Rusia Sambut Niat Trump Bertemu Putin untuk Cegah Perlombaan Senjata

Jum'at, 04 Mei 2018 - 02:56 WIB
Rusia Sambut Niat Trump...
Rusia Sambut Niat Trump Bertemu Putin untuk Cegah Perlombaan Senjata
A A A
MOSKOW - Rusia menyambut baik keinginan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bertemu Presiden Vladimir Putin untuk memperbaiki hubungan dan mencegah perlombaan senjata.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov berharap niat Trump itu sesuai dengan kata-katanya. "Kami telah berulang kali menyatakan bahwa kami secara positif menilai keinginan Presiden Donald Trump untuk membangun dialog normal di antara negara-negara kami," kata Lavrov kepada majalah Italia, Panorama yang dikutip Jumat (4/5/2018).

"Bagaimanapun keinginan AS untuk berdialog akan dinilai berdasarkan langkah praktisnya," ujar diplomat top Kremlin tersebut.

Lavrov mencatat bahwa hubungan antara AS dan Rusia terus memburuk saat ini. "Bahkan jika ada beberapa masukan positif dari presiden, itu dibalik oleh sentimen Russophobic yang melonjak di pemerintahan AS," katanya.

Trump dan Putin dilaporkan telah berhasil menjalin kontak pribadi. Menurut Lavrov, Trump dan Presiden Putin teah berbicara melalui telepon pada awal Maret lalu, ketika pemimpin Gedung Putih tersebut mengusulkan untuk diadakan pertemuan tingkat tinggi segera.

"Selain mengundang Putin ke Gedung Putih, Trump berbicara tentang keinginannya untuk membangun koordinasi, dari upaya di arena internasional, untuk bersama-sama mengekang perlombaan senjata," papar Lavrov.

Lavrov mengatakan bahwa keadaan hubungan AS-Rusia yang mengerikan telah memiliki dampak negatif pada langkah-langkah untuk mengatasi tantangan internasional yang mendesak, yang membutuhkan upaya bersama dari kedua negara.

Dia berharap bahwa "akal sehat" akan berlaku di Washington.

"Ketika Rusia ingin membangun hubungan yang layak, dapat diprediksi. Jika Anda ingin bersahabat dengan AS, itu tidak akan pernah mengkompromikan prinsip-prinsip dan kepentingan nasionalnya," imbuh dia.

Lavrov melanjutkan, politik internasional menjadi tegang dan kurang dapat diprediksi karena AS, bersama dengan beberapa negara Barat lainnya mencoba untuk mempertahankan dominasinya seperti abad pertengahan."Pemerintah-pemerintah ini menciptakan situasi di mana dampak gertakan atau kesalahan dapat memiliki (konsekuensi) global," kata Lavrov.

"Rusia bergantung pada kemenangan akal sehat di pihak mereka, karena kami menanggung tanggung jawab bersama demi kesejahteraan umat manusia di masa depan," katanya.
(mas)
Berita Terkait
Dibela Vladimir Putin,...
Dibela Vladimir Putin, Begini Reaksi Donald Trump
Jadi Sorotan Dunia,...
Jadi Sorotan Dunia, Apakah Donald Trump dan Vladimir Putin Sahabat Dekat?
Donald Trump dan Vladimir...
Donald Trump dan Vladimir Putin Akan Bertemu di Arab Saudi
Donald Trump: AS Harusnya...
Donald Trump: AS Harusnya Tak Terlalu Mengkhawatirkan Putin
Trump-Putin Lakukan...
Trump-Putin Lakukan Pembicaraan Via Telepon, Ini yang Dibahas
Donald Trump Tolak Sebut...
Donald Trump Tolak Sebut Vladimir Putin Diktator
Berita Terkini
PBB Mulai Evakuasi 11.000...
PBB Mulai Evakuasi 11.000 Pelaut yang Terdampar di Selat Hormuz
39 menit yang lalu
Trump: Produsen Mobil...
Trump: Produsen Mobil AS Bisa Produksi Rudal
1 jam yang lalu
Oman dan Iran Bentuk...
Oman dan Iran Bentuk Kelompok Kerja Bersama untuk Bahas Pengelolaan Selat Hormuz
3 jam yang lalu
Trump Batasi Israel...
Trump Batasi Israel di Berbagai Bidang, Tak Hanya di Lebanon
3 jam yang lalu
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
11 jam yang lalu
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
12 jam yang lalu
Infografis
Bacaan Niat Puasa Ramadan...
Bacaan Niat Puasa Ramadan untuk Harian dan Sebulan Penuh
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved