AS Tuding Rusia-Suriah Coba Hilangkan Bukti Serangan Kimia

Selasa, 17 April 2018 - 09:37 WIB
AS Tuding Rusia-Suriah...
AS Tuding Rusia-Suriah Coba Hilangkan Bukti Serangan Kimia
A A A
THE HAGUE - Amerika Serikat (AS) menuduh Rusia telah melarang inspektur internasional mencapai lokasi serangan gas beracun di Suriah. AS mengatakan Rusia atau Suriah mungkin telah merusak bukti di lapangan.

Namun Moskow membantah tuduhan itu. Sebaliknya, Rusia menyalahkan serangan rudal AS dan sekutunyalah yang menghambat tim inspektur internasional ke lokasi serangan.

Inspektur dari Organisasi untuk Larangan Senjata Kimia (OPCW) telah melakukan perjalanan ke Suriah minggu lalu untuk memeriksa lokasi. Meski begitu, mereka belum mendapatkan akses ke Douma, yang sekarang di bawah kendali pemerintah setelah pemberontak menarik diri.

Baca: Penyidik OPCW Dilarang Masuk Douma

"Ini adalah pemahaman kami bahwa Rusia mungkin telah mengunjungi lokasi serangan," kata Duta Besar AS Kenneth Ward pada pertemuan OPCW di Den Haag.

“Kami khawatir mereka mungkin telah merusaknya dengan maksud menggagalkan upaya Misi Pencarian Fakta OPCW untuk melakukan penyelidikan yang efektif,” imbuhnya seperti dikutip dari Reuters, Selasa (17/4/2018).

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov menyangkal Moskow telah mengutak-atik bukti apa pun. "Saya dapat menjamin bahwa Rusia tidak merusak situs itu," tegasnya kepada BBC.

Suriah dan Rusia membantah telah melepaskan gas beracun pada 7 April selama serangan mereka terhadap Douma. Serangan ini berakhir dengan keberhasilan merebut kembali kota yang telah menjadi kubu pejuang terakhir di dekat ibu kota, Damaskus.

Baca: Rezim Assad Diduga Luncurkan Serangan Senjata Kimia di Ghouta

Organisasi bantuan mengatakan lusinan pria, wanita dan anak-anak tewas. Rekaman korban menunjukkan mulut berbusa dan menangis telah mendorong perang saudara Suriah - di mana setengah juta orang telah tewas dalam tujuh tahun terakhir - ke garis depan perhatian dunia lagi.
(ian)
Berita Terkait
Amerika Serikat Tuduh...
Amerika Serikat Tuduh Rusia Mengacau Kawasan Mediterania
Amerika Serikat Dituduh...
Amerika Serikat Dituduh sebagai Pencuri Minyak Suriah, Benarkah?
Rusia: AS Tolak Hadiri...
Rusia: AS Tolak Hadiri Pertemuan Bahas Situasi Suriah
Rusia-AS Dilaporkan...
Rusia-AS Dilaporkan Mulai Patroli Bersama di Suriah
Rusia Sebut Tentara...
Rusia Sebut Tentara AS Coba Hadang Konvoi Militer Mereka di Suriah
Lavrov: Kehadiran Militer...
Lavrov: Kehadiran Militer AS di Suriah Persulit Upaya Rekonsiliasi
Berita Terkini
Takut dengan Ancaman...
Takut dengan Ancaman Iran, Netanyahu Diam-diam Terbang ke AS Temui Trump
12 menit yang lalu
10 Negara yang Menggunakan...
10 Negara yang Menggunakan Kalender Sendiri, Dipengaruhi Agama, Sejarah dan Dinasti
27 menit yang lalu
Media Iran Rilis Video...
Media Iran Rilis Video Cara Bunuh Ibu Negara AS Melania Trump, Secret Service Turun Tangan
1 jam yang lalu
China Membangun Replika...
China Membangun Replika Kapal Perang AS hingga Kantor Presiden Taiwan untuk Target Rudal
1 jam yang lalu
Mojtaba Khamenei kepada...
Mojtaba Khamenei kepada Hizbullah: Tak Ada Jalan Lain Selain Jihad Melawan AS dan Israel
2 jam yang lalu
Jeda Perang dan Gencatan...
Jeda Perang dan Gencatan Senjata Selalu Menguntungkan Iran, Ini 4 Alasannya
5 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved