Diam-diam OPCW Lakukan Inspeksi Terhadap Rusia

Sabtu, 07 April 2018 - 14:05 WIB
Diam-diam OPCW Lakukan...
Diam-diam OPCW Lakukan Inspeksi Terhadap Rusia
A A A
MOSKOW - Para ahli Organisasi Anti Senjata Kimia, OPCW, melakukan inspeksi ke Rusia. Kunjungan ini dilakukan di saat Moskow mendesak transparansi penuh penyelidkan kasus keracunan Sergei Skripal.

Inspektur OPCW menyambangi Rusia untuk memantau kepatuhan terhadap aturan organisasi pada minggu lalu. Pemeriksaan itu dikabarkan oleh surat kabar Kementerian Pertahanan Rusia, Krasnaya Zvezda (Red Star), pada hari Jumat. Namun, laporan itu tidak merinci apa yang sebenarnya diinspeksi oleh para inspektur OPCW atau di mana lokasinya seperti dikutip dari Russia Today, Minggu (7/4/2018).

Berita itu muncul ketika Rusia dituduh menjadi dalang serangan zat saraf terhadap Sergei Skripal dan putrinya, Yulia. Mereka ditemukan dalam kondisi kritis di Salisbury, akibat racun yang dituding Inggris sebagai zat saraf buatan Rusia.

Pihak berwenang Inggris dengan cepat menuduh Rusia, yang telah berulang kali ditolak oleh Moskow. Moskow sendiri menyerukan penyelidikan bersama yang transparan. Saran ini ditolak oleh London sebagai tindakan "jahat" dan "taktik pengalihan".

Awal pekan ini, para ilmuwan di lab senjata kimia Porton Down di dekat Salisbury mengatakan mereka tidak dapat melacak sumber zat saraf yang digunakan pada Skripal. Tak lama setelah itu, Kantor Luar Negeri Inggris mengeluarkan pernyataan bahwa London bersikukuh menyalahkan Rusia.

Baca juga:
Para Ilmuwan Inggris Tak Bisa Buktikan Racun Novichok dari Rusia


Tuduhan terhadap Moskow telah mengakibatkan pengusiran lebih dari 100 diplomat Rusia dari sejumlah negara Uni Eropa dan sekutu mereka. Diplomat Rusia dituduh sebagai anggota intelijen yang tidak dipublikasikan.

Inggris mengusir 23 diplomat Rusia, dan AS memulangkan 60 diplomat dan menutup konsulat Rusia di Seattle. Sebagian besar negara lain mengusir satu hingga empat orang.

Moskow pun menanggapi aksi itu, termasuk menutup konsulat AS di St.Petersburg dan mengusir 60 diplomatnya. Selain mengusir keluar 23 diplomat Inggris, Rusia memberi London waktu sebulan untuk mengurangi kehadiran diplomatnya hingga memiliki jumlah staf diplomatik yang sama dengan Rusia di Inggris.
(ian)
Berita Terkait
Penyelidikan Inggris:...
Penyelidikan Inggris: Putin Dalang Serangan Racun Ganas Novichok terhadap Eks Mata-mata Rusia!
Bos mata-mata Inggris:...
Bos mata-mata Inggris: Tentara Rusia menolak melaksanakan perintah di Ukraina
3 Mata-mata Rusia Ditangkap...
3 Mata-mata Rusia Ditangkap di Inggris
Rusia Usir Diplomat...
Rusia Usir Diplomat Inggris karena Jadi Mata-mata
Intervensi Rusia di...
Intervensi Rusia di Inggris: Mata-mata, Hack Pemilu hingga Pembunuhan
Jadi Mata-mata Rusia,...
Jadi Mata-mata Rusia, Eks Satpam Kedubes Inggris Dibui 13 Tahun
Berita Terkini
Saat Banyak Orang Bermigrasi...
Saat Banyak Orang Bermigrasi ke Berlin, tapi 288.000 Warga Jermah Justru Pilih Tinggalkan Negaranya
2 jam yang lalu
Zelensky Ditekan untuk...
Zelensky Ditekan untuk Pecat Jenderal Tertinggi Ukraina di Tengah Perang Melawan Rusia
3 jam yang lalu
Khalil al-Hayya Jadi...
Khalil al-Hayya Jadi Pemimpin Hamas, Perjuangan Gaza Makin Konfrontatif atau Pragmatis?
3 jam yang lalu
Profil Sheikh Miqdad,...
Profil Sheikh Miqdad, Ulama Palestina yang Ditangkap Pasukan Indonesia dan Dikhawatirkan Diserahkan ke Israel
4 jam yang lalu
4 Fakta Film Odyssey...
4 Fakta Film Odyssey yang Picu Ketegangan, dari Isu Kulit Hitam hingga Transgender
4 jam yang lalu
Langka, Kapal Perang...
Langka, Kapal Perang China Latihan Tembak di Dalam ZEE Jepang
5 jam yang lalu
Infografis
5 Kapal Selam Serang...
5 Kapal Selam Serang Terbaik, AS dan Rusia Mendominasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved