Ibu Bin Laden: Osama Anak Baik, tapi Orang Mencuci Otaknya

Jum'at, 03 Agustus 2018 - 17:24 WIB
Ibu Bin Laden: Osama...
Ibu Bin Laden: Osama Anak Baik, tapi Orang Mencuci Otaknya
A A A
JEDDAH - Ibu Osama Bin Laden, Alia Ghanem, buka suara soal sosok putranya yang dikenal sebagai teroris paling mematikan di dunia yang dibunuh pasukan khusus Amerika Serikat (AS) tahun 2011. Alia juga bicara soal serangan 11 September 2001 atau 9/11 terhadap AS yang dia sebut disengaja oleh putranya.

Alia melakukan wawancara dengan The Guardian di Jeddah untuk memberikan gambaran baru tentang sosok putranya yang tak semestinya disalahkan secara mutlak. Dia mengatakan, Osama Bin Laden yang mendirikan al-Qaeda mengambil jalan yang salah karena orang-orang memengaruhinya. "Dia, entah bagaimana tersesat," ujarnya.

Osama dia lahirkan pertama kali dari suami pertamanya. Namun, dibesarkan oleh suami keduanya, Ghanem.

Dia mengklaim bahwa putranya terjebak di antara budaya kultus dan mengalami cuci otak pada usia muda. "Dia bertemu dengan beberapa orang yang cukup banyak mencuci otaknya di usia awal 20-an tahun. Anda bisa menyebutnya kultus," katanya, yang dilansir Jumat (3/8/2018).

Osama bin Laden belajar ekonomi di King Abdulaziz University di Jeddah."Orang-orang di universitas mengubahnya," kata Alia.

"Dia menjadi orang yang berbeda setelah dia bertemu orang-orang seperti Abdullah Azzam, seorang anggota Ikhwanul Muslimin," lanjut Alia.

"Saya akan selalu mengatakan kepadanya untuk menjauh dari mereka (orang-orang dari universitasnya), dan dia tidak akan pernah mengakui kepada saya apa yang dia lakukan, karena dia sangat mencintai saya."

Alia memuji kepintaran putranya. Menurut Alia, akademis Osama cakap.

Ketika Osama pergi ke Afghanistan tak lama setelah kuliah, keluarganya bangga dengan aksinya yang melawan pendudukan Soviet. Dia kemudian akan pergi ke Sudan, yang menandai awal dari rasa malu dan masalah bagi keluarga Bin Laden.

Osama kembali ke Afghanistan dan keluarganya bertemu dengannya untuk terakhir kalinya pada tahun 1999 di markasnya di luar Kandahar. “Dia sangat senang menerima kami. Dia menunjukkan kita setiap hari di sana. Dia menyembelih seekor hewan dan kami mengadakan pesta, dan dia mengundang semua orang," kata Alia

Alia tidak pernah malu dengan putranya yang dinyatakan sebagai teroris. Dia selalu percaya bahwa organisasi yang dia dambakan itulah yang mengubahnya. "Hidup saya sangat sulit karena dia sangat jauh dari saya," katanya.

Keluarga bin Laden masih tetap di bawah radar badan-badan intelijen dari seluruh dunia. Menjadi salah satu keluarga terkaya di Arab Saudi, mereka ingin melepaskan masa lalunya, tetapi orang-orang takut pada putra Osama bin Laden, Hamza, yang kini dinyatakan sebagai teroris bisa membawa kembali masa lalu yang tidak mengenakkan.

Saudi dan 9/11


Alia Ghanem yakin putranya telah sengaja memutuskan bahwa serangan 9/11 yang menargetkan AS pada tahun 2001 akan mengubah seluruh dunia. Menurutnya, dia sengaja agar Barat melawan negara asalnya, Arab Saudi, yang rezimnya tak dia sukai lantaran jadi sekutu AS.

Dia mengakui bahwa Osama bin Laden mencemari citra Arab Saudi di mata Barat. Pengakuan ini sama dengan komentar para pejabat dan intelektual Saudi tentang apa yang diinginkan bekas pemimpin al-Qaeda itu.

Pernyataan ibu Osama bin Laden juga menegaskan bahwa, dengan merekrut 15 warga Saudi dalam serangan 9/11, Osama memiliki tujuan yang jelas yang disebutkan dalam dokumen CIA dan investigasi Kongres, yakni menciptakan perpecahan antara Timur Tengah dan Barat, khususnya antara Arab Saudi dan AS.

Selama wawancara, Ghanem juga berbicara tentang masa kecilnya di kota pesisir Suriah, Latakia. Dia dibesarkan di sebuah keluarga orang Alawit.

Alia Ghanem kemudian pindah ke Arab Saudi pada pertengahan 1950-an, dan Osama lahir di Riyadh pada 1957. Dia menceraikan ayahnya tiga tahun kemudian, dan menikahi al-Attas, yang kemudian menjadi administrator di kerajaan bin Laden yang masih baru, pada awal 1960-an. Ayah Osama memiliki 54 anak dengan setidaknya 11 istri.
(mas)
Berita Terkait
Pangeran Saudi: Tak...
Pangeran Saudi: Tak Ada Agen Asing dalam Pembunuhan Raja Faisal
Tentara Arab Saudi Penyerang...
Tentara Arab Saudi Penyerang Pangkalan Militer AS Terkait al-Qaeda
Korban Penembakan Pangkalan...
Korban Penembakan Pangkalan Militer AS Tuntut Arab Saudi
Pangeran Faisal: Dokumen...
Pangeran Faisal: Dokumen Tunjukkan Arab Saudi Tak Terlibat Serangan 9/11
Serangan Udara AS di...
Serangan Udara AS di Yaman Tewaskan Komandan Al-Qaeda Abu Omar al-Hadhrami
FBI Rilis Dokumen Rahasia...
FBI Rilis Dokumen Rahasia 9/11 yang Kait-kaitkan Arab Saudi
Berita Terkini
Bak Film Spionase, Mata-mata...
Bak Film Spionase, Mata-mata Italia Berkhianat dan Jual Rahasia NATO kepada Rusia
17 menit yang lalu
AS Diam-diam Tarik 10...
AS Diam-diam Tarik 10 Jet Tempur Siluman F-22 Raptor, Mundur dari Perang Iran
1 jam yang lalu
Militer AS Rilis Video...
Militer AS Rilis Video Rudal-rudal Gempur 140 Target di Iran
2 jam yang lalu
Iran Balas Serang Pangkalan...
Iran Balas Serang Pangkalan AS di Qatar, Bahrain, dan UEA
2 jam yang lalu
Eks Jubir Rumah Sakit...
Eks Jubir Rumah Sakit Israel: Dokter Zionis Selamatkan Nyawa Erdogan atas Permintaan Mossad
3 jam yang lalu
Aneh tapi Nyata, Gunung...
Aneh tapi Nyata, Gunung Berapi Ini Muntahkan Emas Setiap Hari
3 jam yang lalu
Infografis
Indonesia-AS Teken Perjanjian...
Indonesia-AS Teken Perjanjian Dagang Resiprokal: Kabar Baik buat 4 Juta Buruh Tekstil
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved