AS Klaim Mampu Hancurkan Pulau Buatan China di Laut China Selatan

Jum'at, 01 Juni 2018 - 04:35 WIB
AS Klaim Mampu Hancurkan...
AS Klaim Mampu Hancurkan Pulau Buatan China di Laut China Selatan
A A A
WASHINGTON - Seorang jenderal senior Pentagon mengklaim manuver militer Amerika Serikat (AS) di Pasifik Barat mampu menghancurkan pulau-pulau buatan China di Laut China Selatan. Beijing telah menempatkan aset-aset militernya di pulau-pulau kecil tersebut.

"Saya hanya akan mengatakan bahwa militer Amerika Serikat memiliki banyak pengalaman di Pasifik Barat yang menjatuhkan pulau-pulau kecil," kata pejabat senior Pentagon, Letnan Jenderal Kenneth F McKenzie Jr pada hari Kamis.

Komentar itu muncul saat dia ditanya apakah AS dapat menghancurkan pulau kecil buatan Beijing di Laut China Selatan.

"Meruntuhkan pulau-pulau kecil yang terisolasi adalah kompetensi inti," kata McKenzie, yang menjabat sebagai Direktur Staf Gabungan Pentagon.

Sang jenderal menekankan bahwa dia tidak mengeluarkan peringatan. "Satu hal, jangan membaca apa-apa lagi selain dari pernyataan sederhana dari fakta sejarah," katanya, mengacu pada manuver militer AS di Pasifik Barat selama Perang Dunia Kedua dalam menghancurkan pulau-pulau yang dikendalikan Jepang seperti Iwo Jima, Okinawa, dan Tarawa.

Pernyataan jenderal Pentagon itu bersamaan dengan kecaman Beijing terhadap AS yang menuduh China melakukan militerisasi di kawasan sengketa di Laut China Selatan. Beijing menganggap tuduhan Washington itu "konyol".

Kecaman itu sebagai respons atas pernyataan Menteri Pertahanan AS James Norman Mattis yang menegaskan bahwa Washington akan menghadapi tindakan China di perairan sengketa tersebut.

Sebelumnya, dua kapal perang AS bermanuver di dekat kepulauan yang diklaim China di kawasan sengketa. Beijing mengerahkan kapal dan pesawat untuk mengusir kedua kapal militer Pentagon tersebut.

"Kehadiran militer Amerika Serikat di Laut China Selatan lebih besar daripada China dan negara-negara lain yang mengelilingi lautan," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China Hua Chunying, seperti dikutip Reuters, Jumat (1/6/2018)

Hua mempertanyakan apakah operasi "kebebasan navigasi" Angkatan Laut AS benar-benar untuk melestarikan hak bagi kapal untuk berlayar melalui wilayah tersebut atau justru upaya untuk mempertahankan hegemoni Amerika.
(mas)
Berita Terkait
Kapal Induk AS Gelar...
Kapal Induk AS Gelar Latihan di Laut China Selatan
Dekati Kepulauan Paracel,...
Dekati Kepulauan Paracel, China Kirim Peringatan ke Kapal Berpeluru Kendali AS
Kirim Kapal Perang Berpeluru...
Kirim Kapal Perang Berpeluru Kendali, AS Tantang Klaim China di LCS
AS Sangkal Kapal Perangnya...
AS Sangkal Kapal Perangnya Diusir China di Laut China Selatan
AS: Undang-undang Maritim...
AS: Undang-undang Maritim Baru China Langgar Perjanjian Internasional
Pesawat Bomber AS dan...
Pesawat Bomber AS dan Kapal Induk China 'Pemanasan' di Laut China Selatan
Berita Terkini
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
1 jam yang lalu
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
1 jam yang lalu
Ini Sosok Pangeran Arab...
Ini Sosok Pangeran Arab Saudi yang Tewas di Hotel Mewah usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
1 jam yang lalu
IRGC: Serangan Rudal...
IRGC: Serangan Rudal Iran Hancurkan Sistem Pertahanan THAAD, Patriot, dan C-RAM Amerika di Yordania
2 jam yang lalu
Menteri Israel Gabung...
Menteri Israel Gabung 4.000 Massa Yahudi Serbu Kompleks Masjid Al-Aqsa
4 jam yang lalu
Jenderal Tertinggi Ukraina...
Jenderal Tertinggi Ukraina Sebut Rusia Tidak Berhak untuk Eksis, Moskow Marah
5 jam yang lalu
Infografis
Perbandingan Pangkalan...
Perbandingan Pangkalan Militer AS vs China di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved