Menlu AS Mike Pompeo Bilang Para Pemimpin Iran Mafia

Senin, 23 Juli 2018 - 10:38 WIB
Menlu AS Mike Pompeo...
Menlu AS Mike Pompeo Bilang Para Pemimpin Iran Mafia
A A A
WASHINGTON - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Michael "Mike" Pompeo meluncurkan serangan retoris terhadap para pemimpin Iran. Dia menyamakan mereka dengan mafia.

Menlu Pompeo menjanjikan dukungan kepada orang-orang Iran yang tidak suka dengan rezim penguasa negara tersebut.

"Iran dijalankan oleh sesuatu yang menyerupai mafia lebih dari sekadar pemerintah," kata Pompeo, mengutip apa yang dia sebut para pemimpin Iran korup.

Retorika keras diplomat top Amerika ini disampaikan dalam pidatonya di Reagan Foundation, hari Minggu malam waktu setempat atau Senin (23/7/2018) WIB.Baca: Iran Klaim 'Ibu dari Semua Perang', AS Tak Takut
Dalam pidatonya, Pompeo menegaskan bahwa Washington tidak takut dengan Teheran. "Kami tidak takut untuk menangani rezim (Iran) pada level tertinggi," katanya, dikutip Reuters.

Dia mengataakan, Washington menghendaki semua negara mengurangi impor minyak Iran hingga mendekati level nol.

Menurutnya, pemerintah AS sudah meluncurkan saluran berbahasa Farsi atau Persia di televisi, radio, digital dan format media sosial."Untuk menjangkau orang Iran di Iran dan di seluruh dunia," katanya. Langkah itu merupakan dukungan bagi warga Iran yang anti-rezim.

Pernyataan keras Pompeo muncul setelah Presiden Iran Hassan Rouhani pada hari Minggu menelepon Presiden AS Donald Trump untuk berhenti bermain dengan api di tengah seruan Washington kepada komunitas internasional agar bergabung dengan sanksi terhadap Republik Islam Iran.

"Musuh-musuh harus memahami dengan baik bahwa perang dengan Iran adalah ibu dari semua perang dan perdamaian dengan Iran adalah ibu dari semua perdamaian. Kami tidak pernah diintimidasi dan akan menanggapi ancaman dengan ancaman," kata Rouhani.

Seperti diketahui, pada bulan Mei, Trump mengumumkan bahwa AS keluar dari kesepakatan nuklir Iran 2015. Kesepakatan nuklir ini diteken Iran bersama enam kekuatan dunia (AS, Rusia, Inggris, Prancis, Jerman dan China) pada 2015. Dalam kesepakatan tersebut, Teheran bersedia mengekang program nuklirnya dengan imbalan pencabutan sanksi atau embargo internasional.

Hengkangnya AS dari kesepakatan itu ditindaklanjuti dengan keputusan Trump untuk memberlakukan kembali sanksi terhadap Teheran. Jika resmi berlaku, Iran tidak akan bisa mengekspor minyaknya ke luar negeri karena AS akan menjatuhkan sanksi bagi negara yang mengimpornya.
(mas)
Berita Terkait
Iran Akan Pertimbangkan...
Iran Akan Pertimbangkan Negosiasi Langsung dengan Amerika Serikat
AS Ancam Sanksi Negara...
AS Ancam Sanksi Negara yang Tolak Klausul Snapback Diaktifkan
Lagi, Presiden Iran...
Lagi, Presiden Iran Ajukan Syarat Duduk Satu Meja dengan AS
AS, Iran dan Anggota...
AS, Iran dan Anggota JCPOA Bakal Bertemu di Wina Minggu Depan
Iran Bersumpah Akan...
Iran Bersumpah Akan Balas Dendam Jika AS Jatuhkan Sanksi
Iran Tegaskan Tolak...
Iran Tegaskan Tolak Renegosiasi Perjanjian Nuklir dengan AS
Berita Terkini
Sistem Pertahanan Udara...
Sistem Pertahanan Udara Sudah Diaktifkan, tapi Belum Ada Serangan AS ke Teheran
1 jam yang lalu
CIA Akui Agresi AS ke...
CIA Akui Agresi AS ke Iran Gagal Total, Ini 4 Indikatornya
2 jam yang lalu
Terowongan Runtuh Akibat...
Terowongan Runtuh Akibat Ledakan Pipa Gas di India, 12 Orang Tewas
3 jam yang lalu
Presiden Zelensky Pecat...
Presiden Zelensky Pecat Panglima Militer Ukraina, Rusia Untung Besar!
3 jam yang lalu
Trump akan Bicara dengan...
Trump akan Bicara dengan Hizbullah jika Presiden Lebanon Mau
5 jam yang lalu
Menlu Rubio Ungkap AS...
Menlu Rubio Ungkap AS Masih Bersedia Negosiasi dengan Iran
6 jam yang lalu
Infografis
10 Pemakaman Pemimpin...
10 Pemakaman Pemimpin Dunia yang Dihadiri Jutaan Rakyat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved