Kim Jong-un dan Xi Jinping Setuju Pasukan AS Ditarik dari Korsel

Kamis, 05 Juli 2018 - 22:58 WIB
Kim Jong-un dan Xi Jinping...
Kim Jong-un dan Xi Jinping Setuju Pasukan AS Ditarik dari Korsel
A A A
TOKYO - Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un dan Presiden China Xi Jinping setuju jika pasukan Amerika Serikat (AS) ditarik dari Korea Selatan (Korsel) dalam pertemuan ketiga mereka. Demikian laporan yang diturunkan media Jepang, Asahi Shimbun.

Menurut Asahi Shimbun kedua pemimpin itu sepakat untuk bekerja sama secara strategis dengan tujuan bersama untuk memindahkan 28.500 tentara AS di Korsel. Kesepakatan ini terjadi pasca Presiden AS Donald Trump menghentikan latihan perang bersama Korsel serta menyebutnya sebagai tindakan sangat provokatif dan berbiaya mahal.

Sumber Asahi, digambarkan sebagai ahli dalam urusan China-Korut, mengatakan Beijing dan Pyongyang juga setuju untuk mengulur waktu mereka dan tidak terburu-buru bernegosiasi dengan Washington.

Laporan itu muncul sehari sebelum kunjungan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo ke Pyongyang, perjalanannya yang diketahui ketiga kalinya ke Korut.

China dan Korut melihat kesempatan untuk meminta pasukan AS untuk pergi jika dan ketika perjanjian damai ditandatangani.

Menurut Asahi jika perjanjian perdamaian tercapai antara Washington dan Pyongyang akan mengakhiri Perjanjian Gencatan Senjata 1953. Perjanjian itu juga menjadi dasar argumen bagi Korut untuk meminta penarikan pasukan.

"Setelah penandatanganan perjanjian potensial, Jong-un kemungkinan akan meminta Trump untuk menarik pasukan AS, tetapi masih bisa membiarkan opsi terbuka, seperti yang dilakukan ayahnya, Kim Jong-il, selama pemerintahannya," kata sumber Asahi seperti dikutip dari UPI, Kamis (5/7/2018).

Kantor berita Pyongyang yang dikendalikan negara, KCNA, bulan lalu mengatakan Xi Jinping dan Kim Jong-un membahas "kerja sama strategis dan taktis" antara kedua negara.

Amerika Serikat dan Korea Selatan telah sepakat untuk membatalkan latihan berskala besar pada Agustus, tetapi Panglima Angkatan Laut AS Jenderal Vincent Brooks mengatakan pelatihan itu ditangguhkan untuk menghindari provokasi yang tidak perlu, lapor Hankyoreh.

"Keputusan itu diperlukan untuk membuka jalan bagi diplomasi," kata Brooks.
(ian)
Berita Terkait
China Tuding Amerika...
China Tuding Amerika Serikat Kacaukan Semenanjung Korea
Korea Utara Marah Korea...
Korea Utara Marah Korea Selatan dan Amerika Serikat Mulai Latihan Militer
Provokasi China dan...
Provokasi China dan Korea Utara, AS dan Korea Selatan Gelar Latihan Drone dan Sensor Laser
Kim Yo-jong: Korut Terbuka...
Kim Yo-jong: Korut Terbuka untuk Akhiri Perang jika Kondisinya Terpenuhi
China Desak AS Cegah...
China Desak AS Cegah Peningkatan Ketegangan di Semenanjung Korea
Peringati Perang Korea,...
Peringati Perang Korea, Xi Sebut Kepentingan China Tak Akan Dirusak
Berita Terkini
5 Tradisi Unik di Dunia,...
5 Tradisi Unik di Dunia, Salah Satunya Melempar Bayi di India
29 menit yang lalu
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Meningkat, Perang Hadir di Depan Rumah Warga Rusia
1 jam yang lalu
12,9 Juta Siswa Ikuti...
12,9 Juta Siswa Ikuti Ujian Gaokao untuk Masuk Universitas di China
5 jam yang lalu
Israel Bombardir Markas...
Israel Bombardir Markas Besar Hizbullah di Beirut
6 jam yang lalu
9 Tempat Paling Suci...
9 Tempat Paling Suci di Dunia, Nomor 5 Paling Populer bagi Orang Indonesia
7 jam yang lalu
6 Tradisi Teraneh di...
6 Tradisi Teraneh di Dunia, Salah Satunya Makan Abu Orang Mati
8 jam yang lalu
Infografis
Rencana AS Keluar dari...
Rencana AS Keluar dari NATO dan PBB Didukung Elon Musk
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved