Rusia Dukung Kehadiran PBB yang Lebih Luas di Suriah

Sabtu, 21 April 2018 - 14:29 WIB
Rusia Dukung Kehadiran...
Rusia Dukung Kehadiran PBB yang Lebih Luas di Suriah
A A A
MOSKOW - Membangun kehadiran PBB di Suriah patut mendapat perhatian karena akan membantu mengumpulkan informasi yang dapat dipercaya. Hal itu dikatakan oleh Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov.

"Rusia tidak dapat menerima situasi bahwa badan-badan PBB menghasilkan laporan dan pernyataan berdasarkan informasi dari sumber-sumber lain dari sumber-sumber PBB sendiri," katanya seperti dikutip dari Xinhua, Sabtu (21/4/2018).

Lavrov mengatakan hal itu pada konferensi pers bersama setelah melakukan pembicaraan dengan Utusan Khusus PBB untuk Suriah Staffan de Mistura.

Lavrov mengecam serangan rudal yang dipimpin Amerika Serikat (AS) di Suriah pekan lalu. Pasalnya aksi itu merusak pembicaraan Jenewa untuk permukiman Suriah di bawah naungan PBB pada saat ketika Rusia, Turki dan Iran sangat mendekati dimulainya kembali proses Jenewa.

Ia lantas meminta PBB untuk meningkatkan bantuan kemanusiaan kepada rakyat Suriah dan membantu rekonstruksi perumahan, infrastruktur dan fasilitas ekonomi nasional negara yang dilanda perang itu.

De Mistura sendiri mengatakan senang bahwa Rusia tetap berkomitmen untuk mendorong penyelesaian politik krisis Suriah.

Ia mengatakan mekanisme menghindari konflik antara pasukan Rusia dan AS di Suriah telah efektif dan harus terus berlanjut.

De Mistura menyatakan harapannya bahwa para ahli Organisasi untuk Larangan Senjata Kimia (OPCW) akan mengunjungi distrik Douma dekat Ibu Kota Suriah Damaskus sesegera mungkin untuk menyelidiki serangan senjata kimia yang dituduhkan oleh pasukan pemerintah Suriah.

AS, Inggris dan Prancis melancarkan serangan rudal intensif ke Suriah pada 14 April. Washington mengatakan langkah itu sebagai tanggapan terhadap dugaan serangan senjata kimia.

Damaskus membantah tuduhan itu dan Rusia mengatakan para ahli militernya tidak menemukan jejak zat beracun di Douma.

Para ahli OPCW sekarang berada di Suriah untuk penyelidikan, tetapi sejauh ini mereka belum mengunjungi Douma.

Negara-negara Barat menuduh Rusia menghalangi penyelidikan OPCW, sementara Moskow mengatakan bahwa para ahli tidak dapat memasuki wilayah itu karena kurangnya izin PBB atas masalah keamanan setelah serangan yang dipimpin AS.
(ian)
Berita Terkait
Rusia: Sudah Waktunya...
Rusia: Sudah Waktunya untuk Hentikan Bantuan Turki ke Pemberontak Suriah
Rusia Veto Resolusi...
Rusia Veto Resolusi PBB yang Perpanjang Bantuan Lintas Batas ke Suriah
Sekjen PBB Serukan Solusi...
Sekjen PBB Serukan Solusi Politik untuk Akhiri 11 Tahun Perang di Suriah
Rusia Serukan Sidang...
Rusia Serukan Sidang Dewan Keamanan PBB setelah Israel Serang Misi Diplomatik Iran di Suriah
Di Majelis Umum PBB,...
Di Majelis Umum PBB, Suriah Nyatakan Dukung Invasi Rusia ke Ukraina
Sekjen PBB: Jika Bantuan...
Sekjen PBB: Jika Bantuan Dihentikan, Warga Suriah Hadapi Musim Dingin Mengerikan
Berita Terkini
Jeda Perang dan Gencatan...
Jeda Perang dan Gencatan Senjata Selalu Menguntungkan Iran, Ini 4 Alasannya
1 jam yang lalu
Tak Mau Tarik Pasukan...
Tak Mau Tarik Pasukan Zionis, Israel Justru Izinkan Tentara Maroko dan Uganda Berjaga di Rafah
3 jam yang lalu
Mengapa Pentagon Diam-diam...
Mengapa Pentagon Diam-diam Ubah Jumlah Tentara yang Terluka dan Tewas Akibat Perang Iran?
4 jam yang lalu
Eropa Bagai Neraka Akibat...
Eropa Bagai Neraka Akibat Kebakaran Hutan dan Gelombang Panas, Ini 5 Faktanya
5 jam yang lalu
Putin Klaim Armada Kapal...
Putin Klaim Armada Kapal Pemecah Es Rusia Tak Memiliki Pesaing
6 jam yang lalu
Houthi dan Milisi Irak...
Houthi dan Milisi Irak Kompak Serang Arab Saudi, Riyadh: Agresor Itu Didukung Iran
8 jam yang lalu
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved