Israel Mundur dari Pencalonan Anggota DK PBB, Palestina: Kami Menang

Minggu, 06 Mei 2018 - 16:11 WIB
Israel Mundur dari Pencalonan...
Israel Mundur dari Pencalonan Anggota DK PBB, Palestina: Kami Menang
A A A
YERUSALEM - Israel memutuskan untuk menarik diri dari kursi non permanen Dewan Keamanan PBB periode 2019-2020. Keputusan ini pun disambut Palestina dengan suka cita. Kementerian Luar Negeri Palestina bahkan menyebutnya sebagai kemenangan.

"Penarikan Israel - kekuatan pendudukan - dari pencalonan untuk kursi Dewan Keamanan adalah kemenangan bagi prinsip-prinsip dan nilai-nilai kemanusiaan yang didasarkan pada hukum internasional dan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa," kata Kementerian Luar Negeri Palestina dalam sebuah pernyataan.

"Penarikan itu dengan tegas menegaskan bahwa Israel tidak memenuhi syarat untuk bersaing dalam keanggotaan Dewan Keamanan, yang berusaha untuk mencapai perdamaian dan keamanan dunia," imbuh pernyataan itu seperti dikutip dari Sputnik, Minggu (6/5/2018).

Badan PBB yang beranggotakan 15 negara itu terdiri dari lima anggota tetap - Rusia, Cina, Perancis, Inggris, dan Amerika Serikat - sementara yang lain dipilih untuk menjalankan tugas selama dua tahun.

Israel terlibat persaingan dengan Jerman dan Belgia untuk satu dari dua kursi di Eropa Barat dan grup lain, yang akan dikosongkan oleh Swedia dan Belanda.

Israel telah mencari kursi sementara di Dewan Keamanan sejak tahun 2000. Negara Zionis ini membutuhkan suara dua pertiga dari 193 anggota Majelis Umum PBB.

Namun, Kementerian Luar Negeri Palestina mengatakan telah bekerja dengan negara-negara sahabat dan organisasi untuk mencegah Israel memperoleh keanggotaan di Dewan Keamanan.

"Kementerian bekerja dari hari pertama untuk mengungkap ketidaksahaan Israel untuk mendapatkan kursi di Dewan Keamanan dan menjelaskan kepada semua negara mengapa Israel tidak boleh diizinkan untuk memiliki kursi itu," kata Menteri Luar Negeri Riad Malki dalam pernyataannya.

Keputusan Israel untuk keluar dari perlombaan terjadi setelah Dewan Keamanan pada April menyerukan penyelidikan atas kematian warga Palestina, termasuk dua wartawan, dalam bentrokan dengan tentara Israel di perbatasan dengan Gaza.
(ian)
Berita Terkait
Sederet Fakta Mundurnya...
Sederet Fakta Mundurnya Direktur HAM PBB
Sekjen PBB: Normalisasi...
Sekjen PBB: Normalisasi Buka Peluang Selesaikan Masalah Israel-Palestina
Israel Bombardir Palestina,...
Israel Bombardir Palestina, Generasi Muda Buddhis Minta PBB Jangan Diam
Dewan HAM Nilai Serangan...
Dewan HAM Nilai Serangan Israel ke Gaza Masuk Kategori Kejahatan Perang
Bos Dewan HAM PBB Tegaskan...
Bos Dewan HAM PBB Tegaskan Aneksasi Tepi Barat oleh Israel Ilegal
Biadab, Israel Bunuh...
Biadab, Israel Bunuh 172 Warga Palestina Sejak Awal Tahun 2023
Berita Terkini
Jenderal Iran: Negara-negara...
Jenderal Iran: Negara-negara di Seluruh Dunia yang Bantu AS Akan Jadi Target Sah
40 menit yang lalu
Negara NATO Tembak Jatuh...
Negara NATO Tembak Jatuh Drone dengan Jet Tempur F-16, Protes Keras Rusia
1 jam yang lalu
Pengemudi Mobil yang...
Pengemudi Mobil yang Tabraki Pawai LGBTQ Berlin Ditembak Mati, Namanya Abdul Ballout
2 jam yang lalu
AS Pertimbangkan Operasi...
AS Pertimbangkan Operasi Paling Canggih untuk Curi Stok Uranium Iran, Libatkan Ribuan Tentara
2 jam yang lalu
3 Alasan Kuwait dan...
3 Alasan Kuwait dan Bahrain Melancarkan Serangan Udara ke Iran, Lelah dan Capek Jadi Target
4 jam yang lalu
Siapa Kozo Okamoto?...
Siapa Kozo Okamoto? Militan Tentara Merah Jepang yang Mengaku Berjuang untuk Palestina
5 jam yang lalu
Infografis
Peralatan Militer dari...
Peralatan Militer dari Berbagai Pangkalan AS Dikirim ke Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved