Sekjen PBB: Normalisasi Buka Peluang Selesaikan Masalah Israel-Palestina

Kamis, 17 September 2020 - 19:38 WIB
loading...
Sekjen PBB: Normalisasi...
Guterres mengatakan kesepakatan normalisasi yang baru-baru ini ditandatangani antara Israel dan dua negara Teluk Arab merupakan peluang untuk kemajuan dalam mencapai solusi dua negara. Foto/Ist
A A A
NEW YORK - Kesepakatan normalisasi yang baru-baru ini ditandatangani antara Israel dan dua negara Teluk Arab merupakan peluang untuk kemajuan dalam mencapai solusi dua negara. Hal itu disampaikan Sekretaris Jenderal PBB , Antonio Guterres.

Perjanjian tersebut, yang telah menghadapi pertentangan luas dari para pemimpin Palestina, telah menunda rencana aneksasi wilayah Tepi Barat oleh Israel. Menurut Guterres, ini adalah hasil yang sangat penting. ( Baca juga: Selama Memimpin Israel, Netanyahu Sudah Bantai 3.500 Warga Palestina )

Jika Israel bergerak maju dengan rencana aneksasi yang bertentangan dengan hukum internasional, Guterres menyatakan itu akan merusak prospek solusi dua negara untuk konflik Israel-Palestina, yang menurut PBB adalah satu-satunya solusi nyata.

"Pencaplokan itu ditangguhkan, dan kami yakin ini adalah momen di mana penting bagi Palestina dan Israel untuk memulai kembali dialog mereka guna menemukan solusi politik yang sejalan dengan resolusi Dewan Keamanan dan perbedaannya," kata Guterres, seperti dilansir Anadolu Agency pada Kamis (17/9/2020).

"Saya yakin, terlepas dari pendapat yang mungkin ada tentang perjanjian itu, akan sangat penting bagi Palestina dan Israel untuk terlibat dalam negosiasi langsung untuk perdamaian di Timur Tengah," sambungnya.

Israel secara resmi menandatangani perjanjian untuk membuka sepenuhnya hubungan diplomatik dengan Bahrain dan Uni Emirat Arab (UEA) dalam sebuah upacaya yang dipimpin oleh Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump di Gedung Putih.

Bahrain menjadi negara Arab keempat yang menjalin hubungan diplomatik, setelah Mesir pada 1979, Yordania pada 1994 dan UEA pada Agustus. ( Baca juga: Qatar Tolak Normalisasi dengan Israel sebelum Masalah Palestina Tuntas )
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Sadisnya Tentara Israel,...
Sadisnya Tentara Israel, Tembak Mati Pria Palestina yang Sedang Tidur
Iran Tuduh NATO Terlibat...
Iran Tuduh NATO Terlibat Perang Gabungan AS-Israel Gara-gara Pengakuan Sekjen Mark Rutte
Trump Caci Maki Netanyahu:...
Trump Caci Maki Netanyahu: Semua Orang Yahudi Muak Denganmu!
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
PBB Ungkap Israel Bunuh...
PBB Ungkap Israel Bunuh Lebih dari 20.000 Anak Palestina
Berani Tanpa AS, Netanyahu:...
Berani Tanpa AS, Netanyahu: Kami akan Masuk ke Iran
Kapal Penangkap Ikan...
Kapal Penangkap Ikan Tenggelam di Lepas Pantai Busan, 2 Awak Asal Indonesia Hilang
Gempa M7,2 di Jepang:...
Gempa M7,2 di Jepang: Gedung-Gedung di Tokyo Berguncang, Korban Nihil
Rekomendasi
Sejak 2023, Kabel Udara...
Sejak 2023, Kabel Udara Sepanjang 11 Kilometer di Jakarta Barat Direlokasi
Purbaya Bakal Tempatkan...
Purbaya Bakal Tempatkan Dana Rp400 Triliun Lagi di Himbara
UATAS dan AFPI Ajak...
UATAS dan AFPI Ajak Mahasiswa Bijak Kelola Keuangan
Berita Terkini
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan,...
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan, Korban Tewas Gempa Venezuela Capai 589 Orang
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Hizbullah Sergap Unit...
Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Singapura Marah Kapalnya...
Singapura Marah Kapalnya Diserang di Selat Hormuz
Iran Sebut Pernyataan...
Iran Sebut Pernyataan Bersama AS-GCC Provokatif, Serukan Zona Bebas Senjata Nuklir Timur Tengah
Infografis
6 Strategi Iran Memperpanjang...
6 Strategi Iran Memperpanjang Durasi Perang dengan AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved