Tidak Kompeten, Korut Tolak Lakukan Pembicaraan dengan Korsel

Jum'at, 18 Mei 2018 - 15:06 WIB
Tidak Kompeten, Korut...
Tidak Kompeten, Korut Tolak Lakukan Pembicaraan dengan Korsel
A A A
SEOUL - Kepala negosiator Korea Utara (Korut) menyebut pemerintah Korea Selatan (Korsel) tidak tahu apa-apa dan tidak kompeten. Ia juga mencela latihan tempur udara Korsel dan mengancam akan menghentikan semua pembicaraan kecuali tuntutannya dipenuhi.

Komentar Ri Son-gwon, ketua Komite Korut untuk Reunifikasi Damai negara itu, adalah yang terbaru dalam serangkaian pernyataan yang menandai perubahan drastis Korut setelah berbulan-bulan mengurangi ketegangan dengan rencana denuklirisasi dan pertemuan puncak yang dijadwalkan dengan Amerika Serikat (AS).

Ri mengkritik Korsel karena berpartisipasi dalam latihan, serta memungkinkan "sampah manusia" untuk berbicara di Majelis Nasional, bunyi laporan kantor berita Korut, KCNA.

Pernyataan itu tidak mengidentifikasi "manusia sampah" dengan nama, tetapi Thae Yong-ho, mantan diplomat Korut yang membelot ke Selatan pada tahun 2016, mengadakan konferensi pers pada hari Senin di Majelis Nasional Korsel untuk mempublikasikan biografinya.

Dalam memoarnya, "Kata Sandi dari Lantai Tiga", Thae menggambarkan pemimpin Korut Kim Jong-un sebagai sosok yang tidak sabar, impulsif dan kasar.

"Kecuali situasi serius yang menyebabkan penangguhan perundingan tingkat tinggi utara-selatan diselesaikan, tidak akan pernah mudah untuk bertatap muka lagi dengan rezim Korea Selatan saat ini," bunyi laporan itu seperti dikutip dari Reuters, Jumat (18/5/2018).

Sebelumnya Korut mengatakan tidak akan menghadiri pertemuan tingkat tinggi 12 Juni antara pemimpin Kim Jong-un dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di Singapura jika AS terus menuntutnya secara sepihak meninggalkan persenjataan nuklirnya, yang telah dikembangkan dengan menyimpang dari resolusi Dewan Keamanan PBB untuk melawan sikap permusuhan AS.

Baca: Bertemu Trump, Korut Tidak Tertarik Bahas Denuklirisasi

Seorang pejabat resmi istana presiden Korsel mengatakan, Seoul bermaksud untuk lebih aktif melakukan peran seorang mediator antara AS dan Korut, tetapi tujuan itu dipertanyakan oleh Ri.

Baca: Pertemuan Korut-AS di Ujung Tanduk, Korsel Siap jadi Mediator

"Pada kesempatan ini, pihak berwenang Korea Selatan saat ini telah jelas terbukti sebagai kelompok yang bodoh dan tidak kompeten tanpa rasa sadar dari situasi saat ini," demikian pernyataan Ri.
(ian)
Berita Terkait
Korea Selatan: 1.100...
Korea Selatan: 1.100 Tentara Korea Utara Dibantai Ukraina
Disaksikan Kim Jong...
Disaksikan Kim Jong Un, Begini Dahsyatnya Kekuatan Artileri Militer Korea Utara
Korea Selatan Beri Sanksi...
Korea Selatan Beri Sanksi pada Korea Utara
Perbandingan Kekuatan...
Perbandingan Kekuatan Militer Korea Utara Vs Korea Selatan
Langka, Warga Korea...
Langka, Warga Korea Selatan Membelot ke Korea Utara
Korea Utara Hancurkan...
Korea Utara Hancurkan Lapangan Golf Milik Korea Selatan
Berita Terkini
Tak Ada Jalan Keluar,...
Tak Ada Jalan Keluar, 6 Pilihan Strategi Trump saat Perang Iran Makin Memburuk
1 jam yang lalu
Rudal Iran Makin Akurat...
Rudal Iran Makin Akurat Gempur Pangkalan AS, Benar Canggih atau Dibantu Rusia dan China?
1 jam yang lalu
Mata-matai Para Pemimpin...
Mata-matai Para Pemimpin Rusia, Swedia Dirikan Biro Intelijen seperti MI6
2 jam yang lalu
Menghilang 27 Tahun,...
'Menghilang' 27 Tahun, Kapal Perang Nuklir 28.000 Ton Rusia Bersiap untuk Tempur Lagi
2 jam yang lalu
Komandan CENTCOM Klaim...
Komandan CENTCOM Klaim Serangan AS di sekitar Hormuz Tidak Efektif, kecuali Perang Besar-besaran
3 jam yang lalu
Penembakan Massal Guncang...
Penembakan Massal Guncang Festival Makanan AS, 3 Orang Tewas, 4 Luka
4 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved