Kepala Intelijen Saudi Cs dan Bos Mossad Lakukan Pertemuan Rahasia

Sabtu, 30 Juni 2018 - 05:01 WIB
Kepala Intelijen Saudi...
Kepala Intelijen Saudi Cs dan Bos Mossad Lakukan Pertemuan Rahasia
A A A
PARIS - Kepala intelijen Arab Saudi, Mesir dan Yordania dilaporkan melakukan pertemuan rahasia dengan Direktur Mossad Yossi Cohen. Pertemuan itu untuk membahas rencana perdamaian Israel-Palestina yang digagas Amerika Serikat (AS).

Pertemuan itu diprakarsai Pensihat Senior Gedung Putih yang juga menantu Presiden Donald Trump; Jared Kushner, dan Utusan AS untuk Timur Tengah Jason Greenblatt.

Laporan pertemuan para kepala intelijen itu diungkap situs Intelligence Online yang berbasis di Prancis.

Menurut laporan itu, Kepala Badan Keamanan dan Intelijen Palestina, Majid Faraj, juga hadir dalam pertemuan. Namun, versi kantor berita Palestina, Maan, Sabtu (30/6/2018), Otoritas Palestina (PA) menolak mengirim kepala intelijen ke pertemuan rahasia tersebut.

Laporan Intelligence Online yang dirilis hari Kamis itu tidak menyebutkan tanggal dan lokasi pertemuan para bos intelijen. Sedangkan stasiun radio Arutz Sheva Israel mengatakan pertemuan diadakan sepuluh hari yang lalu.

Bulan lalu, Haaretz melaporkan bahwa Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo bertemu dengan Majid Faraj di tengah boikot Palestina terhadap pemerintahan Trump setelah presiden AS itu mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.

Pertemuan yang tak dikonfirmasi kedua pihak itu disebut-sebut terjadi saat Presiden Palestina Mahmoud Abbas dirawat di rumah sakit. Menurut Haaretz, Washington berusaha menjamin stabilitas di pihak Palestina setelah Abbas meninggalkan panggung politik atau lengser.

Mesir, Yordania dan Arab Saudi tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel, tetapi di bawah Pangeran Mahkota Saudi Mohammad bin Salman, Riyadh telah melunakkan sikapnya. Para pejabat tinggi Israel, termasuk Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, mengakui bahwa meskipun tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Saudi, Israel memiliki "kontak" dengan Riyadh yang telah dirahasiakan secara umum.

Sebelumnya, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Mesir dan Yordania dilaporkan telah memberi lampu hijau untuk rencana AS untuk proses perdamaian Israel-Palestina terlepas dari penolakan Palestina terhadap Washington sebagai mediator.

Pekan lalu, Kushner mengatakan kepada surat kabar Palestina, Al Quds, bahwa dia siap untuk bekerja sama dengan Abbas untuk menyusun rencana perdamaian.

"Jika Presiden Abbas siap untuk kembali ke meja perundingan, maka kami siap untuk berpartisipasi dalam diskusi, tetapi jika itu tidak terjadi, maka kami akan membuat rencana publik," kata Kushner."Rencana akan siap segera."

"Abbas takut kami akan merilis rencana perdamaian kami dan rakyat Palestina akan benar-benar menyukainya," ujar menantu Trump ini.

Menanggapi kunjungan Kushner dan Greenblatt ke Timur Tengah, Abbas menyatakan bahwa delegasi Amerika harus menyadari bahwa tidak ada gunanya mencari alternatif dan ilusi yang dimaksudkan untuk membagi tanah air Palestina.

Ketegangan antara Israel dan Palestina semakin meningkat sejak Desember 2017 setelah pemerintahan Trump mengakui kota suci Yerusalem yang disengketakan sebagai Ibu Kota Israel. Pemerintah Trump juga telah merelokasi kedutaan AS dari Tel Aviv ke Yerusalem.
(mas)
Berita Terkait
Negara-negara Arab Marah...
Negara-negara Arab Marah usai Dubes AS Dukung Ide Israel Raya dari Nil hingga Eufrat
Alasan Amerika Serikat...
Alasan Amerika Serikat Tak Mengakui Palestina sebagai Negara Merdeka
AS: Belum Ada Kesepakatan...
AS: Belum Ada Kesepakatan Normalisasi Israel-Arab Saudi
Amerika Serikat Desak...
Amerika Serikat Desak Pemimpin Palestina Diganti, PLO Tak Terima
5 Militer Negara Arab...
5 Militer Negara Arab yang Bisa Hancurkan Israel, 2 di Antaranya Jadi Kawan Zionis
Arab Saudi Kutuk Keras...
Arab Saudi Kutuk Keras Agresi Israel di Wilayah Palestina
Berita Terkini
Mayoritas Penduduk di...
Mayoritas Penduduk di 36 Negara Anggap Israel Tidak Baik
40 menit yang lalu
Iran Berupaya Pungut...
Iran Berupaya Pungut Biaya Layanan, Bukan Tol untuk Lintasi Selat Hormuz
1 jam yang lalu
Menlu Iran dan Pemimpin...
Menlu Iran dan Pemimpin Hamas di Gaza Bahas Perkembangan Terkini Palestina
2 jam yang lalu
Presiden China Xi Jinping...
Presiden China Xi Jinping akan Kunjungi Korea Utara Pekan Depan
3 jam yang lalu
Australia Sita 100.000...
Australia Sita 100.000 Kecoak Selundupan, Harganya Rp2,5 Miliar
4 jam yang lalu
Sultan Brunei Reshuffle...
Sultan Brunei Reshuffle Kabinet Besar-besaran, Pangeran 'Instagrammer' Jadi Menlu
4 jam yang lalu
Infografis
5 Badan Intelijen Terbaik...
5 Badan Intelijen Terbaik pada 2025, Nomor 2 Paling Kejam dan Kontroversial
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved