Pertemuan Korut-AS di Ujung Tanduk, Korsel Siap jadi Mediator

Kamis, 17 Mei 2018 - 12:22 WIB
Pertemuan Korut-AS di...
Pertemuan Korut-AS di Ujung Tanduk, Korsel Siap jadi Mediator
A A A
SEOUL - Korea Selatan (Korsel) sedang mencari cara untuk menjembatani perselisihan antara Amerika Serikat (AS) dan Korea Utara (Korut). AS dan Korut dinilai memiliki perbedaan sikap jelang pertemuan yang direncanakan.

Pernyataan itu muncul setelah Pyongyang mengancam akan membatalkan pertemuan dengan Presiden AS Donald Trump pada 12 Juni mendatang di Singapura. Korut mengatakan tidak akan hadir jika Washington menuntutnya secara sepihak untuk menanggalkan persenjataan nuklirnya.

Baca: Bertemu Trump, Korut Tidak Tertarik Bahas Denuklirisasi

Pejabat Istana Presiden Korsel mengatakan bahwa Seoul atau Presiden Moon Jae-in bermaksud untuk lebih aktif melakukan peran seorang mediator di berbagai saluran antara Korsel, AS dan Korut.

Trump akan menjadi tuan rumah bagi Presiden Korsel, Moon Jae-in, pada pertemuan di Gedung Putih pada 22 Mei mendatang. Keduanya diharapkan membahas pertemuan yang akan datang antara Trump dan pemimpin Korut Kim Jong-un.

"Blue House (sebutan istana presiden Korsel) bermaksud untuk menyampaikan secara memadai kepada Amerika Serikat apa yang telah kami pahami tentang posisi dan sikap Korea Utara melalui pertemuan pada tanggal 22, dan secara cukup menyampaikan posisi Amerika Serikat ke Korea Utara sehingga membantu menjembatani perselisihan antara posisi mereka," kata pejabat itu.

"Melihat pernyataan yang diumumkan dan tanggapan dari Korea Utara dan Amerika Serikat, kami melihat kedua pihak memiliki sikap yang tulus dan serius untuk berdiri berdampingan satu sama lain," imbuh pejabat itu seperti disitat dari Reuters, Kamis (17/5/2018).

Dalam sebuah pernyataan, Blue House mengatakan, Korsel berniat melanjutkan pembicaraan dengan Korut untuk mengadakan pembicaraan tingkat tinggi yang dibatalkan Pyongyang pada hari Rabu. Korut membatalkan pembicaraan itu dan menyalahkan latihan militer AS-Korea Selatan.

Baca: Korut Tunda Pembicaraan dengan Korsel

Sementara itu diplomat top pemerintah China, Wang Yi, mengatakan bahwa tindakan Korut telah mengurangi ketegangan di semenanjung Korea harus diakui, dan semua pihak lainnya, terutama AS, harus menghargai kesempatan untuk perdamaian.
(ian)
Berita Terkait
Donald Trump Angkat...
Donald Trump Angkat Bicara Soal Kondisi Kim Jong-un
Trump Bertemu Presiden...
Trump Bertemu Presiden Korsel tapi Justru Memuji Kim Jong-un Berulang Kali
Kim Yo-jong: Amerika...
Kim Yo-jong: Amerika Serikat dan Korea Selatan Latihan Perang Nuklir
Eks Sekjen PBB: De Facto,...
Eks Sekjen PBB: De Facto, Trump Beri Korut Status Negara Nuklir
Korsel Berharap Trump...
Korsel Berharap Trump dan Jong-un Kembali Bertemu Sebelum Pilpres AS
Pompeo Tampik Kemungkinan...
Pompeo Tampik Kemungkinan Pertemuan Trump-Kim Jong-un
Berita Terkini
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
1 jam yang lalu
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
1 jam yang lalu
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
3 jam yang lalu
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
3 jam yang lalu
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
4 jam yang lalu
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
8 jam yang lalu
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved