Afghanistan, Arena Balas Dendam Putra Osama bin Laden

Sabtu, 04 Agustus 2018 - 05:49 WIB
Afghanistan, Arena Balas Dendam Putra Osama bin Laden
Afghanistan, Arena Balas Dendam Putra Osama bin Laden
A A A
JEDDAH - Kerabat dari mantan musuh nomor satu publik dunia, Osama bin Laden, mengatakan kepada surat kabar Inggris bahwa putra bungsu pemimpin al-Qaeda yang tewas itu terlibat terorisme di Afghanistan.

Anggota keluarga Bin Laden, diwawancarai oleh The Guardian dalam sebuah berita yang diterbitkan Kamis, mengatakan Hamza bin Laden berada di suatu tempat di Afghanistan. Mereka percaya ia tengah melawan pasukan Amerika Serikat (AS) dan pasukan koalisi di sana untuk membalaskan dendam ayahnya.

Hamza bin Laden (29) telah ditetapkan sebagai teroris oleh pemerintah Amerika Serikat. Pihak keluarga percaya dia adalah putra bungsu Osama bin Laden, dan mengaku terkejut dengan dukungannya terhadap terorisme.

"Kami pikir semua orang sudah mengatasinya. Lalu hal berikutnya yang saya tahu, Hamza berkata, 'Saya akan membalaskan dendam ayah saya,'" ujar pamannya Hassan bin Laden.

"Aku tidak ingin melakukannya lagi," imbuhnya.

"Jika Hamza ada di depanku sekarang, aku akan memberitahunya: 'Tuhan membimbingmu. Pikirkan dua kali tentang apa yang sedang kamu lakukan. Jangan mengambil kembali langkah ayahmu. Kamu memasuki bagian mengerikan dari jiwamu,'" cetusnya seperti dikutip dari UPI, Sabtu (4/8/2018).

Hamza bin Laden pertama kali muncul terlibat dengan terorisme pada tahun 2005. Ia terlibat dalam pembunuhan mantan Perdana Menteri Pakistan Benazir Bhutto dua tahun kemudian. Dalam pesan audio pada tahun 2015, dia meminta militan untuk melakukan jihad melawan Amerika Serikat, Inggris, Prancis dan Israel.

Sebelumnya, ibu dari Osama bin Laden menyatakan bahwa anaknya adalah seorang yang baik.

"Orang-orang di universitas mengubahnya," kata ibu Osama, Alia Ghanem, tentang putranya yang menjadi mahasiswa ekonomi di King Abdulaziz University di Arab Saudi.

"Dia menjadi orang yang berbeda. Dia adalah anak yang sangat baik sampai dia bertemu dengan beberapa orang yang cukup banyak mencuci otaknya di awal usia 20-an. Anda dapat menyebutnya sebagai sekte. Mereka mendapat uang untuk tujuan mereka," sambungnya.

"Aku akan selalu mengatakan padanya untuk menjauh dari mereka, dan dia tidak akan pernah mengakui apa yang dia lakukan, karena dia sangat mencintaiku," tukasnya.

Baca Juga: Ibu Bin Laden: Osama Anak Baik, tapi Orang Mencuci Otaknya

Setelah berhasil sembunyi selama hampir satu dekade dari pasukan AS, Osama dibunuh oleh Navy SEAL dalam serangan di tempat persembunyiannya di Pakistan tujuh tahun lalu.

Keluarga bin Laden sendiri tinggal di Jeddah, Arab Saudi. Keluarga itu tetap dianggap sebagai keluarga terpandang di masyarakat. Para pejabat Saudi percaya pengakuan mereka akan menempatkan Osama sebagai seorang operator pemberontak - bukan agen Saudi - dibelakang serangan tahun 2001.

Lima belas dari 19 pembajak pesawat yang menabrak menara kembar World Trade Center pada 11 September 2001 adalah warga Arab Saudi. Sejumlah orang menyebut mereka menerima dukungan dari pemerintah Arab Saudi.
(ian)
Copyright © 2024 SINDOnews.com
All Rights Reserved
berita/ rendering in 0.3899 seconds (0.1#10.140)