UE Bahas Upaya Pembunuhan Pembelot Rusia

Rabu, 14 Maret 2018 - 23:33 WIB
UE Bahas Upaya Pembunuhan...
UE Bahas Upaya Pembunuhan Pembelot Rusia
A A A
BRUSSELS - Pemimpin negara-negara Uni Eropa akan membahas upaya pembunuhan mata-mata Rusia, Sergei Skripal, dengan zat saraf pada pertemuan puncak di Brussels minggu depan.

Presiden Dewan Eropa, Donald Tusk mengatakan, ia siap untuk memasukkan isu tersebut ke dalam agenda pada pertemuan Dewan Eropa yang direncanakan pada tanggal 22 dan 23 Maret.

"Saya menyatakan solidaritas penuh saya dengan Perdana Menteri (PM) Theresa May dalam menghadapi serangan brutal yang dilakukan, kemungkinan besar, oleh Moskow. Saya siap untuk menempatkan masalah ini pada agenda Dewan Eropa minggu depan," katanya seperti dikutip dari Independent, Rabu (14/3/2018).

Berbicara di Majelis Rendah parlemen Inggris pada hari Rabu, Theresa May mengatakan, Pemerintah telah sampai pada kesimpulan bahwa pemerintah Rusia berada di balik serangan racun tersebut dan hal itu berarti penggunaan kekuatan yang tidak sah di tanah Inggris.

"Adalah penting bahwa sekarang kita bersama dengan sekutu kita untuk mempertahankan keamanan kita, untuk membela nilai-nilai kita, dan untuk mengirim masalah yang jelas kepada pihak yang ingin melemahkan mereka," katanya.

Baca juga:
Inggris Ultimatum Rusia karena Racuni Eks Agen Ganda Skripal


Wakil Presiden Komisi Eropa Frans Timmermans mengatakan negara-negara Eropa dan para pemimpin mereka memiliki tanggung jawab bersama untuk membantu sekutu mereka.

"Jika zat syaraf digunakan secara aktif terhadap warga sipil di salah satu negara anggota kami, saya percaya bahwa Dewan Eropa harus secara jelas menyatakan solidaritas penuhnya dengan orang-orang Inggris dan pemerintah Inggris dalam menangani masalah ini," kata Timmermans kepada Parlemen Eropa awal minggu ini.

"Saya percaya bahwa sangat penting bagi mereka yang bertanggung jawab atas apa yang telah terjadi dengan sangat jelas bahwa ada solidaritas Eropa, tegas, tak tergoyahkan, dan sangat kuat - sehingga mereka yang bertanggung jawab benar-benar dihukum atas apa yang mereka lakukan," tuturnya.

"Kita tidak bisa memiliki zat syaraf yang digunakan di masyarakat kita. Ini harus ditangani oleh kita semua dan tidak hanya diserahkan kepada Perdana Menteri May dan pemerintah Inggris. Ini adalah tanggung jawab kolektif Eropa juga di bawah peraturan OPCW (Organisasi untuk Larangan Senjata Kimia)," tukasnya.
(ian)
Berita Terkait
PM Johnson: Inggris...
PM Johnson: Inggris Memilih Brexit Bukan Karena Tekanan Rusia
Kacaukan Logistik Pasukan...
Kacaukan Logistik Pasukan Rusia, Ukraina Rusak Jembatan di Wilayah Selatan
Inggris dan UE Cari...
Inggris dan UE Cari Cara Gembosi Aset Beku Rusia, Nilainya Tembus Rp4.893 Triliun
Serangan terbaru Rusia...
Serangan terbaru Rusia Menewaskan 320 Nasionalis Ukraina
Pergi untuk Selamanya,...
Pergi untuk Selamanya, Dunia Memuji Warisan Mikhail Gorbachev
Negara-negara Eropa...
Negara-negara Eropa yang Dihasut Amerika Serikat untuk Boikot Gas Rusia
Berita Terkini
3 Fakta Bantahan Azerbaijan...
3 Fakta Bantahan Azerbaijan Terkait Wilayahnya Digunakan Israel dalam Perang Iran
1 jam yang lalu
3 Fakta Penembakan Bayi...
3 Fakta Penembakan Bayi Palestina Berusia 7 Bulan oleh Tentara Israel
5 jam yang lalu
Selalu Jadi Target Iran,...
Selalu Jadi Target Iran, Kuwait Beli Senjata Anti-Drone Senilai Rp36 Triliun dari AS
6 jam yang lalu
140 Drone Ukraina Hajar...
140 Drone Ukraina Hajar St Petersburg, Rusia: Serangan Ini Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
7 jam yang lalu
Putin Klaim Tak Melihat...
Putin Klaim Tak Melihat Adanya Provokasi dari Iran
8 jam yang lalu
Hanya Karena Dukung...
Hanya Karena Dukung Iran, Presenter TV Cantik Kuwait Ini Dijatuhi Hukuman Penjara
9 jam yang lalu
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved