Sejarawan Yakini Ratu Inggris Elizabeth II Keturunan Nabi Muhammad

Minggu, 08 April 2018 - 00:31 WIB
Sejarawan Yakini Ratu...
Sejarawan Yakini Ratu Inggris Elizabeth II Keturunan Nabi Muhammad
A A A
LONDON - Para sejarawan meyakini bahwa Ratu Inggris, Elizabeth II, keturunan Nabi Muhammad SAW. Klaim sejarawan diperkuat dengan data pelacakan 43 generasi Nabi umat Islam tersebut.

Temuan ini telah diterbitkan di surat kabar Maroko, Al-Ousboue. Dalam laporannya, media tersebut menuliskan garis trah Nabi Muhammad melalui putrinya, Fatimah, terhubung ke Earl of Cambridge pada abad ke-14 yang kemudian menjadi leluhur Ratu Elizabeth II.

"Ini membangun jembatan antara dua agama dan kerajaan kami," kata penulis artikel di surat kabar Maroko, Abdelhamid Al-Aouni, yang dilansir dari Economist, Sabtu (7/4/2018).

Klaim bahwa Ratu Elizabeth II merupakan keturunan Nabi Muhammad bukan hal baru. Klaim ini pertama kali muncul dari ahli silsilah Kerajaan Inggris, Burke's Peerage, pada tahun 1986.

Menurut catatan Peerage, Ratu Inggris ini keturunan seorang putri Muslim bernama Zaida yang terpaksa melarikan diri dari kota kelahirannya, Seville, Spanyol, yang kala itu komunitas Muslim dominan.

Zaida adalah istri keempat Raja Al-Mu'tamid ibn Abbad dari Sevilla. Dia melarikan diri, pindah keyakinan dan melahirkan seorang putra. Putra dari Zaida ini kemudian menikahi Earl of Cambridge pada abad ke-11.

Sejak klaim itu pertama kali diterbitkan, perdebatan pun muncul di kalangan para ahli. Banyak dari mereka yang tak setuju dengan klaim tersebut.

Muhammad lahir di Arab Saudi dengan tahun kelahiran diyakini pada 570. Bagi umat Islam, dia diyakini sebagai Nabi terakhir dengan wahyu Alquran.

Meskipun diperdebatkan oleh beberapa sejarawan, catatan silsilah dari Spanyol pada abad pertengahan juga mendukung klaim tersebut. Bahkan Ali Gomaa, mantan mufti agung Mesir juga ikut memverfikasi.
Sejarawan Yakini Ratu Inggris Elizabeth II Keturunan Nabi Muhammad

Direktur penerbitan Burke's pernah menulis surat kepada Perdana Menteri Margaret Thatcher pada tahun 1986 yang menyerukan peningkatan keamanan bagi keluarga kerajaan. Alasannya, klaim Ratu Elizabeth II keturunan Nabi Muhammad bisa memicu kelompok yang tidak suka dan melakukan serangan teror.

"Keturunan langsung keluarga kerajaan dari Nabi Muhammad tidak dapat diandalkan untuk melindungi keluarga kerajaan selamanya dari teroris," tulis dia kepada Thatcher.

Namun, majalah Inggris, The Spectator, mengulas sosok Zaida yang diperdebatkan. Beberapa sejarawan percaya dia adalah putri seorang khalifah, namun menjalani kehidupan yang "melenceng". Menurut para sejarawan, Zaida memang putri khalifah keturunan Nabi Muhammad. Meski demikian, ada juga yang meyakini bahwa Zaida menikah dengan pria yang masih dari lingkungan keluarganya.
(mas)
Berita Terkait
Kisah Janan Harb, Istri...
Kisah Janan Harb, Istri Rahasia Raja Arab Saudi yang Didepak dari Istana karena Non-Muslim
Kisah Pangeran Arab...
Kisah Pangeran Arab Saudi Diduga Homoseks, Takut Dieksekusi Mati Jika Pulang
Gunakan Twitter, Perempuan...
Gunakan Twitter, Perempuan Arab Saudi Divonis Penjara 34 Tahun
Gilanya Kekayaan Pangeran...
Gilanya Kekayaan Pangeran Saudi: 8 Kalinya Raja Inggris, Miliki 3 Istana Mewah dan Megayacht Rp4,7 T
Kisah Pangeran Arab...
Kisah Pangeran Arab Saudi Tembak Mati Diplomat Inggris, Picu Raja Abdulaziz Melarang Alkohol
Inggris Melatih Mata-mata...
Inggris Melatih Mata-mata dari Arab Saudi, Mesir dan UEA
Berita Terkini
Wali Kota New York Ngotot...
Wali Kota New York Ngotot Ingin Tangkap PM Israel Netanyahu: 'Dia Penjahat Perang'
17 menit yang lalu
Perang Iran Makin Panas,...
Perang Iran Makin Panas, AS Kerahkan Banyak Jet Tempur Siluman F-35 ke Timur Tengah
1 jam yang lalu
Para Turis Israel Dipukuli...
Para Turis Israel Dipukuli di Montenegro, Diteriaki 'Pelaku Genosida Gaza'
2 jam yang lalu
2 Tentaranya Tewas,...
2 Tentaranya Tewas, AS Luncurkan Serangan Baru untuk Menghukum Iran dengan Cepat
3 jam yang lalu
Presiden Donald Trump...
Presiden Donald Trump Sedih 2 Tentara AS Tewas Diserang Rudal Iran
3 jam yang lalu
Tambah 2 Lagi, Total...
Tambah 2 Lagi, Total 16 Tentara AS Tewas dalam Perang Melawan Iran
4 jam yang lalu
Infografis
Houthi Klaim Mampu Gagalkan...
Houthi Klaim Mampu Gagalkan Serangan Udara AS dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved