Lavrov: Zat yang Meracuni Skripal Bukan Buatan Rusia

Minggu, 15 April 2018 - 06:26 WIB
Lavrov: Zat yang Meracuni...
Lavrov: Zat yang Meracuni Skripal Bukan Buatan Rusia
A A A
MOSKOW - Zat saraf yang digunakan untuk meracuni mantan mata-mata Rusia, Sergei Skripal, bisa jadi adalah zat saraf yang disebut BZ. Racun ini tidak pernah diproduksi oleh Uni Soviet atau Rusia.

Hal itu diungkapkan oleh Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov. Pernyataan itu didasarkan pada temuan para ahli dari laboratorium yang bermarkas di kota Spiez, Swiss, yang telah menganalisis sampel zat yang digunakan dalam serangan itu.

Mengutip laporan dari lab tertanggal 27 Maret, Lavrov mengatakan bukti menunjukkan bahwa zat saraf yang digunakan bisa berada di gudang senjata Amerika Serikat (AS) dan Inggris.

Lavrov membacakan bagian-bagian dari laporan yang dikatakannya menunjukkan bahwa zat itu memiliki jejak zat BZ.

"Formulasi ini ada dalam inventarisasi Amerika Serikat, Inggris, dan negara-negara NATO lainnya," kata Lavrov, pada sidang Dewan Kebijakan Luar Negeri dan Pertahanan seperti dikutip dari Reuters, Minggu (15/4/2018).

Lavrov mengatakan laporan dari laboratorium Swiss menyebutkan tidak ada zat saraf dengan nama, seperti Novichok, tetapi malah memberikan rumus kimia panjang yang menunjuk pada zat yang telah dikembangkan oleh banyak negara.

“Kami, sebagaimana Anda ketahui, memiliki kemampuan untuk menerima informasi rahasia. Dan karena informasi ini menyangkut pertanyaan hidup dan mati, kami tidak akan merahasiakan informasi ini,” tegas Lavrov.

Lavrov mengatakan laboratorium Swiss juga mengidentifikasi konsentrasi zat A-234 yang tinggi, yang dikenal sebagai Novichok. Lavrov mengatakan konsentrasi semacam itu akan dengan cepat menghasilkan kematian bagi Skripal.

“Dengan mempertimbangkan volatilitasnya yang tinggi (A-234), masalah identifikasi zat racun ini dalam keadaan awalnya dan dalam konsentrasi tinggi oleh spesialis di pusat (penelitian) Spiez tampaknya sangat mencurigakan,” kata Lavrov.

Pengawas senjata kimia global, OPCW, pada Kamis lalu menyimpulkan bahwa racun yang menyerang mata-mata Rusia dan putrinya Yulia bulan lalu adalah jenis yang sangat murni dari zat saraf Novichok. Kesimpulan ini mendukung temuan Inggris sendiri.

Baca: OPCW Konfirmasi Pembelot Rusia Diracun dengan Novichok

Perdana Menteri Inggris Theresa May mengatakan sangat mungkin bahwa Moskow berada di belakang serangan itu. Namun Rusia telah berulang kali membantah terlibat dalam serangan itu.
(ian)
Berita Terkait
Penyelidikan Inggris:...
Penyelidikan Inggris: Putin Dalang Serangan Racun Ganas Novichok terhadap Eks Mata-mata Rusia!
Bos mata-mata Inggris:...
Bos mata-mata Inggris: Tentara Rusia menolak melaksanakan perintah di Ukraina
3 Mata-mata Rusia Ditangkap...
3 Mata-mata Rusia Ditangkap di Inggris
Rusia Usir Diplomat...
Rusia Usir Diplomat Inggris karena Jadi Mata-mata
Intervensi Rusia di...
Intervensi Rusia di Inggris: Mata-mata, Hack Pemilu hingga Pembunuhan
Jadi Mata-mata Rusia,...
Jadi Mata-mata Rusia, Eks Satpam Kedubes Inggris Dibui 13 Tahun
Berita Terkini
Pemimpin Hizbullah Kecam...
Pemimpin Hizbullah Kecam Negosiasi Lebanon-Israel, Dianggap Tidak Tahu Malu
5 jam yang lalu
Jerman Gagal Peroleh...
Jerman Gagal Peroleh Kursi di Dewan Keamanan PBB untuk Pertama Kali
6 jam yang lalu
Lebih dari 9.500 Orang...
Lebih dari 9.500 Orang Hilang di Gaza sejak Awal Perang
7 jam yang lalu
Raja Langit Sesungguhnya:...
Raja Langit Sesungguhnya: 5 Helikopter Tempur Paling Mematikan Berdasarkan Rekam Jejak Perang
8 jam yang lalu
Presiden Lebanon Aoun...
Presiden Lebanon Aoun Peringatkan Kesepakatan Gencatan Senjata sebagai Kesempatan Terakhir
10 jam yang lalu
Drone Hizbullah Hantam...
Drone Hizbullah Hantam Kendaraan Kepala Komando Utara IDF di Lebanon Selatan
10 jam yang lalu
Infografis
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved