Bahas Serangan Racun, Dubes Rusia Ajak Menlu Inggris Bertemu

Minggu, 08 April 2018 - 12:17 WIB
Bahas Serangan Racun,...
Bahas Serangan Racun, Dubes Rusia Ajak Menlu Inggris Bertemu
A A A
LONDON - Kedutaan Rusia di London telah mengirim permintaan untuk melakukan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Inggris Boris Johnson. Pertemuan itu untuk membahas kasus mantan agen ganda Rusia Sergei Skripal dan putrinya, Yulia, yang diracuni di Salisbury, Inggris.

"Kami mengharapkan tanggapan konstruktif dari pihak Inggris dan mengharapkan pertemuan semacam itu dalam waktu terdekat," lapor kantor berita Rusia, RIA, mengutip seorang juru bicara kedutaan Rusia yang dikutip Reuters, Minggu (8/4/2018).

Kantor Luar Negeri Inggris pun menegaskan telah menerima permintaan duta besar Alexander Yakovenko untuk bertemu dengan Johnson, tetapi menyebut permintaan itu sebagai taktik pengalihan.

"Kami akan merespon pada waktunya," kata Kementerian Luar Negeri Inggris dalam sebuah pernyataan.

Pernyataan Kantor Luar Negeri Sabtu mengatakan: “Sudah lebih dari tiga minggu sejak kami meminta Rusia untuk terlibat secara konstruktif dan menjawab sejumlah pertanyaan yang berkaitan dengan percobaan pembunuhan Tuan Skripal dan putrinya."

"Sekarang, setelah gagal dalam upaya mereka di PBB dan pengawas senjata kimia internasional minggu ini dan dengan kondisi para korban membaik, mereka tampaknya mengejar taktik pengalihan yang berbeda," demikian bunyi pernyataan tersebut.

Baca juga:
Kondisi Eks Agen Ganda Rusia yang Diracun Membaik dengan Cepat


Hubungan antara Rusia dan Inggris telah jatuh ke titik terendahnya selama puluhan tahun sejak mantan mata-mata Rusia Sergei Skripal dan putrinya Yulia ditemukan tidak sadarkan diri di sebuah bangku di Salisbury bulan lalu.

Keduanya ditemukan menderita efek zat saraf tetapi sekarang sedang dalam masa pemulihan di rumah sakit.

Inggris menyalahkan Rusia atas keracunan itu dan memintanya untuk menjelaskan apa yang terjadi. Rusia menyangkal keterlibatan apa pun dan balik menuding Inggris sendiri yang melakukan serangan itu untuk memicu histeria anti-Rusia.

Keduanya kemudian saling menuduh dengan berbagai klaim, kontra-klaim dan ancaman.

Pada sesi eksekutif pengawas senjata kimia global awal pekan ini, Rusia menyerukan penyelidikan bersama atas kasus Skripal tetapi kehilangan suara pada voting.

Keduanya kemudian bertukar cercaan di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa pada Kamis di mana Rusia memperingatkan Inggris bahwa mereka "bermain-main dengan api" dengan menuduh Moskow.

Baca juga:
Rusia kepada Inggris: Anda Akan Menyesal
(ian)
Berita Terkait
Penyelidikan Inggris:...
Penyelidikan Inggris: Putin Dalang Serangan Racun Ganas Novichok terhadap Eks Mata-mata Rusia!
Bos mata-mata Inggris:...
Bos mata-mata Inggris: Tentara Rusia menolak melaksanakan perintah di Ukraina
3 Mata-mata Rusia Ditangkap...
3 Mata-mata Rusia Ditangkap di Inggris
Rusia Usir Diplomat...
Rusia Usir Diplomat Inggris karena Jadi Mata-mata
Intervensi Rusia di...
Intervensi Rusia di Inggris: Mata-mata, Hack Pemilu hingga Pembunuhan
Jadi Mata-mata Rusia,...
Jadi Mata-mata Rusia, Eks Satpam Kedubes Inggris Dibui 13 Tahun
Berita Terkini
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
54 menit yang lalu
Anggaran Perang AS Membengkak,...
Anggaran Perang AS Membengkak, Pakar Militer Ini Sebut Pentagon Kurang Transparan
1 jam yang lalu
Sistem Pertahanan Udara...
Sistem Pertahanan Udara Sudah Diaktifkan, tapi Belum Ada Serangan AS ke Teheran
2 jam yang lalu
CIA Akui Agresi AS ke...
CIA Akui Agresi AS ke Iran Gagal Total, Ini 4 Indikatornya
3 jam yang lalu
Terowongan Runtuh Akibat...
Terowongan Runtuh Akibat Ledakan Pipa Gas di India, 12 Orang Tewas
4 jam yang lalu
Presiden Zelensky Pecat...
Presiden Zelensky Pecat Panglima Militer Ukraina, Rusia Untung Besar!
5 jam yang lalu
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved