Direktur CIA Nyatakan Kebijakan Lunak terhadap Rusia Tamat

Kamis, 12 April 2018 - 13:39 WIB
Direktur CIA Nyatakan...
Direktur CIA Nyatakan Kebijakan Lunak terhadap Rusia Tamat
A A A
WASHINGTON - Direktur Central Intelligence Agency (CIA) Michael Richard Pompeo menyatakan bahwa kebijakan lunak Amerika Serikat (AS) terhadap Rusia telah tamat. Kendati demikian, Pompeo menegaskan bahwa upaya diplomatik akan terus berlanjut.

"Rusia terus bertindak agresif, yang dimungkinkan oleh kebijakan lunak selama bertahun-tahun terhadap agresi tersebut. Itu sudah berakhir. Daftar tindakan pemerintah ini untuk menaikkan harga bagi (Presiden Rusia) Vladimir Putin," kata Pompeo dalam kesaksiannya di hadapan Kongres, seperti dikutip Reuters.

Transkrip pernyataan direktur CIA itu dirilis oleh Gedung Putih pada hari Kamis (12/4/2018).

Pompeo yang telah ditunjuk Presiden Donald Trump sebagai Menteri Luar Negeri AS menggantikan Rex Tillerson dikenal karena pendekatan garis kerasnya untuk urusan luar negeri.

Dia mengatakan, penanganan administrasi Trump atas masalah Rusia telah memperjelas sikap AS.

"Tindakan pemerintahan ini menjelaskan bahwa strategi keamanan nasional Presiden (Donald) Trump, dengan benar, telah mengidentifikasi Rusia sebagai bahaya bagi negara kita. Upaya diplomatik kami dengan Rusia akan terbukti menantang, tetapi seperti dalam konfrontasi sebelumnya dengan Moskow, harus dilanjutkan," kata Pompeo.

Pompeo merinci rencana pembangunan militer AS, modernisasi persenjataan nuklir, serta serangkaian tindakan penghukuman terhadap Rusia.

"Kami telah memberlakukan sanksi keras dan mengusir lebih banyak diplomat dan perwira intelijen Rusia dari AS dibanding sejak Perang Dingin," papar Pompeo.

Dia juga memuji upaya administrasi Trump dalam memasok Ukraina dan Georgia dengan senjata. Menurutnya, langkah Washington itu untuk membantu kedua negara tersebut dalam menolak "ekspansionisme" Rusia.

Komentar kepala intelijen Amerika ini muncul pada saat semua mata dunia tertuju pada situasi yang bergejolak di Suriah, di mana konfrontasi militer langsung antara AS dan Rusia bisa terjadi setiap saat.

AS dan sekutunya telah mempertimbangkan serangan militer terhadap pemerintah Suriah yang dituduh melakukan serangan senjata kimia jenis gas klorin di Douma, Ghouta timur. Namun, Rusia dan Suriah membantah dan menyebut laporan serangan kimia hanya fabrikasi LSM White Helmets dan kelompok Jaish al-Islam yang didukung Barat untuk dijadikan dalih serangan militer terhadap rezim Presiden Bashar al-Assad.
(mas)
Berita Terkait
Amerika Serikat Tuduh...
Amerika Serikat Tuduh Rusia Mengacau Kawasan Mediterania
Amerika Serikat Dituduh...
Amerika Serikat Dituduh sebagai Pencuri Minyak Suriah, Benarkah?
Rusia: AS Tolak Hadiri...
Rusia: AS Tolak Hadiri Pertemuan Bahas Situasi Suriah
Rusia-AS Dilaporkan...
Rusia-AS Dilaporkan Mulai Patroli Bersama di Suriah
Rusia Sebut Tentara...
Rusia Sebut Tentara AS Coba Hadang Konvoi Militer Mereka di Suriah
Lavrov: Kehadiran Militer...
Lavrov: Kehadiran Militer AS di Suriah Persulit Upaya Rekonsiliasi
Berita Terkini
Trump Kenakan Tarif...
Trump Kenakan Tarif Besar-besaran pada Indonesia dan 59 Negara Lainnya, Ini Daftarnya
21 menit yang lalu
Masalah Kualitas dan...
Masalah Kualitas dan Krisis Internal Hambat Ambisi Ekspor Senjata China
30 menit yang lalu
Iran Nyatakan Pangkalan...
Iran Nyatakan Pangkalan Inggris Target Sah, Tentara London Siaga 24 Jam
1 jam yang lalu
Jet Tempur Siluman Su-57...
Jet Tempur Siluman Su-57 Rusia Seharga Rp2 Triliun Jatuh, Bukan akibat Ditembak Ukraina
1 jam yang lalu
Trump: Syarat Arab Saudi...
Trump: Syarat Arab Saudi Miliki Program Nuklir Harus Akui Negara Israel
2 jam yang lalu
Getol Kritik Netanyahu,...
Getol Kritik Netanyahu, Wali Kota New York Mamdani dan Istri Terima Ancaman Pembunuhan
7 jam yang lalu
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved