Kondisinya Membaik, Rusia Ingin Temui Putri Pembelot Kremlin
Sabtu, 31 Maret 2018 - 23:51 WIB
Kondisinya Membaik, Rusia Ingin Temui Putri Pembelot Kremlin
A
A
A
LONDON - Pemerintah Inggris tengah mempertimbangkan permintaan Rusia untuk mengujungi Yulia Skripal. Yulia adalah putri dari Sergei Skripal, mantan agen ganda Rusia, yang terkena serangan racun.
Kementerian Luar Negeri Inggris mengatakan dalam sebuah pernyataan pihaknya sedang meninjau permintaan Rusia sesuai dengan kewajibannya di bawah hukum internasional dan domestik.
"Pertimbangan pemerintah akan mencakup hak dan keinginan Yulia Skripal, seorang warga Rusia yang diracuni bersama dengan ayahnya di Inggris," kata Kementerian Luar Negeri Inggris seperti dikutip dari News.com.au, Sabtu (31/3/2018).
Pejabat Rusia bersikeras mereka memiliki hak hukum untuk melihat Yulia (33). Ia tinggal di Moskow dan mengunjungi ayahnya, Sergei Skripal, ketika mereka diserang dengan zat saraf pada 4 Maret.
Para pejabat Inggris mengatakan ia sedang dalam pemulihan di rumah sakit sementara ayahnya tetap dalam kondisi kritis.
Kedutaan Rusia di London menyebut pemulihan wanita itu "kabar baik" dalam tweet pada hari Jumat dan mengatakan diplomat Rusia memiliki hak untuk melihatnya di bawah ketentuan Konvensi Konsuler 1968.
Perdana Menteri Inggris Theresa May telah menyalahkan pemerintah Rusia atas serangan terhadap Skripal, tuduhan yang dibantah oleh Kremlin.
May telah menerima dukungan kuat dari Amerika Serikat (AS) dan sekutu di Eropa serta Australia. Negara-negara itu telah menerima pandangan Inggris bahwa Rusia bertanggung jawab atas penggunaan zat saraf yang mematikan.
Kasus itu telah meningkatkan ketegangan Timur-Barat, dengan kedua belah pihak saling mengusir diplomat masing-masing.
Kementerian Luar Negeri Inggris mengatakan dalam sebuah pernyataan pihaknya sedang meninjau permintaan Rusia sesuai dengan kewajibannya di bawah hukum internasional dan domestik.
"Pertimbangan pemerintah akan mencakup hak dan keinginan Yulia Skripal, seorang warga Rusia yang diracuni bersama dengan ayahnya di Inggris," kata Kementerian Luar Negeri Inggris seperti dikutip dari News.com.au, Sabtu (31/3/2018).
Pejabat Rusia bersikeras mereka memiliki hak hukum untuk melihat Yulia (33). Ia tinggal di Moskow dan mengunjungi ayahnya, Sergei Skripal, ketika mereka diserang dengan zat saraf pada 4 Maret.
Para pejabat Inggris mengatakan ia sedang dalam pemulihan di rumah sakit sementara ayahnya tetap dalam kondisi kritis.
Kedutaan Rusia di London menyebut pemulihan wanita itu "kabar baik" dalam tweet pada hari Jumat dan mengatakan diplomat Rusia memiliki hak untuk melihatnya di bawah ketentuan Konvensi Konsuler 1968.
Perdana Menteri Inggris Theresa May telah menyalahkan pemerintah Rusia atas serangan terhadap Skripal, tuduhan yang dibantah oleh Kremlin.
May telah menerima dukungan kuat dari Amerika Serikat (AS) dan sekutu di Eropa serta Australia. Negara-negara itu telah menerima pandangan Inggris bahwa Rusia bertanggung jawab atas penggunaan zat saraf yang mematikan.
Kasus itu telah meningkatkan ketegangan Timur-Barat, dengan kedua belah pihak saling mengusir diplomat masing-masing.
(ian)