Duterte Tanggapi Serius Laporan Intelijen AS

Rabu, 21 Februari 2018 - 11:07 WIB
Duterte Tanggapi Serius...
Duterte Tanggapi Serius Laporan Intelijen AS
A A A
MANILA - Presiden Filipina Rodrigo Duterte menanggapi secara serius laporan Komunitas Intelijen Amerika Serikat (AS). Laporan tersebut menyebut Duterte sebagai ancaman bagi demokrasi di Asia Tenggara.

Laporan tersebut menempatkan Duterte bersama pemimpin Kamboja Hun Sen, krisis Rohingya dan konstitusi yang didukung militer Thailand sebagai ancaman demokrasi. Laporan itu dibuat olej Kantor Direktur Intelijen Nasional.

"Kami melihat deklarasi dari departemen intelijen Amerika Serikat dengan beberapa kekhawatiran," ucap juru bicara kepresidenan Harry Roque seperti dikutip dari Reuters, Rabu (21/2/2018).

Roque menolak penilaian intelijen AS terhadap Duterte sebagai ancaman terhadap demokrasi.

"Saya tidak berpikir itu benar. Dia adalah seorang pengacara, dia tahu hukumnya, dia ingin menegakkan supremasi hukum, dia tahu soal piagam HAM PBB," katanya.

Dalam laporan bertajuk Threat Assessment Worldwide tertanggal 13 Februari, Komunitas Intelijen AS mengatakan demokrasi dan hak asasi manusia di banyak negara Asia Tenggara akan tetap rapuh pada 2018 karena kecenderungan otokratis, korupsi, dan kronisme yang merajalela.

"Di Filipina, Presiden Duterte akan terus melakukan kampanye melawan narkoba, korupsi, dan kejahatan," laporan tersebut menyatakan, menambahkan bahwa Duterte telah menyarankan agar dia dapat menangguhkan konstitusi dan mengumumkan sebuah pemerintahan revolusioner.

Ini bukan kali pertama AS mengkritik Duterte, yang terkenal karena penolakannya terhadap tekanan internasional. Duterte merasa geram oleh ekspresi kekhawatiran pemerintahan mantan Presiden Barack Obama tentang pembunuhan narkoba di Filipina.

Lebih dari 4.000 orang terbunuh dalam apa yang polisi sebut sebagai operasi yang sah terhadap tersangka pengedar narkoba dan pengguna di bawah perang terhadap obat-obatan Dutertes sejak Juli 2016. Kelompok hak asasi manusia menuduh polisi melakukan eksekusi singkat, yang oleh pihak berwenang ditolak.

Jaksa Pengadilan Pidana Internasional telah membuka pemeriksaan pendahuluan ke dalam kampanye anti-narkoba Duterte.
(ian)
Berita Terkait
Negara-negara Asia Tenggara...
Negara-negara Asia Tenggara Sekutu Amerika Serikat
Media Amerika Serikat:...
Media Amerika Serikat: Vietnam Berisiko Gagal, Timnas Indonesia Punya Tugas Mudah
Melunak, Filipina Cabut...
Melunak, Filipina Cabut Ancaman Akhiri Pakta Militer dengan AS
Menhan Filipina Mengaku...
Menhan Filipina Mengaku Didesak China Hentikan Tinjauan Pakta Pertahanan dengan AS
AS-Filipina Gelar Pertemuan...
AS-Filipina Gelar Pertemuan Soal Perjanjian Pertahanan, China Waspada
Duterte Gantung Nasib...
Duterte 'Gantung' Nasib Perjanjian Kunjungan Pasukan AS
Berita Terkini
Israel Ingin Bangun...
Israel Ingin Bangun Kekuatan Militer di Gaza, Hamas: Zionis Ingin Pecah Belah Rakyat Palestina
1 jam yang lalu
Turki Jadi Bagian Penting...
Turki Jadi Bagian Penting Arsitektur Keamanan NATO di Masa Depan
2 jam yang lalu
10 Pemakaman Pemimpin...
10 Pemakaman Pemimpin Dunia yang Dihadiri Jutaan Rakyat, Rekor Khomeini Belum Terpecahkan
3 jam yang lalu
Jerman Tuding China...
Jerman Tuding China Latih Pasukan Rusia, Beijing: Kita Tidak Memihak
4 jam yang lalu
4 Alasan Wapres Filipina...
4 Alasan Wapres Filipina Sara Duterte Terancam Dimakzulkan, Konflik dengan Presiden hingga Terjerat Skandal Korupsi
5 jam yang lalu
Menhan Israel Ancam...
Menhan Israel Ancam Bunuh Para Pemimpin Iran Pengganti Khamenei
6 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved