Kasus Pelecehan Seks Historis, Bendahara Vatikan Diadili di Australia

Senin, 05 Maret 2018 - 08:57 WIB
Kasus Pelecehan Seks...
Kasus Pelecehan Seks Historis, Bendahara Vatikan Diadili di Australia
A A A
MELBOURNE - Bendahara Vatikan, Kardinal George Pell menghadapi sidang di Pengadilan Magistrat Melbourne, Australia, pada hari Senin (5/3/2018), atas tuduhan terlibat pelecehan seks historis.

Penasihat utama Paus Fransiskus (Francis) ini akan melawan tuduhan dalam sidang pendahuluan. Pell, 76, telah menyangkal tuduhan terlibat pelecehan seks historis yang melibatkan beberapa pelapor atau penggugat.

Sidang akan ditutup untuk umum dan media selama beberapa minggu ke depan. Sedangkan pelapor akan memberikan bukti-bukti seperti yang dipersyaratkan oleh hukum Australia dalam kasus pelanggaran seksual.

Hasil akhir proses sidang yang akan berlangsung empat minggu ke depan akan diserahkan ke Hakim Belinda Wallington untuk memutuskan apakah ada cukup bukti bahwa kasus itu layak diadili lebih lanjut di pengadilan negeri Victoria atau tidak.

Kasus pelecehan seks historis ini dilaporkan terjadi tahun 1970-an saat Pell menjadi pastor di Victoria, Australia.

Pengacara Kardinal George Pell, Robert Richter, menuduh Polisi Victoria gagal mengikuti prosedur dalam menyelidiki uskup Katolik paling senior di Australia tersebut. Menurutnya, polisi bekerja dengan anggapan bahwa kliennya bersalah.

Richter mengatakan kepada pengadilan bahwa pihaknya pernah menyerahkan sekitar 21 pernyataan dari saksi yang bisa menghapus tuduhan terhadap Kardinal Pell. Namun, para saksi itu tidak diselidiki dengan benar.

”Dokumen-dokumen ini tentu saja relevan dengan dugaan pelanggaran tersebut, saya tahu mereka tidak sesuai dengan tuntutan karena mereka bersalah. Namun mereka tetap berada di sana dan mereka memiliki (dukungan) kepolisian,” katanya.

Richter juga meminta sebuah laporan yang merinci bagaimana polisi harus terus mengadili orang-orang terkemuka untuk tetap menjadi bagian dari bukti.

”Kami bilang itu tidak ditindaklanjuti karena ada anggapan (klien kami) bersalah,” katanya, seperti dikutip ABC News.

Sementara itu, Jaksa Mark Gibson mengatakan sejumlah tuduhan pelanggaran seksual historis juga perlu diubah untuk menyesuaikan tanggal dan berbagai pernyataan.

Anggota keluarga pelapor diharapkan bisa memberikan bukti-bukti atas tuduhan tersebut. Hakim Belinda Wallington telah memberikan izin kepada orang yang mendapat dukungan dari program bantuan saksi untuk menemani pelapor karena mereka memberikan bukti melalui video dari fasilitas jarak jauh.
(mas)
Berita Terkait
Menengok Laboratorium...
Menengok Laboratorium Restorasi Lukisan di Museum Vatikan
Kardinal Kunci Vatikan...
Kardinal Kunci Vatikan Mendadak Resign di Tengah Skandal Keuangan
5 Fakta Paus Fransiskus,...
5 Fakta Paus Fransiskus, Pertama dari Luar Eropa sejak 1.200 Tahun
Antar Kepergian Paus...
Antar Kepergian Paus Fransiskus menuju Soetta, Warga Histeris saat Dapat Pemberkatan
Kardinal Vatikan Diadili...
Kardinal Vatikan Diadili dalam Kasus Penipuan
Vatikan Tegaskan Menentang...
Vatikan Tegaskan Menentang Operasi Ganti Kelamin
Berita Terkini
Getol Kritik Netanyahu,...
Getol Kritik Netanyahu, Wali Kota New York Mamdani dan Istri Terima Ancaman Pembunuhan
3 jam yang lalu
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
7 jam yang lalu
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
8 jam yang lalu
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
9 jam yang lalu
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
10 jam yang lalu
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
11 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved