China Marah Iran Ancam Tutup Selat Hormuz

Sabtu, 07 Juli 2018 - 06:36 WIB
China Marah Iran Ancam...
China Marah Iran Ancam Tutup Selat Hormuz
A A A
BEIJING - Iran harus melakukan lebih banyak upaya untuk memastikan stabilitas di Timur Tengah dan bergaul dengan tetangganya. Pernyataan itu dilontarkan diplomat senior China menanggapi peringatan Garda Revolusi Iran yang ingin memblokir pengiriman minyak melalui Selat Hormuz.

Arab Saudi, Irak, dan Kuwait adalah salah satu pemasok minyak paling penting bagi China, sementara Qatar memasok gas alam cair, sehingga setiap penutupan selat akan menimbulkan konsekuensi serius bagi ekonominya.

Namun Beijing harus melangkah hati-hati dengan negara-negara Arab karena China juga memiliki hubungan erat dengan Iran.

Presiden Iran Hassan Rouhani dan beberapa komandan militer senior mengancam akan mengganggu pengiriman minyak dari negara-negara Teluk jika Washington mencoba mencekik ekspor minyak Teheran.

Membawa sepertiga minyak di dunia setiap hari, Selat Hormuz menghubungkan produsen minyak mentah Timur Tengah dengan pasar utama di Asia Pasifik, Eropa, Amerika Utara, dan sekitarnya.

Ditanya tentang ancaman penutupan Selat Hormuz oleh Iran, Asisten Menteri Luar Negeri China Chen Xiaodong mengatakan bahwa China dan negara-negara Arab memiliki komunikasi yang erat tentang perdamaian Timur Tengah, termasuk masalah Iran.

"China secara konsisten percaya bahwa negara yang bersangkutan harus berbuat lebih banyak untuk memberi manfaat bagi perdamaian dan stabilitas di kawasan itu, dan bersama-sama melindungi perdamaian dan stabilitas di sana," kata Chen dalam jumpa pers, menjelang pertemuan puncak utama antara China dan negara-negara Arab di Beijing pekan depan.

"Terutama karena itu adalah sebuah negara di Teluk, ia harus mendedikasikan dirinya untuk menjadi tetangga yang baik dan hidup berdampingan dengan damai," tambahnya.

"China akan terus memainkan peran positif dan konstruktif kami," imbuhnya seperti dikutip dari Al Arabiya, Sabtu (7/7/2018).

Para menteri dari 21 negara Arab akan menghadiri KTT, serta penguasa Kuwait, Sheikh Sabah Al-Ahmad Al-Jaber al-Sabah. Presiden China Xi Jinping akan memberikan pidato pembukaan pada hari Selasa.

Setelah sebelumnya menjadi pemain kecil dalam beberapa tahun terakhir, China telah meningkatkan keterlibatannya di Timur Tengah sejak Jinping berkuasa enam tahun lalu, termasuk mengirim fregat untuk mengevakuasi warga negara asing dari Yaman pada 2015.
(ian)
Berita Terkait
Posting Video Percakapannya...
Posting Video Percakapannya dengan Perempuan Iran, Pria China Ditangkap
Iran Diduga Sita Kapal...
Iran Diduga Sita Kapal Tanker Berbendera Hong Kong
AS-China Bertemu, Iran...
AS-China Bertemu, Iran Kirim Sinyal Bahaya Lewat Pamer Senjata!
China Minta AS Cabut...
China Minta AS Cabut Sanksi Iran
China Pilih Jaga Kesepakatan...
China Pilih Jaga Kesepakatan Nuklir Iran, Bela Hubungan Bilateral
Hubungan Iran-China...
Hubungan Iran-China Semakin Mesra, Israel Was-was
Berita Terkini
Putin: Serangan Rudal...
Putin: Serangan Rudal Hipersonik Oreshnik Rusia terhadap Ukraina Hanya Tes, Belum Skala Penuh
9 menit yang lalu
Ini Daftar Negara yang...
Ini Daftar Negara yang Hukum Mati dan Rampas Aset Koruptor, Bagaimana dengan Indonesia?
44 menit yang lalu
Ironi Kekayaan Raja...
Ironi Kekayaan Raja Thailand Vajiralongkorn Rp778 Triliun: Hampir 3 Kali Anggaran MBG, tapi Pewarisnya Tak Jelas
1 jam yang lalu
Iran Merudal Kuwait...
Iran Merudal Kuwait dan Bahrain, Balas Pengeboman AS di Pulau Qeshm
3 jam yang lalu
Iran Tolak Gagasan Donald...
Iran Tolak Gagasan Donald Trump Bertemu Mojtaba Khamenei
3 jam yang lalu
Permusuhan Memanas,...
Permusuhan Memanas, AS Bombardir Lagi Pulau Qeshm Iran
4 jam yang lalu
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved