidakmampuan pihak AS untuk mematuhi kesepakatan dalam memublikasikan kontak (antara dua militer) hanya dengan persetujuan kedua belah pihak telah mengecewakan," kata Kementerian Pertahanan Rusia, seperti dikutip Russia Today, Minggu (5/8/2018).

"Kami berharap bahwa pihak AS akan dapat mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mencegah pelanggaran lebih lanjut dari kesepakatan bersama di masa depan," lanjut kementerian itu.

"Moskow terbuka untuk bekerja dengan pihak berwenang Suriah dalam memberikan jaminan keamanan kepada para pengungsi dari kamp Rukban di daerah al-Tanf yang dikendalikan AS dan menciptakan kondisi yang diperlukan untuk kepulangan mereka," imbuh kementerian itu.Baca: Soal Pengungsi Suriah dan Pembersihan Ranjau, Rusia Ajak AS Kerja Sama
Kementerian Pertahanan Rusia juga siap untuk mengkoordinasikan masalah ranjau kemanusiaan, termasuk di Raqqa, serta menangani masalah kemanusiaan lainnya. Kerja sama akan berfungsi untuk membangun kembali kehidupan damai di Suriah serta membatasi upaya teroris untuk mencari rekrutan.

Moskow sekali lagi menggarisbawahi pentingnya saluran komunikasi yang aman dengan Washington di Suriah."Itu membantu dalam mencegah insiden antara angkatan bersenjata kita dan menemukan solusi yang dapat diterima bersama (untuk masalah yang mendesak), dengan mempertimbangkan kepentingan kedua negara," papar Kementerian Pertahanan Rusia.

Namun, proposal dari Rusia seperti diberitakan Reuters, mendapat respons dingin di Washington. Juru bicara Kepala Staf Gabungan AS Paula Dunn mengatakan; "Sesuai dengan praktik di masa lalu, kedua jenderal telah sepakat untuk merahasiakan percakapan mereka secara pribadi."

PBB sebelumnya memperkirakan bahwa membangun kembali Suriah setelah tujuh tahun konflik akan membutuhkan setidaknya USD250 miliar.
(mas)
Berita Terkait
Amerika Serikat Tuduh...
Amerika Serikat Tuduh Rusia Mengacau Kawasan Mediterania
Amerika Serikat Dituduh...
Amerika Serikat Dituduh sebagai Pencuri Minyak Suriah, Benarkah?
Rusia: AS Tolak Hadiri...
Rusia: AS Tolak Hadiri Pertemuan Bahas Situasi Suriah
Rusia-AS Dilaporkan...
Rusia-AS Dilaporkan Mulai Patroli Bersama di Suriah
Rusia Sebut Tentara...
Rusia Sebut Tentara AS Coba Hadang Konvoi Militer Mereka di Suriah
Lavrov: Kehadiran Militer...
Lavrov: Kehadiran Militer AS di Suriah Persulit Upaya Rekonsiliasi
Berita Terkini
Jenazah Ayatollah Khamenei...
Jenazah Ayatollah Khamenei Akan Dimakamkan pada 9 Juli
2 jam yang lalu
PM Pakistan: Perjanjian...
PM Pakistan: Perjanjian Damai Iran dan AS Terwujud dalam 24 Jam Mendatang
4 jam yang lalu
3 Alasan Provinsi Alberta...
3 Alasan Provinsi Alberta Ingin Tinggalkan Kanada dan Bergabung dengan AS
4 jam yang lalu
Pasukan Elite AS Siapkan...
Pasukan Elite AS Siapkan Skenario Caplok Uranium Iran, tapi Kenapa Tidak Dilaksanakan?
5 jam yang lalu
Promosikan Startup ke...
Promosikan Startup ke Dunia, Indonesia Gabung London Tech Week
6 jam yang lalu
Tak Ingin Bernasib seperti...
Tak Ingin Bernasib seperti Ukraina, Polandia Operasikan Jet Tempur Siluman
6 jam yang lalu
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved