Maduro Tuding Paramiliter Kolombia Menyusup ke Perbatasan Venezuela
Jum'at, 13 Juli 2018 - 11:52 WIB
Maduro Tuding Paramiliter Kolombia Menyusup ke Perbatasan Venezuela
A
A
A
CARACAS - Presiden Venezuela Nicolas Maduro mengatakan bahwa kelompok-kelompok dari negara tetangga, Kolombia, menerobos negara itu untuk mengacaukan daerah perbatasan. Venezuela saat ini tengah dilanda krisis ekonomi yang berujung pada aksi demonstrasi, memicu krisis politik.
"Kelompok-kelompok paramiliter masuk melalui perbatasan untuk mencelakakan rakyat Venezuela dan melakukan serangkaian provokasi," kata Maduro seperti dikutip Sputnik dari kantor berita Venezuela AVN, Jumat (13/7/2018).
Berbicara sebelum pertemuan militer di Caracas, Maduro menyalahkan para taipan Kolombia dan pemerintah Amerika Serikat (AS) karena memerintahkan sejumlah serangan. Ia pun mendesak angkatan bersenjata untuk tetap waspada.
Tahun sebelumnya, Menteri Luar Negeri Venezuela, Samuel Moncada mengklaim bahwa Kolombia dan Meksiko, telah bekerja sama dengan CIA untuk mencelakakan Venezuela. Kementerian Luar Negeri Meksiko dan Kolombia menyanggah semua tuduhan dari pejabat tinggi Venezuela tersebut.
Perbatasan antara Venezuela dan Kolombia ditutup selama setahun sejak Agustus 2015 oleh keputusan Maduro setelah serangan terhadap militer, yang dilakukan oleh penyelundup. Pada bulan Agustus 2016, kedua negara sepakat untuk secara bertahap membuka kembali perbatasan.
"Kelompok-kelompok paramiliter masuk melalui perbatasan untuk mencelakakan rakyat Venezuela dan melakukan serangkaian provokasi," kata Maduro seperti dikutip Sputnik dari kantor berita Venezuela AVN, Jumat (13/7/2018).
Berbicara sebelum pertemuan militer di Caracas, Maduro menyalahkan para taipan Kolombia dan pemerintah Amerika Serikat (AS) karena memerintahkan sejumlah serangan. Ia pun mendesak angkatan bersenjata untuk tetap waspada.
Tahun sebelumnya, Menteri Luar Negeri Venezuela, Samuel Moncada mengklaim bahwa Kolombia dan Meksiko, telah bekerja sama dengan CIA untuk mencelakakan Venezuela. Kementerian Luar Negeri Meksiko dan Kolombia menyanggah semua tuduhan dari pejabat tinggi Venezuela tersebut.
Perbatasan antara Venezuela dan Kolombia ditutup selama setahun sejak Agustus 2015 oleh keputusan Maduro setelah serangan terhadap militer, yang dilakukan oleh penyelundup. Pada bulan Agustus 2016, kedua negara sepakat untuk secara bertahap membuka kembali perbatasan.
(ian)